Rapat Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Tengah Minggu Ke-7 Tahun 2021

Wonosobo — Pencapaian vaksinasi pertama menempatkan Jateng tertinggi ke tiga se-Indonesia setelah Bali dan Jawa Timur. Melihat posisi ini Ganjar Pranowo minta agar pelaksanaan vaksinasi di provinsi Jateng untuk digas pol, sehingga bisa melakukan percepatan-percepatan sembari menyiapkan beberapa skenario untuk penjabat publik serta kelompok rentan sehingga aktifitasnya tetap bisa dilakukan.

"Capaian vaksinasi di Indonesia untuk vaksin yang pertama tertinggi Bali, kedua Jawa Timur dan Jawa Tengah ketiga namun demikian untuk yang vaksin kedua Jateng masih tertiinggi 69%, lalu Bali 42%, lalu ada Kalimantan Timur 46%, nah, kalau kita melihat posisi ini maka untuk vaksin yang kedua kita juga minta untuk digas pol begitu ya, agar kita bisa melakukan percepatan, dan kita sudah harus menyiapkan skenario untuk penjabat publik sekaligus mereka kelompok rentan sehingga aktifitasnya bisa jalan," demikian ditegaskan Ganjar Pranowo saat memimpin Rakor Satgas Penanganan Covid-19 Jateng, secara virtual yang melibatkan Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah, Senin (15/02).

Selain itu, dalam Rakor tersebut Ganjar meminta laporan terkait pelaksanaan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dilevel mikro. Meski menurutnya mendapat hasil cukup menggembirakan namun Ganjar minta agar jangan sampai lengah. " Kalau kita melihat hasil selama ini cukup menggembirakan, tapi itu tidak berarti kita lengah. Kalau kita lihat antara tanggal 1 sampai 7 Februari, sudah tidak ada lagi zona beresiko tinggi. Artinya ini indikasi baik namun sekali lagi ini tidak membikin kita lengah", tegasnya.

Ganjar mengatakan, dari laporan beberapa Kabupaten/Kota menyebutkan saat ini sudah terkendali, isolasi yang ada di rumah sakit sudah mulai berkurang, sehingga dengan menurunnya orang yang masuk isolasi banyak rumah sakit yang menutup blok-bloknya. Maka ia meminta agar kondisi seperti ini bisa tetap terjaga berkelanjutan. "Apa yang ada di Kabupaten/ Kota melaporkan kepada kami mulai dari rumah sakit-rumah sakit sekarang sangat terkendali, terus kemudian isolasi-isolasi yang ada dirumah sakit mulai sangat berkurang, bahkan beberapa rumah sakit mulai menutup blok-bloknya, alias makin sedikit orang masuk isolasi, maka situasi ini meski kita jaga terus menerus", terangnya.

Senada dengan Gubernur, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah juga memaparkan bahwa diawal Februari terjadi penurunan angka kasus. Pelaksanaan PPKM mulai awal Januari hingga Februari 2021 disinyalir menjadi penyebab menurunnya kasus secara signifikan. Data yang diperoleh dari Google Mobility, saat pelaksanaan Gerakan Jateng di Rumah Saja grafik kunjungan pada sektor retail dan pariwisata berkurang hingga 44% dan 42%, kategori Toko Bahan Makanan dan Apotek menurun hingga 40% dan 37%, kategori Taman menurun sebanyak 54%, dan kategori Pusat Transportasi Umum menurun hingga 53% dan 52%.  Sedangkan grafik masyarakat tinggal di rumah naik sekitar 16% dan 14%. Sehingga menurut Sekda, pelaksanaan Gerakan Jateng di Rumah Saja dinilai memberikan dampak yang cukup signifikan bagi pergerakan masyarakat. Penurunan keterisian tempat tidur isolasi dan ICU di rumah sakit juga menunjukkan bahwa kasus di Jawa Tengah sudah terkendali.

Ganjar berharap agar semua bisa segera mendapatkan vaksin, sehingga semua aktifitas bisa dijalankan. " Saya harapkan Bapak-Ibu dan semuanya segera bisa divaksin agar para pelayan publik ini betul-betul fit menjalankan tugas." Ganjar juga menyampaikan kabar yang menggembirakan dengan tidak ada penambahan bagi nakes yang meninggal dunia dan angka penularan juga makin menurun, namun Ia tetap mengingatkan agar tetap hati-hati serta tidak lengah. " Informasi, dua minggu terakhir nakes yang meninggal tidak ada, dan yang tertular juga semakin sedikit, ini merupakan kabar yang menggembirakan, ini merupakan indikasi yang membuat kita optimis, tapi sekali lagi saya tidak bosan mengingatkan agar tidak lengah dan tetap hati-hati,” pungkasnya.

Written by

wonosobo

15 Februari 2021 19:56

0 Comments

Post a comment