Sekretaris Daerah, Drs Eko Sutrisno Wibowo MM seusai rakor memberi penjelasan terkait ketiga poin utama tersebut. Ketiganya, dikatakan Eko meliputi, rencana membuat program untuk mengantisipasi kejadian bencana, dengan memetakan titik-titik rentan di 15 wilayah Kecamatan se-Wonosobo. Untuk keperluan tersebut, Eko mengaku telah meminta para Camat agar melakukan pemetaan secepatnya, serta segera melaporkan hasilnya kepada Bupati. Selanjutnya, rapat tersebut juga menghasilkan perhitungan estimasi kebutuhan biaya yang akan dialokasikan untuk penanggulangan dampak bencana. Untuk keperluan tersebut, Eko menjelaskan bahwa dana tak tersangka (TT) milik pemerintah daerah sudah menipis, sehingga diperlukan skema lain yang memungkinkan. Perhitungan awal yang menghasilkan angka 13,7 Milyar Rupiah untuk memperbaiki berbagai sarana dan fasilitas umum yang rusak dikatakan Eko masih bisa berkembang lagi. Pihaknya bahkan memperkirakan dana yang dibutuhkan untuk bantuan bagi para korban dan perbaikan infrastruktur bisa mencapai 15 Milyar Rupiah. Untuk itu, selain akan mengajukan permohonan dana bantuan ke Propinsi maupun Pusat, Eko juga terus menjalin komunikasi dengan unsur legislatif agar bisa diperoleh solusi terbaik.
Perlunya identifikasi dan perbaikan infrastruktur tersebut sekaligus menjadi poin terakhir yang dihasilkan dari rakor tersebut. Sekda berharap untuk infrastruktur yang rusak akibat bencana, seperti jalan dan jembatan dapat sesegera mungkin didata agar bisa diusulkan untuk perbaikan pada pihak-pihak terkait. Eko mengaku telah bertemu dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan membicarakan langkah-langkah untuk penanganan pascabencana, termasuk skema usulan biaya yang diperlukan.
0 Komentar