Mengantisipasi peredaran minuman maut tersebut di masyarakat luas, Hadi berharap FKDM mampu meningkatkan peran dan partisipasi di wilayah masing-masing. Dalam sarasehan yang diikuti oleh FKDM dari semua desa di 4 Kecamatan, meliputi Wonosobo, Selomerto, Sukoharjo, dan Leksono tersebut, Hadi juga mengungkap berbagai hal aktual terkait kondisi keamanan dan ketertiban di Kabupaten Wonosobo. Selain miras oplosan, pihaknya juga mengaku cukup sering menemukan pelanggaran jam sekolah oleh pelajar. Pelanggaran tersebut menurut Hadi bisa berujung perbuatan-perbuatan asusila yang berpotensi menghancurkan masa depan mereka. Adanya siswa sekolah yang berada di kawasan wisata saat jam pelajaran, berduaan dengan lawan jenis di warung internet, hingga dilaporkan hilang oleh orang tuanya dan ternyata sudah dikeluarkan sekolah menjadi catatan negatif yang menurut Hadi perlu diseriusi semua pihak.
Keprihatinan terhadap kondisi dan situasi kamtibmas tersebut, menurut Hadi juga dirasakan Bupati Wonosobo, HA Kholiq Arif. Karena itu, Bupati merasa perlu mengaktifkan kembali FKDM, sebuah forum yang dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2008, dan didalamya berisi unsur Camat, Muspika, Kades/Kalur, Sekdes dan tokoh agama serta tokoh masyarakat. Dari mereka, Hadi berharap agar mulai lingkup terkecil di masyarakat, sudah ada upaya untuk mencegah tindakan-tindakan yang dinilai bertentangan dengan norma-norma keseharian. Untuk keperluan menyiagakan FKDM tersebut, pihak Kesbangpolinmas akan menggelar roadshow di semua wilayah, dengan melibatkan Kodim 0707 dan Polres Wonosobo.
Inisiasi pihak Kesbangpol untuk mengaktifkan FKDM tersebut disambut positif Wakil Bupati Wonosobo, Dra Hj Maya Rosida MM. Maya yang mengurai paparan berjudul Optimalisasi FKDM, menyebut bahwa keberadaan forum tersebut hingga ke tingkat desa akan sangat bermanfaat bagi upaya mewujudkan situasi dan kondisi kamtibmas yang kondusif di Kabupaten Wonosobo. Karena itu, kepada para Camat beserta Muspika, hingga Kades/Kalur beserta para perangkat dan tokoh-tokoh agama maupun tokoh masyarakat, Maya meminta agar mereka mengedapankan komunikasi dan koordinasi intensif ketika mengetahui adanya potensi-potensi kerawanan di wilayah masing-masing.
0 Komentar