Lewati ke konten utama

Perkuat Pengawasan Bapokting, Pupuk Bersubsidi, dan LPG 3 Kg, Pemkab Laksanakan Monev Terpadu

Admin
62 kali dilihat

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terpadu pada sektor bahan pokok penting (Bapokting), pupuk bersubsidi, serta tabung gas LPG 3 kilogram, Selasa, (14/07/2026), di beberapa lokasi di Wonosobo, menjadi salah satu upaya Pemerintah Daerah dalam menjaga stabilitas pasokan, keterjangkauan harga, dan ketepatan sasaran distribusi kebutuhan masyarakat.

Monev dibagi ke dalam tiga tim, yang diterjunkan kesejumlah titik strategis guna memperoleh gambaran riil mengenai kondisi pasokan, distribusi, serta perkembangan harga di lapangan.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Wonosobo, Lintang Esti Pramanasari, mengatakan bahwa pelaksanaan Monev merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam memastikan distribusi komoditas strategis berjalan dengan baik, sekaligus menjadi dasar penyusunan langkah antisipatif apabila ditemukan potensi permasalahan.

"Monitoring dan Evaluasi (Monev) pada tiga sektor, yaitu kondisi dan ketersediaan Bahan Pokok Penting (Bapokting), penyaluran dan realisasi penyerapan pupuk bersubsidi melalui Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3), serta pengendalian harga dan pasokan tabung gas LPG 3 kilogram Tahun Anggaran 2026 dilaksanakan dalam rangka menjamin stabilitas pasokan, keterjangkauan harga, serta ketepatan sasaran penyaluran guna mendukung ketahanan pangan dan menjaga daya beli masyarakat," ujar Lintang.

Tim pertama melaksanakan Monitoring dan Evaluasi Bahan Pokok Penting (Bapokting) di Pasar Kertek dan Pasar Induk Wonosobo. Kegiatan difokuskan pada pemantauan harga, ketersediaan stok, serta kelancaran distribusi berbagai komoditas pangan strategis yang menjadi kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Tim kedua melakukan Monitoring dan Evaluasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi melalui Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3). Lokasi pengawasan meliputi gudang pupuk di Selokromo, distributor, hingga agen penyalur di kawasan Pasar Induk Wonosobo. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh mulai dari aspek legalitas hingga mekanisme penyaluran.

Sementara itu, tim ketiga melaksanakan Monitoring dan Evaluasi penyaluran tabung gas LPG 3 kilogram di SPBE Sawangan dan sejumlah agen resmi. Pengawasan difokuskan untuk memastikan ketersediaan stok, kelancaran distribusi, serta kepatuhan terhadap ketentuan harga eceran yang berlaku sehingga masyarakat tetap memperoleh akses energi bersubsidi secara tepat sasaran.

Berdasarkan hasil pemantauan di Pasar Kertek dan Pasar Induk Wonosobo, mayoritas komoditas bahan pokok mengalami kenaikan harga dibandingkan pekan sebelumnya yang sempat menunjukkan tren penurunan.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat seiring dimulainya tahun ajaran baru sekolah. Bertambahnya permintaan pasar menyebabkan sejumlah harga komoditas kembali mengalami penyesuaian setelah sebelumnya bergerak fluktuatif.

Secara umum, kenaikan harga masih berada pada tingkat yang relatif wajar dan pasokan berbagai kebutuhan pokok tetap tersedia. Pemerintah daerah memastikan kondisi tersebut akan terus dipantau secara berkala agar tidak berkembang menjadi gejolak yang berpotensi mengganggu stabilitas pasar.

Salah satu komoditas yang menjadi perhatian dalam Monev kali ini adalah daging sapi. Dari hasil pemantauan, harga daging sapi telah mencapai sekitar Rp150.000 per kilogram dan menunjukkan tren kenaikan secara berkelanjutan sejak Hari Raya Idulfitri.

Hasil penelusuran di lapangan menunjukkan bahwa kenaikan harga dipicu oleh terbatasnya ketersediaan sapi siap potong di tingkat peternak, sehingga memengaruhi pasokan di pasar.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Wonosobo bersama instansi terkait akan melakukan koordinasi lebih lanjut untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam menjaga keseimbangan pasokan, mengantisipasi kelangkaan, serta menekan dampak kenaikan harga terhadap daya beli masyarakat.

Selain memantau perkembangan harga pangan, pemerintah juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyaluran pupuk bersubsidi melalui KP3. Pengawasan dilakukan untuk memastikan pupuk bersubsidi tersalurkan sesuai ketentuan dan benar-benar diterima oleh petani yang berhak.

Aspek yang menjadi fokus pemeriksaan meliputi legalitas dan administrasi penyalur, sarana serta sistem penyimpanan pupuk, ketersediaan stok dan kesesuaian alokasi, administrasi penyaluran kepada petani, dan kepatuhan terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET).

Selain itu, juga memantau transparansi serta pelaporan distribusi, pengawasan terhadap potensi penyimpangan, dan identifikasi kendala beserta tindak lanjut penyelesaiannya.

Melalui Monitoring dan Evaluasi terpadu ini, Pemerintah Kabupaten Wonosobo menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas pasokan kebutuhan pokok, menjamin kelancaran distribusi pupuk bersubsidi, serta memastikan ketersediaan LPG 3 kilogram bagi masyarakat. Hasil Monev akan menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar penyusunan kebijakan lanjutan agar stabilitas ekonomi daerah, ketahanan pangan, dan daya beli masyarakat tetap terjaga.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan tanda *

Berapakah 2 + 7 ?