Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Wonosobo bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Training of Trainers (TOT) Duta Literasi Keuangan bagi pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Wonosobo, Senin (31/8/2026). Masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kecamatan, mengirimkan dua perwakilan sehingga ada sekitar 108 kader literasi keuangan.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Mangoenkoesoemo Setda Wonosobo tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di bidang literasi dan inklusi keuangan, sekaligus mendukung pelaksanaan Program Roadshow Edukasi Literasi Keuangan dan Sosialisasi Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) di 15 kecamatan se-Kabupaten Wonosobo tahun 2026.
Sekretaris Daerah, One Andang Wardoyo, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan TOT dilatarbelakangi oleh masih adanya kesenjangan antara tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat yang dapat membuka celah terhadap maraknya investasi ilegal, pinjaman online ilegal, serta judi online. Karena itu, penguatan kapasitas ASN dipandang penting agar mereka mampu menjadi rujukan informasi literasi keuangan yang benar bagi rekan kerja maupun masyarakat.
“Kita ingin para kader literasi keuangan ini tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu menyampaikan kembali pengetahuan tersebut kepada masyarakat dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Mereka akan menjadi kepanjangan tangan dalam memperluas edukasi keuangan hingga ke tingkat kecamatan dan masyarakat,” ucapnya.
Ia menambahkan, keberadaan kader menjadi penting dalam menghadapi semakin beragamnya tawaran produk dan layanan keuangan, termasuk potensi aktivitas keuangan ilegal. Oleh karena itu, masyarakat perlu dibekali kemampuan untuk membedakan produk keuangan yang legal dan masuk akal sebelum mengambil keputusan.
Sementara itu, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan literasi keuangan sebagai bagian dari upaya melindungi masyarakat sekaligus memperkuat kesejahteraan ekonomi.
“Literasi keuangan ini sangat penting karena masyarakat harus memiliki pengetahuan yang cukup sebelum menggunakan produk atau layanan keuangan. Jangan sampai masyarakat mudah tergiur dengan tawaran yang menjanjikan keuntungan besar, tetapi justru berujung pada kerugian,” ujar Afif Nurhidayat.
Menurut Bupati, pemerintah daerah akan terus mendorong sinergi dengan berbagai pihak dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Ia berharap para peserta TOT dapat menjalankan perannya secara aktif sehingga edukasi literasi keuangan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas, termasuk di tingkat kecamatan dan desa.
Di sisi lain, Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah dan DIY, Hidayat Prabowo, menekankan bahwa peningkatan literasi keuangan harus berjalan beriringan dengan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai bentuk aktivitas keuangan ilegal.
“Masyarakat perlu membiasakan diri untuk selalu menggunakan prinsip legal dan logis atau 2L. Sebelum menggunakan produk atau layanan keuangan, pastikan legalitasnya dan pikirkan apakah penawarannya logis atau masuk akal,” tegas Hidayat.
Ia menjelaskan, edukasi tersebut menjadi semakin penting di tengah maraknya berbagai modus penawaran investasi ilegal, pinjaman online ilegal, maupun aktivitas keuangan lainnya yang berpotensi merugikan masyarakat. Karena itu, para kader diharapkan tidak hanya menjadi penerima materi, tetapi juga mampu menjadi sumber informasi yang benar dan membantu masyarakat mengenali serta menghindari aktivitas keuangan ilegal.
“Edukasi tidak cukup dilakukan di satu tempat. Kita perlu membangun jejaring sampai ke tingkat kecamatan agar informasi yang benar mengenai literasi dan inklusi keuangan bisa diterima masyarakat secara lebih luas,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, peserta dibekali pemahaman dasar mengenai literasi dan inklusi keuangan, pengelolaan keuangan, serta prinsip Legal dan Logis (2L) sebelum menggunakan produk dan layanan keuangan. Peserta juga mendapatkan materi mengenai kewaspadaan terhadap investasi ilegal, pinjaman online ilegal, dan judi online, termasuk langkah pencegahan serta pelaporan melalui Satgas PASTI.
Program TOT ini juga menjadi bagian dari pembentukan dan penguatan jejaring Kader Literasi Keuangan (KALIKA). Para kader dipersiapkan untuk membantu memobilisasi peserta sosialisasi, meningkatkan kapasitas dalam memahami dan menyampaikan materi literasi keuangan, serta mendorong kolaborasi antara Kader Literasi Keuangan, pemerintah kecamatan, TPAKD, OJK, dan perbankan.
Melalui sinergi TPAKD Kabupaten Wonosobo, OJK Provinsi Jawa Tengah, pemerintah kecamatan, dan perbankan lokal, kegiatan ini diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi keuangan hingga tingkat akar rumput serta meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai bentuk aktivitas keuangan ilegal.