Termasuk Kategori Desa Terpencil, 4 KUBE Di Kumejing Dibantu
Dari hasil pengamatan langsung di keempat KUBE, serta wawancara dengan Kepala Desa setempat, Suratno, Teguh menyimpulkan, Kumejing masuk dalam kategori desa terpencil karena kondisi geografis. Jauh dari ibukota Kabupaten, dan keterbatasan akses masuk ke desa, serta kondisi riil masyarakat setempat, menjadikan Kumejing cukup terisolir. Hal itu berimbas pada kurang berkembangnya empat kelompok usaha bersama (KUBE), yang bergerak dalam bidang kerajinan sapu dan kesed, keduanya dari dari serabut kelapa, pembuatan lanting dan sale pisang, serta pembuatan nata de coco. Teguh berharap, dengan adanya bantuan dari APBD Propinsi Jawa Tengah, melalui skema pemberdayaan sosial komunitas adat terpencil (PSKAT), keempat KUBE di Desa Kumejing tersebut akan dapat lebih berkembang di masa mendatang.
Lebih lanjut, Teguh juga menerangkan, selain di Wonosobo, pemberian bantuan melalui skema PSKAT juga diberikan kepada desa-desa terpencil lain di 4 Kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Demak, Grobogan, Blora, dan Kendal. Besaran dana bantuan yang diberikan juga sangat variatif, tergantung kebutuhan masing-masing desa. Secara bertahap, bantuan tersebut akan diberikan hingga jangka waktu 3 tahun ke depan, dengan harapan, perkembangan yang dicapai masing-masing desa, dari waktu ke waktu terlihat lebih jelas. Bagi Kades setempat, Teguh berharap agar dana yang diterima akan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk pemberdayaan masyarakat di Kumejing, sehingga kelak, mampu meningkatkan kesejahteraan mereka.
Atas kesediaan Dinsos Propinsi membantu Kumejing tersebut, Kadinsos Agus Purnomo mengaku sangat bersyukur. Menurut Agus, yang sudah beberapa kali mengunjungi Kumejing, kondisi masyarakat di desa yang menggantungkan hidup dari bertani, berkebun dan perikanan itu, sudah waktunya mendapat perhatian lebih. Dengan adanya bantuan dana melalui PSKAT, Agus juga sangat berharap, masyarakat Kumejing akan lebih bersemangat dalam berkarya, untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarganya. Dengan optimalisasi potensi sumber daya alam, seperti kelapa dan budidaya ikan, Agus meyakini, Desa Kumejing akan sejajar dengan desa lain di Kabupaten Wonosobo, dan lepas dari kategori terpencil.
Senada, Kepala Desa Kumejing, Suratno juga menyambut baik kehadiran Dinsos Propinsi di desanya. Kepada rombongan Dinsos Propinsi dan Dinsos Kabupaten, suami dari Watini tersebut menegaskan komitmen untuk mengalokasikan dana bantuan untuk meningkatkan derajat kesejahteraan warga Kumejing.
0 Komentar