Peresmian Kegiatan Pembangunan Kabupaten Wonosobo Tahun 2020

Pemerintah Kabupaten Wonosobo melaksanakan acara Peresmian Kegiatan Pembangunan Kabupaten Wonosobo tahun 2020 bertempat di lantai 1 Gedung Pasar Induk Wonosobo, Rabu (3/2), dengan menerapkan protokol kesehatan. Peresmian Kegiatan Pembangunan Kabupaten Wonosobo tahun 2020 yang terpusat di Gedung Pasar Induk ini juga menjadi momentum selesainya pembangunan Pasar Induk Wonosobo yang cukup megah, yang menjadi urat nadi perekonomian Wonosobo.

Pada kesempatan itu Bupati Wonosobo, Eko Purnomo, SE, MM, menyampaikan ucapan terima kasih kepada PT. Delima Agung Utama, yang telah melaksanakan dan menyelesaikan pembangunan Pasar Induk Wonosobo. Dana yang dibutuhkan untuk pembangunan ini adalah Rp. 139.963.046.000,- yang bersumber dari APBD Kabupaten Wonosobo Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp. 76.391.830.000,- dan dari APBD Kabupaten Wonosobo Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp. 63.571.216.000,-. “Dana ini telah berhasil digunakan, sehingga berdirilah Pasar Induk ini dengan berbagai fasilitas modern. Harapan kami, semua pengguna Pasar Induk dapat menjaga dan merawat semua fasilitas yang ada, sehingga tetap awet dan dapat digunakan dengan baik dalam waktu yang lama,” ungkap Bupati.

“Perlu saya sampaikan disini, bahwa keseluruhan anggaran kegiatan belanja langsung APBD Tahun 2020 adalah sebesar Rp. 838.681.806.036,-. Dari anggaran tersebut terserap atau terealisasi sebesar Rp. 697.523.956.712,- dikarenakan adanya dampak dari pandemi Covid-19,” jelas Eko Purnomo.

Kalau kita perhatikan dalam APBD Kabupaten Wonosobo Tahun 2020 penetapan, sudah tercantum banyak rencana pembangunan infrastruktur dintaranya Pasar Induk, Pasar Sapuran, pembangunan jalan dan jembatan, serta infrastruktur lainnya. Namun demikian dengan terbitnya Surat Edaran Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor : 6/MK.02/2020, Tentang Refocussing Kegiatan dan Relokasi Anggaran Kementerian/Lembaga Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo termasuk yang melakukan refokusing anggaran untuk penanggulangan, penanganan, dan tindaklanjut terhadap Pandemi Covid-19, utamanya di bidang kesehatan, ekonomi, dan sosial.

“Refokusing APBD Kabupaten Wonosobo Tahun 2020 direalokasikan pada bidang kesehatan, sosial, dan ekonomi. Untuk bidang kesehatan diantaranya digunakan untuk biaya operasional 5 (lima) lokasi isolasi komunal, insentif tenaga kesehatan, biaya operasional rumah sakit, dan pembelian APD. Sedangkan dalam bidang sosial dan ekonomi diadakan program Padat Karya. Program ini menjadi solusi bagi masyarakat yang kehilangan penghasilan akibat Pandemi Covid 19,” tambah Eko Purnomo. Bupati juga menyampaikan bahwa saat ini pihaknya meresmikan seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2020. Pada kesempatan ini, kegiatan peresmian dipusatkan di pembangunan pasar induk. Perlu diketahui bersama, pembangunan Pasar Induk Wonosobo ini melalui proses yang cukup panjang. “Pembangunan Pasar Induk Wonosobo menjadi hal yang sangat penting, terutama oleh teman-teman pedagang yang selama ini kehilangan tempat representatif untuk melakukan aktifitas jual beli. Syukur alhamdulillah, pembangunan pasar induk telah selesai dilaksanakan. Meskipun demikian, penyempurnaan demi penyempurnaan harus senantiasa dilakukan, agar dapat menjamin keamanan, kelancaran dan kenyamanan penyelenggaraan kegiatan jual-beli. Kami telah memberikan pengarahan kepada Dinas terkait untuk penyempurnaan pasar dan menghimbau kepada Dinas-Dinas terkait untuk segera menyiapkan sistem perangkat aturan dan teknis penataan lainnya supaya pemanfaatan ruang pada Pasar Induk Wonosobo sesuai dengan rencana peruntukannya,” jelas Eko Purnomo.

