Bupati Lantik 112 Pejabat Manajerial, Wujudkan Percepatan Layanan Publik Berkualitas
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, melantik dan mengambil sumpah/janji 112 pejabat manajerial di lingkungan Pemerintah Kabupaten Wonosobo, Jumat (29/8/2025), di Pendopo Selatan. Hal ini, sebagai bagian dari langkah strategis percepatan pengisian jabatan dan optimalisasi pelayanan publik.
Dalam sambutannya, Afif menyampaikan bahwa pelantikan ini bukan sekadar proses administratif, namun merupakan titik awal pengabdian yang lebih luas sebagai aparatur negara, aparatur pemerintahan, dan abdi masyarakat.
“Pengangkatan ini saya harap dapat menjadi awal bagi terlaksananya pelayanan publik yang senantiasa prima, berkualitas, dan efektif,” tegas Bupati.
Ia juga mendorong seluruh pejabat yang baru dilantik untuk senantiasa meningkatkan kompetensi dan kapasitas diri, serta berupaya mewujudkan core values ASN BerAKHLAK, yang menjadi fondasi penguatan birokrasi modern dan profesional di Kabupaten Wonosobo.
“Teruslah berinovasi, beradaptasi dengan tantangan zaman, serta menjaga integritas dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” lanjut Afif.
Bupati juga menekankan bahwa birokrasi saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, termasuk tuntutan masyarakat yang semakin tinggi serta percepatan transformasi digital. Oleh karena itu, setiap ASN dituntut untuk Membangun komunikasi publik yang baik dan terbuka, responsif terhadap aspirasi masyarakat dan mampu menghadirkan solusi yang cepat dan tepat.
Dalam konteks ini, ASN didorong untuk tidak berhenti belajar, baik melalui pendidikan formal, pelatihan teknis, maupun pelatihan daring seperti Massive Open Online Course (MOOC) yang kini tersedia luas secara gratis.
Pengisian jabatan kali ini telah difasilitasi dengan sistem Integrated Mutasi, sebuah aplikasi yang memastikan proses berjalan secara tertib, transparan, dan akuntabel. Pemerintah juga terus menyempurnakan sistem manajemen ASN melalui penyusunan Manajemen Talenta.
“Dengan adanya peta talenta, kita akan memiliki basis data kompetensi yang akurat. Ini penting agar prinsip the right man on the right place dapat benar-benar diterapkan,” tandas Bupati.
Dalam kesempatan yang sama, Afif juga menyampaikan kabar gembira dari sektor kesehatan. Dimana, RSUD KRT. Setjonegoro Wonosobo resmi naik status dari tipe C menjadi tipe B, yang sekaligus berdampak pada penyesuaian struktur organisasi rumah sakit.
Posisi pimpinan yang semula berada pada level Administrator (Eselon III.a) kini meningkat menjadi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II.b). Pengisian jabatan strategis ini akan dilakukan melalui mekanisme seleksi terbuka, dengan harapan hadirnya kepemimpinan yang lebih profesional dan visioner untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan masyarakat Wonosobo.
Bupati juga menekankan pentingnya serah terima jabatan yang cepat dan lancar, serta kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi di tempat kerja baru. Sehingga, terbentuk birokrasi yang semakin kuat dan mampu menghadirkan layanan yang efektif, efisien, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
“Kuasai aturan dan regulasi, pahami indikator kinerja jabatan, dan lakukan inovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Jadikan pelantikan hari ini sebagai pijakan penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang adaptif, profesional, dan berpihak kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Wonosobo, Iwan Widayanto, menjelaskan bahwa pelantikan kali ini melibatkan 112 pejabat dengan rincian 60 promosi dan 52 rotasi yang terdiri dari Sekretaris Dinas, Camat, Kepala Bagian, Kepala Bidang, Sekretaris Kecamatan (Sekcam), Kepala Kelurahan (Lurah) dan Sekretaris Kelurahan (Seklur).
“Rotasi dan mutasi merupakan hal yang wajar dalam pemerinatah . Proses ini telah melalui mekanisme yang sesuai, mengingat masa kepemimpinan Bupati telah memasuki enam bulan per 20 Agustus, sehingga pelantikan ini tidak memerlukan izin dari Kemendagri,” terang Iwan.
Ia pun mengajak seluruh pejabat untuk menjadi ASN yang adaptif dan akomodatif terhadap perubahan, serta menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan menggembirakan.
0 Komentar