Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar kegiatan Sapa Warga di Alun-Alun Wonosobo, Jumat (26/6/2026). Kegiatan dikemas secara santai, interaktif, dan membaur dengan aktivitas masyarakat, sehingga informasi lebih mudah diterima dan menyenangkan.
Kepala Diskominfo Wonosobo, Khristiana Dhewi, menyampaikan bahwa Sapa Warga merupakan salah satu layanan informasi publik yang dikemas secara langsung menyapa masyarakat.
"Selama ini sosialisasi layanan publik identik dengan kegiatan di dalam ruangan yang cenderung formal. Melalui Sapa Warga, kami ingin menghadirkan suasana yang lebih cair sehingga masyarakat dapat berinteraksi langsung dengan pemerintah sambil menikmati aktivitas di ruang publik," ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan dengan dua kanal layanan utama Pemerintah Kabupaten Wonosobo, yakni Lapor Bupati Wonosobo sebagai sarana penyampaian pengaduan, aspirasi, saran, dan masukan terkait pelayanan publik, serta Sobopedia sebagai kanal permohonan informasi publik yang dapat dimanfaatkan warga untuk memperoleh berbagai data dan informasi yang dikelola perangkat daerah.
Menurut Khristiana, pemanfaatan kanal digital menjadi solusi yang memudahkan masyarakat untuk berkomunikasi dengan pemerintah tanpa terbatas ruang dan waktu.
"Lapor Bupati Wonosobo dapat diakses secara digital melalui berbagai platform seperti WhatsApp, SMS, website, hingga media sosial seperti Instagram, Facebook, maupun X (Twitter). Dengan demikian masyarakat dapat menyampaikan aduan ataupun masukan dari mana saja dengan lebih mudah," jelasnya.
Sementara itu, melalui Sobopedia masyarakat dapat mengajukan permohonan informasi publik yang dibutuhkan, baik untuk kepentingan penelitian, riset, pendidikan, maupun kebutuhan informasi lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain sosialisasi layanan publik, kegiatan Sapa Warga juga dipadukan dengan aksi sosial berupa penggalangan donasi melalui penjualan barang layak pakai. Masyarakat diajak menyumbangkan pakaian, sepatu, sandal, maupun barang kesayangan lain yang masih layak digunakan. Barang-barang tersebut dijual dengan harga terjangkau, yakni Rp5.000 per potong, dan seluruh hasil penjualannya akan disalurkan sebagai donasi kepada pihak-pihak yang membutuhkan, termasuk panti asuhan maupun pondok pesantren.
"Ini menjadi kolaborasi yang sangat baik karena dalam satu kegiatan masyarakat tidak hanya mendapatkan informasi layanan publik, tetapi juga diajak berbagi kepada sesama melalui kegiatan sosial," katanya.
Diskominfo juga menggandeng komunitas IRJAKI sebagai mitra sosialisasi. Pemilihan komunitas tersebut dinilai strategis karena memiliki anggota yang cukup banyak dan rutin beraktivitas di kawasan Alun-Alun Wonosobo setiap hari Jumat.
"Kami berharap anggota komunitas ini dapat menjadi penyambung informasi kepada keluarga, tetangga, maupun lingkungan sekitarnya mengenai keberadaan kanal layanan publik Pemerintah Kabupaten Wonosobo," imbuh Khristiana.
Melalui pendekatan yang lebih ramah, terbuka, dan dekat dengan masyarakat, Diskominfo berharap tingkat pemanfaatan kanal Lapor Bupati Wonosobo maupun Sobopedia semakin meningkat. Dengan demikian, komunikasi dua arah antara pemerintah daerah dan masyarakat dapat terjalin lebih efektif sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Ke depan, Diskominfo Wonosobo berkomitmen untuk kembali menyelenggarakan kegiatan serupa dengan melibatkan lebih banyak komunitas dan elemen masyarakat, sehingga edukasi mengenai layanan publik dapat menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas sekaligus memperkuat partisipasi warga dalam pembangunan daerah.
0 Komentar