“Harapan kita semua dengan beroperasinya Pasar Induk dapat menjadi faktor pengungkit perekonomian daerah. Para pedagang di Pasar Induk juga perlu memperbaiki mindset, agar dapat tetap bertahan dalam persaingan pasar saat ini. Masyarakat sudah tidak asing dengan adanya pasar online yang dinamis, mudah, dan cepat serta relatif kompetitif dalam hal harga,” pungkas Eko Purnomo.

Sementara pada kesempatan itu Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Wonosobo, Sumaedi, SH, M.Si, selaku penyelenggara peresmian juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ajang dan sarana seremonial peresmian dan sosialisasi pelaksanaan kegiatan Pembangunan Belanja Langsung Pemerintah Kabupaten Wonosobo Tahun 2020, sebagai bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan Belanja Langsung Kabupaten Wonosobo tahun 2020, dan sebagai event resmi serah terima dan pemanfaatan sarana prasarana hasil pembangunan kepada masyarakat. Sumaedi juga menyampaiakan bahwa pelaksanaan kegiatan pembangunan Kabupaten Wonosobo yang dialokasikan pada Belanja Langsung APBD Tahun 2020 dengan anggaran sebesar Rp. 838.681.806.036,- dengan jumlah paket kegiatan sebanyak 1.884 paket. Dari anggaran tersebut terserap sebesar Rp. 697.523.956.712,- atau 83,16%

Pada tahun 2020 Kabupaten Wonosobo mendapatkan alokasi anggaran Bantuan Keuangan sebesar Rp. 62.432.000.000,- dengan anggaran sharing sebesar Rp. 3.031.039.560,-. Jumlah paket kegiatan sebanyak 79 paket, yang dibagi menjadi Bantuan Non Sarpras & Non Pendidikan, Bantuan Sarana dan Prasarana, dan Bantuan Pendidikan. Realisasi keuangan bantuan keuangan provinsi tahun 2020 sebesar Rp. 46.025.605.000,- atau sebesar 73,72% dengan realisasi fisik sebesar 74 %.

Untuk pelaksanaan kegiatan DAK Tahun 2020, Kabupaten Wonosobo mendapatkan alokasi anggaran Dana Alokasi Khusus Fisik sebesar Rp. 83.843.121.000,- dan Non Fisik sebesar Rp. 206.174.147.000,- dengan total Rp. 290.017.268.000,-. Dana DAK tersebut dialokasikan untuk Pendidikan, Kesehatan dan KB, Peningkatan Jalan, Rahabilitasi / Peningkatan Jaringan Irigasi, Pembangunan Sarpras Air Bersih, Pembangunan Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat (SLMB), Pertanian, Kelautan dan Perikanan, Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Transportasi, Perdagangan. Pada pelaksanaan tahun 2020, realisasi penyerapan anggaran DAK Fisik sebesar Rp 77.123.600.729.- atau 91,98 % dari total anggaran.

“Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam proses pelaksanaan pembangunan dan ini menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk pelaksanaan pembangunan ke depan. Sebagai contoh pada Bankeu APBD Perubahan Propinsi tahun 2020 ada beberapa kegiatan yang tidak bisa dilaksanakan karena tidak cukup waktu, masih dalam proses RKO dan gagal tender. Seperti Penataan pendestrian jalan HOS Cokroaminoto nilai RP. 1.650.000.000,-. Peningkatan Jalan Depok Mergolangu Kecamatan kalibawang nilai sebesar RP. 2.000.000.000,-. Pengembangan olah raga Mangli nilai sebesar RP. 5.000.000.000,-. Revitalisasi studio Dieng Platheu Teater nilai RP. 3.000.000.000,- ,” pungkas Sumaedi.

Posted by

wonosobo

04 Februari 2021 00:27

0 Comments

Post a comment