Government Auto Show 2025, Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Kesadaran Pajak di Wonosobo
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, Jumat (7/11/2025), membuka secara resmi Wonosobo Government Auto Show (GAS) 2025 di Halaman Samsat Wonosobo. Kegiatan ini menjadi ajang kolaborasi antara Pemerintah Daerah, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Tengah, dan para pelaku industri otomotif, dalam memperkuat kesadaran masyarakat terkait pentingnya kontribusi fiskal bagi pembangunan daerah.
Melalui ajang ini, Bupati Wonosobo berharap, tumbuhnya kesadaran masyarakat dan rasa bangga menggunakan kendaraan berpelat AA.
“Dengan menggunakan kendaraan berpelat AA sebagai bentuk kecintaan, kepedulian, dan komitmen terhadap kemajuan daerah yang mendukung kesejahteraan masyarakat,” ujar Afif.
Menurutnya, ketaatan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi juga merupakan kontribusi nyata terhadap kemajuan Wonosobo. Setiap kendaraan berpelat AA memberikan dampak langsung terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Penerimaan pajak daerah ini akan memperluas ruang fiskal pemerintah untuk membiayai berbagai program prioritas seperti perbaikan jalan, pengembangan layanan publik, peningkatan kualitas pendidikan, dan pembangunan infrastruktur dasar lainnya,” jelasnya.
Wonosobo Government Auto Show 2025 bukan sekadar pameran otomotif, melainkan juga sarana edukasi publik dan inovasi pelayanan terpadu yang memperkuat kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
“Event ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Wonosobo untuk menghadirkan pelayanan publik yang inovatif, memperkuat perekonomian daerah, serta menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kontribusi pajak untuk pembangunan. Kampanye tertib pajak bukan cuma soal regulasi, tapi soal kontribusi nyata masyarakat bagi pembangunan,” tegasnya.
Menjelang tutup tahun, capaian pajak kendaraan bermotor (PKB) di Wonosobo sudah menyentuh 92 persen atau sekitar Rp 31 miliar. Sedangkan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) masih di angka 71 persen, atau kurang lebih Rp 13 miliar. Angka tersebut menunjukkan tren positif, walau dua bulan terakhir jadi masa krusial untuk mencapai target seratus persen sebelum tahun berakhir.
Bupati meminta seluruh elemen masyarakat dan pengusaha tidak tunda-tunda. "Harus tancap gas, dua bulan ini penentu apakah pembangunan kita bisa didorong lebih jauh," kata Afif.
Meski capaian pajak terbilang baik, tak sedikit warga yang masih kebingungan dengan sistem perpajakan dan perubahan aturan. Bupati menekankan pentingnya sosialisasi yang tidak hanya formal, tapi juga informatif dan ramah.
Kini masyarakat bisa mengecek status pajak kendaraan mereka secara online, sehingga transparansi dan akses lebih mudah didapat. Di kantor Samsat, setiap wajib pajak mendapat penjelasan rinci soal komponen pajak, pilihan biaya, hingga tata cara balik nama kendaraan.
Sementara itu, Kepala UPTD Samsat Wonosobo, Haris Triono, menjelaskan bahwa kegiatan ini diinisiasi oleh Bapenda Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Pemkab Wonosobo dan Samsat Wonosobo.
“Kegiatan ini bertujuan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus mendukung promosi sektor otomotif di daerah,” terang Haris.
Ia menambahkan, melalui pameran ini, diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat dalam melakukan pembelian kendaraan baru maupun alih kepemilikan, sehingga turut menggerakkan roda ekonomi daerah.
Event GAS 2025 akan dilaksanakan hingga Minggu, 9 November 2025 diikuti oleh puluhan dealer otomotif, terdiri dari 7 dealer roda empat dan 6 dealer roda dua, serta melibatkan pelaku kuliner dan UMKM lokal yang turut meramaikan pameran. Tidak hanya menampilkan produk kendaraan terbaru, kegiatan ini juga menyediakan berbagai layanan publik terpadu, antara lain: Samsat On The Spot, donor darah, Pemeriksaan kesehatan gratis, serta Stan informasi layanan pemerintah daerah lainnya.
0 Komentar