Desa Cantik Maduretno Terima Kunjungan Pejabat Kementerian Desa

Desa Maduretno Kecamatan Kalikajar, menjadi salah satu Desa di Kabupaten Wonosobo yang telah masuk dalam program Desa Cinta Statistik (Cantik) dari Badan Pusat Statistik (BPS). Hingga pertengahan bulan Maret 2021, Desa Maduretno telah menyelesaikan pendataan terhadap sebagian penduduk, dan masih terus berupaya untuk menuntaskannya, demi terwujudnya keterpaduan dan akurasi data secara komprehensif. Semangat dan antusiasme untuk mewujudkan Desa Cantik tersebut, mendapat apresiasi dari Direktur Penyerasian Sosial Budaya dan Kelembagaan Kementerian Desa RI, Bonavasius Praseta Ichtiarto. Hadir langsung di Balai Desa setempat untuk melihat sejauh mana progress Desa Cantik di Maduretno pada Jumat (26/3/2021), Bonavasius yang didampingi Kepala BPS Kabupaten Wonosobo, Wazirrudin dan sejumlah pejabat lain, mengaku ingin menjajaki kemungkinan pemanfaatan data-data hasil pencacahan untuk mendukung program-program dari Kementerian Desa, khususnya terkait Sustainable Development Goals (SDG's).

“Saya mendengar bahwa Desa-Desa di seluruh Indonesia saat ini tengah sibuk dengan pendataan dari berbagai unsur untuk banyak keperluan yang berbeda-beda, termasuk dari kementerian Sosial, BKKBN dan lain sebagainya”, ungkap Bonavasius. Mengingat hal itulah, ia menilai adanya Desa Cantik akan mampu berperan menjadi solusi, memudahkan upaya pengumpulan data-data untuk banyak keperluan tersebut. Bona yang lama berkarir di BPS juga mengakui ketersediaan data yang valid dan akurat merupakan salah satu faktor utama dari keberhasilan sebuah program. Bantuan sosial contohnya, menurutnya tidak akan mencapai sasaran secara tepat apabila tidak berbasis pada data-data yang akurat. "Begitu pula program pengentasan kemiskinan maupun pencegahan stunting pada anak pun membutuhkan dukungan data yang validitasnya dapat diandalkan", lanjut Bona.

Kepala Desa Maduretno, Subadi, membenarkan pernyataan Bonavasius dan menyebut pihaknya menjadi sangat terbantu dengan adanya program Desa Cantik. "Terus terang sebelum adanya pencacahan melalui Desa Cantik ini, program pendataan sangat tergantung dengan kebutuhan berbagai pihak yang berbeda-beda dan sifatnya mendadak", tutur Subadi. Setelah adanya pendampingan dari BPS Kabupaten Wonosobo untuk teknis pencacahan data potensi Desa melalui Desa Cantik, ia mengaku menjadi lebih yakin dan optimis, kelak berbagai program pembangunan Pemerintah yang membutuhkan dukungan data akan menjadi jauh lebih terarah, fokus dan lebih lancar.

Posted by

Informasi dan Komunikasi Publik

30 Maret 2021 08:22

0 Comments

Post a comment