Lewati ke konten utama
1/3

Swara Cah Wonosobo, Wadah Aspirasi Anak untuk Pembangunan Daerah yang Ramah Anak

Admin
30 kali dilihat

Semangat partisipasi anak dalam pembangunan daerah mengemuka dalam kegiatan Swara Cah Wonosobo (SCW) Tahun 2026, di Pendopo Selatan Kabupaten Wonosobo, Kamis (25/6/2026). Kegiatan yang diinisiasi Forum Anak Kreatif Kabupaten Wonosobo ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk menyampaikan aspirasi, gagasan, dan harapan demi mewujudkan Kabupaten Wonosobo yang semakin ramah anak.

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, saat membuka acara menyampaikan, Swara Cah Wonosobo merupakan ruang istimewa yang memungkinkan anak-anak menyampaikan secara langsung berbagai kebutuhan, harapan, serta pandangan mereka terhadap masa depan daerah.

“Anak-anak bukanlah objek pasif yang hanya menerima hasil pembangunan, tetapi merupakan subjek pembangunan yang memiliki hak untuk didengar dan dilibatkan dalam proses pembangunan daerah,” ujar Afif.

Bupati juga menegaskan, bahwa setiap ide, sudut pandang, dan harapan yang lahir dari anak-anak merupakan aset berharga yang perlu menjadi pertimbangan dalam penyusunan kebijakan publik yang lebih inklusif, humanis, dan sesuai kebutuhan anak.

Komitmen tersebut, lanjutnya, menjadi landasan Pemerintah Kabupaten Wonosobo untuk terus memperluas ruang partisipasi anak dalam berbagai proses perencanaan pembangunan daerah sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kabupaten Layak Anak secara paripurna.

Afif mengajak generasi muda Wonosobo untuk aktif menyampaikan pendapat secara santun, demokratis, dan konstruktif. Harapannya, anak-anak menjadi pelopor kebaikan di lingkungan masing-masing dengan menghindari pernikahan usia dini, menolak segala bentuk kekerasan dan perundungan, menjauhi narkoba, serta memanfaatkan teknologi secara bijak.

“Jadikan teknologi sebagai ruang belajar yang produktif sekaligus sarana untuk saling menguatkan kesehatan mental sesama remaja di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Panitia SCW, Firdaus, menyampaikan kegiatan ini sebagai wadah bagi anak-anak untuk berpendapat, berbagi ide, dan berkontribusi dalam pembangunan daerah menuju Kabupaten Layak Anak.

“Kami berharap Wonosobo tidak hanya maju dari sisi pembangunan dan infrastruktur, tetapi juga menjadi daerah yang aman, nyaman, bebas dari kekerasan, ramah terhadap tumbuh kembang anak, serta memiliki ruang-ruang kreatif yang mendukung pengembangan potensi generasi muda,” ungkap Firdaus.

Kegiatan ini diikuti oleh Forum Anak dari sembilan kecamatan di Wonosobo serta berbagai organisasi dan komunitas anak dan remaja. Hadir pula perwakilan Forum Anak Jawa Tengah, Mas Mbak Wonosobo, Duta Genre, Duta Siswa, Komunitas Pelajar Anti Narkoba, Forum OSIS Wonosobo, Sobat FORKOS, organisasi pelajar dan pemuda lintas agama, perwakilan OSIS SMP dan SMA se-Kabupaten Wonosobo, hingga peserta dari sekolah luar biasa (SLB).

Setelah sesi pembukaan, seluruh peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok diskusi untuk membahas berbagai isu yang berkaitan dengan hak anak, pendidikan, kesehatan, perlindungan anak, ruang kreativitas, lingkungan, serta tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini. Hasil diskusi tersebut diharapkan menjadi masukan strategis bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang lebih berpihak kepada anak.

Menurutnya, suara anak-anak tidak hanya untuk didengar, tetapi juga menjadi bagian penting dalam proses pembangunan daerah. Forum ini sekaligus menjadi bukti bahwa anak-anak Wonosobo memiliki semangat, kepedulian, dan gagasan besar untuk ikut membangun masa depan daerah yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan tanda *

Berapakah 8 + 4 ?