Lewati ke konten utama

Uji Keunggulan Meland-1, Hadirkan Benih Bawang Daun Unggul Asli Wonosobo

Admin
31 kali dilihat

Menghadirkan benih bawang daun unggul asli Wonosobo menunjukkan perkembangan positif. Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (Dispaperkan) Kabupaten Wonosobo bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali melaksanakan pengulangan uji keunggulan Varietas Bawang Daun Meland-1, Selasa (7/7/2026), di Kompleks Kebun Belajar dan Riset Dispaperkan Kabupaten Wonosobo.

Pengujian ini menjadi tahapan penting dalam proses pelepasan Meland-1 dari status Varietas Unggul Lokal menjadi Varietas Unggul Baru (VUB) yang nantinya dapat diproduksi dan dipasarkan secara lebih luas sebagai benih unggul nasional.

Koordinator Tim Peneliti BRIN, Dr. Retno Pangestuti, menjelaskan bahwa Meland-1 merupakan varietas bawang daun lokal hasil identifikasi dan karakterisasi yang telah didaftarkan ke Kementerian Pertanian Republik Indonesia pada akhir tahun 2024. Pada awal tahun 2025, varietas tersebut resmi memperoleh sertifikat sebagai Varietas Unggul Lokal.

Sebagai tahapan menuju pelepasan varietas, Meland-1 harus melalui serangkaian uji keunggulan untuk membuktikan performanya dibandingkan varietas yang telah beredar di pasaran.

"Pada Oktober 2025 lalu kami telah melaksanakan uji keunggulan tahap pertama dengan pembanding varietas Bahana, Lara, dan Blis. Hasilnya menunjukkan bahwa Meland-1 memiliki ketahanan yang paling baik ketika dibudidayakan pada musim hujan," jelas Retno.

Karena itu, pada tahun 2026 pengujian kembali dilakukan dengan kondisi lingkungan yang berbeda, yakni pada musim kemarau.

"Uji keunggulan yang kedua ini kami lakukan pada musim kemarau untuk melihat kemampuan adaptasi Meland-1 terhadap kondisi yang berbeda. Kami tetap menggunakan varietas Bahana, Lara, dan Blis sebagai pembanding sehingga data yang dihasilkan benar-benar objektif dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah," ujarnya.

Pengujian ditandai dengan penanaman bibit bawang daun yang telah disemai selama 35 hari. Selama kurang lebih dua bulan ke depan, tim peneliti BRIN bersama Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo akan melakukan pengamatan secara berkala terhadap seluruh varietas yang diuji.

Berbagai parameter akan diamati, mulai dari pertumbuhan tanaman, kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan, ketahanan terhadap cekaman musim kemarau, hingga potensi hasil panen.

Apabila sesuai jadwal, tanaman diperkirakan sudah dapat dipanen pada umur sekitar 65 hari setelah tanam, yang kemudian dilanjutkan dengan evaluasi dan penilaian akhir terhadap seluruh data hasil penelitian.

Retno menegaskan, seluruh tahapan tersebut menjadi syarat penting sebelum Meland-1 dapat diajukan memperoleh izin pelepasan sebagai varietas unggul baru.

"Kami berharap hasil pengujian musim kemarau ini kembali menunjukkan performa yang baik sehingga Meland-1 memenuhi seluruh persyaratan pelepasan varietas. Semakin lengkap data yang diperoleh, semakin kuat dasar ilmiah untuk proses pelepasannya," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo, Dwiyama Satyani, berharap seluruh tahapan pengujian dapat berjalan sesuai rencana sehingga pada tahun 2026 Meland-1 dapat memperoleh izin pelepasan sekaligus izin edar sebagai varietas unggul baru.

Menurutnya, keberhasilan tersebut akan menjadi tonggak penting bagi pengembangan komoditas hortikultura unggulan Kabupaten Wonosobo.

"Harapan kami, tahun ini Meland-1 sudah memperoleh izin pelepasan dan izin edar sehingga dapat dikembangkan secara lebih luas sebagai salah satu produk unggulan Kabupaten Wonosobo," ujar Dwiyama.

Ia menilai keberadaan benih unggul lokal akan memberikan banyak manfaat bagi petani. Selama ini sebagian kebutuhan benih masih bergantung pada pasokan dari luar daerah sehingga biaya produksi relatif lebih tinggi.

Dengan hadirnya benih lokal yang telah terbukti memiliki performa baik, petani diharapkan memperoleh benih berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus lebih sesuai dengan kondisi agroklimat Wonosobo.

"Selain dapat menekan biaya produksi, pengembangan benih bawang daun lokal ini juga diharapkan membantu petani dalam mengatur pola tanam sehingga mampu mengurangi potensi kerugian akibat fluktuasi harga maupun kelebihan produksi," jelasnya.

Lebih jauh, Dwiyama berharap Meland-1 nantinya tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga mampu meningkatkan daya saing sektor pertanian Wonosobo melalui penyediaan benih unggul yang adaptif, produktif, dan berkelanjutan.

Di sisi lain, Retno Pangestuti juga mengapresiasi sinergi yang telah terjalin antara BRIN dan Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam pengembangan inovasi pertanian berbasis riset.

Menurutnya, kolaborasi tersebut terus berkembang dari tahun ke tahun, bahkan kini mendapat dukungan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Wonosobo dalam pelaksanaan berbagai kegiatan penelitian.

"Kami berharap kerja sama yang sudah terjalin semakin solid dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya petani di Wonosobo. Tahun ini Bappeda juga telah memberikan dukungan terhadap kegiatan riset yang kami lakukan. Mudah-mudahan ke depan semakin banyak riset yang dapat kita laksanakan bersama sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat Wonosobo secara umum," pungkas Retno.

Pengembangan Varietas Meland-1 menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Wonosobo untuk mendorong kemandirian benih hortikultura, memperkuat inovasi berbasis potensi lokal, sekaligus meningkatkan nilai tambah sektor pertanian. Dengan dukungan riset yang berkelanjutan, Meland-1 diharapkan mampu menjadi varietas bawang daun unggulan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan petani Wonosobo, tetapi juga berkontribusi terhadap pengembangan pertanian nasional.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan tanda *

Berapakah 1 + 2 ?