Diperingatinya Hari Ibu ke-86 secara sederhana, menurut Wakil Bupati sudah tepat, mengingat saat ini di Kabupaten Wonosobo tengah dilingkupi suasana prihatin. Selain beberapa musibah longsor yang terjadi hampir di semua wilayah beberapa waktu lalu, Wabup juga menyebut kejadian terbakarnya pasar induk Wonosobo selayaknya menggugah keprihatinan semua pihak. Terlebih, kejadian kebakaran pasar induk tersebut telah membuat sebagian besar pedagang yang kebanyakan terdiri dari kaum ibu terpaksa kehilangan harta bendanya. Wabup berharap adanya serangkaian musibah tersebut tak mematahkan semangat kaum perempuan di Wonosobo. Peringatan Hari Ibu Ke-86, diharapkan Wabup akan mampu mengangkat dan membangkitkan kembali semangat para korban bencana, baik yang mengalami kerugian material akibat tanah longsor, maupun yang memiliki aktivitas berdagang di Pasar Induk Wonosobo.
Maya juga menyebut bahwa dengan peringatan Hari Ibu, yang diisi pula story telling oleh pelajar SMK 1 Wonosobo asal Desa Igirmranak Kejajar tersebut, dapat dimaknai secara lebih mendalam. Bagi yang masih dapat berbakti kepada ibundanya, Maya meminta agar hal itu dilakukan sepenuh hati. Pun demikian bagi yang ibunya telah tiada, tanda bakti juga tetap dapat dilakukan dengan terus mendo’akan agar almarhumah ibu diberikan tempat terbaik di sisi Nya.
Terkait upaya Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam meningkatkan derajat kesejahteraan kaum perempuan, Maya mengaku bersyukur dengan telah diterimanya Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2014. Penghargaan tersebut, dikatakan Maya merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, atas implementasi pengarusutamaan gender (PUG) di Kabupaten Wonosobo. Diharapkan, dengan telah diterimanya APE, upaya untuk meningkatkan kiprah kaum perempuan di Wonosobo semakin gencar dilakukan.
Tanggapan positif atas digelarnya resepsi Hari Ibu secara sederhana juga datang dari anggota Komisi D DPRD, Handayani. Politisi dari Partai Nasdem tersebut mengakui bahwa jasa-jasa para ibu memang layak untuk mendapat perhatian lebih. Tak hanya setiap tanggal 22 Desember, ibu 3 anak yang akrab dengan sapaan Yani tersebut menilai, penghormatan kepada para ibu selayanknya dilakukan setiap hari.
0 Komentar