Bupati Wonosobo Dampingi Baznas Salurkan Bantuan Sembako untuk Pemulung di TPA Wonorejo
Pemerintah Kabupaten Wonosobo bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Wonosobo menyalurkan bantuan sembako dan masker kepada para pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Wonorejo, Rabu (7/1/2026). Kegiatan ini, bagian dari perhatian Pemerintah Kabupaten Wonosobo terhadap kelompok masyarakat yang menggantungkan penghidupannya di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Wonorejo.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, menekankan pentingnya perhatian terhadap aspek kesehatan dan keselamatan warga yang sehari-hari beraktivitas di lingkungan TPA.
“Hari ini kami membersamai Baznas untuk memberikan kasih sayang kepada teman-teman pemulung yang setiap hari berada di area TPA. Mereka mengambil dan memilah sampah yang masih bisa dimanfaatkan. Tanpa mereka, pengelolaan sampah akan jauh lebih berat,” ujar Afif.
Tegas Bupati, para pemulung merupakan mitra Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam mendukung pengelolaan sampah daerah. Namun di sisi lain, aktivitas yang mereka lakukan memiliki risiko kesehatan yang tinggi.
“Sampah diturunkan dari mobil, mereka sudah menunggu di bawah lalu langsung mengurai. Risiko penyakit sangat tinggi. Karena itu tadi saya sampaikan agar penyemprotan rutin dilakukan, dan pemberian masker ini paling tidak bisa membantu menjaga kesehatan mereka,” jelasnya.
Selain bantuan sembako, Baznas juga menyalurkan masker kesehatan sebagai bentuk perhatian terhadap keselamatan kerja para pemulung. Afif berharap ke depan dukungan dapat ditingkatkan dalam bentuk alat pelindung lainnya.
“Kalau nanti ada anggaran lagi, bisa dibantu sarung tangan atau sepatu boot. Itu penting agar teman-teman pemulung bisa bekerja dengan lebih aman dan sehat,” tambahnya.
Bupati menyampikan, Pemerintah Daerah merencanakan perluasan TPA Wonorejo pada tahun 2027, sekaligus terus mendorong pengurangan sampah dari hulu.
“Masyarakat tentu berharap bisa zero waste di rumah masing-masing, meskipun itu berat. Tapi kita harus tetap optimis. Saat ini di kecamatan dan desa sudah mulai dibangun TPS 3R secara bertahap agar sampah yang masuk ke TPA bisa berkurang,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya optimalisasi pengolahan sampah di TPA, agar yang dibuang ke TPA benar-benar residu.
“Harapannya ke depan, sampah yang masuk ke sini sudah terfilter. Kalau kapasitas pengolahan bisa ditingkatkan, maka yang dibuang ke TPA benar-benar hanya residunya saja,” jelas Bupati.
Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Wonosobo H. Priyo Purwanto menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari program pendayagunaan zakat yang bersumber dari zakat Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Wonosobo.
“Kami mentasarufkan zakat untuk teman-teman yang bergerak di bidang kebersihan, khususnya pemulung di TPA. Kegiatan ini rutin kami lakukan dua kali dalam setahun, dan tahun ini kami menambah bantuan berupa masker,” jelasnya.
Menurutnya, bantuan yang disalurkan kepada 20 orang pemulung tersebut telah disesuaikan dengan kebutuhan kesehatan mereka.
“Ini merupakan bagian dari Program Baznas, yaitu Wonosobo Sehat. Isinya sudah kami perhitungkan, mulai dari sembako, susu, hingga masker, karena kesehatan pemulung sangat rentan, termasuk terhadap penyakit seperti TBC,” ungkapnya.
Baznas berharap, pengumpulan zakat dari ASN dapat terus ditingkatkan agar manfaatnya semakin luas bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Kami mengajak seluruh ASN di Kabupaten Wonosobo untuk terus menunaikan zakat melalui Baznas, sehingga dapat dikelola dan disalurkan secara tepat sasaran,” tambahnya.
Salah satu penerima bantuan, Sagiah, mengaku senang dan bersyukur atas bantuan yang diterimanya.
“Saya merasa senang dan berterima kasih atas bantuan sembako ini. Semoga membawa berkah untuk semuanya,” ungkapnya.
Melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Wonosobo dan Baznas, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi para pemulung sekaligus memperkuat upaya pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan dan berkeadilan di Kabupaten Wonosobo.
0 Komentar