Ke Wonosobo, dr Hasto Janjikan Tambahan PLKB

Kepala Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dr dr. Hasto Wardoyo, SpOG.K melawat ke Wonosobo, Senin (8/11/2021). Bertemu langsung dengan puluhan penyuluh KB dan jajaran karyawan Dinas PPKB PPA di Pendopo Kabupaten, ahli kandungan yang juga pernah memimpin Kabupaten Kulonprogo tersebut menegaskan masih memperjuangkan untuk mengatasi problem kekurangan penyuluh di seluruh Indonesia. Hal itu menjadi jawaban dari usulan Kepala Dinas PPKB PPA, Dyah Retno Afif Nurhidayat, yang menyebut saat ini 1 orang PLKB di Wonosobo mesti melayani 5 sampai 6 Desa. "Kebetulan dalam rapat bersama Presiden Jokowi belum lama ini, saya memang mengusulkan penambahan setidaknya 9.000 orang PLKB, karena selama ini per tahun hanya 400 sampai 800 orang," tutur Hasto. 

Dari hasil koordinasi dengan Menteri PAN RB Tjahyo Kumolo,  Hasto menyebut usulannya disambut positif meski akhirnya baru bisa disetujui sebanyak 4.000 P3K ditambah 300 PNS. Dengan sekitar 4.300 untuk memenuhi kebutuhan 514 Kabupaten/Kota se-Indonesia maka Hasto berasumsi Wonosobo akan mendapat tambahan sekitar 8-10 orang PLKB pada Tahun depan. "Meski mungkin belum bisa maksimal, tambahan ini saya berharap dapat dioptimalkan peran dan fungsinya untuk mendukung program percepatan keluarga berencana maupu penanggulangan stunting," lanjutnya. Ia meyakini dengan dukungan Kepala Dinas PPKB PPA Kabupaten Wonosobo yang juga merupakan Ketua TP PKK, Hasto mengaku yakin program-program yang tengah digalakkan akan lebih mudah mencapai tujuan.

Menanggapi respon Dr Hasto, Kepala Dinas PPKB PPA, Dyah Retno Afif Nurhidayat mengaku sangat bersyukur karena tambahan PLKB memang sudah menjadi kebutuhan urgen. "Ini angin segar, karena disampaikan langsung oleh Kepala BKKBN yang tentu jelas dapat dipertanggung jawabkan, sehingga tentu kami syukuri sekali," ungkap Dyah. Kemampuan para penyuluh, dibantu para kader PPKBD disebut Dyah saat ini bahkan sangat bermanfaat untuk mendukung program percepatan vaksinasi COVID-19 yang oleh Bupati ditarget dapat mencapai 50% pada akhir November. Sementara, untuk program penanganan stunting, Dyah menyebut pihaknya berupaya menambah tenaga PLKB karena pada Tahun depan, ada 18 Desa di Kabupaten Wonosobo yang menjadi lokus stunting dan harus dituntaskan.

Posted by

Zaky Mohammad

09 November 2021 12:11

0 Comments

Post a comment