Lewati ke konten utama

Hijaukan Kota, Pemkab Gelar “Merdi Kota”

Admin
29 kali dilihat

“Merdi Kota” dimulai oleh gelar partisipasi relawan kota hijau, yang diikuti oleh ratusan PNS, pelajar, mahasiswa, komunitas “JAKILUN”, Forum Komunitas Hijau Wonosobo dan masyarakat, dengan membersihkan sampah di dalam dan seputaran alun-alun. Kegiatan ini dimulai pukul 07.00 WIB, setelah sebelumnya mereka senam aerobic bersama.

Mereka berkumpul di sebelah timur alun-alun, dan mulai berjalan bersama ke arah barat alun-alun, sambil mengambil sampah yang ada di dalam alun-alun, dengan alat-alat kebersihan yang mereka bawa. Setelah selesai di dalam alun-alun, mereka memutar di seputaran alun-alun, untuk melakukan hal yang sama. Selanjutnya sampah yang sudah diambil dikumpulkan di tempat yang sudah disediakan panitia.

Setelah mengambil sampah, seluruh peserta menuju Taman Kartini, yang berada di komplek Kantor Perpustakaan Wonosobo, untuk menyaksikan aksi Forum Komunitas Hijau dan Festival Hijau, berupa kampanye pembuatan 1.000 biopori.

Disambut oleh puluhan finalis Duta Wisata dan Duta Hijau, yang akan bertarung dalam grand final Duta Wisata dan Duta Hijau pada 6 September besok, ratusan PNS, pelajar, mahasiswa dan masyarakat berbaur bersama Wakil Bupati Wonosobo, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, anggota FKUB dan seluruh pejabat di lingkungan Pemkab Wonosobo, termasuk lurah-lurah dan kades se Kecamatan Wonosobo.

Sebelum pembuatan biopori, ratusan peserta dihibur oleh penampilan fashion show dari bahan daur ulang, yang diperagakan siswa-siswi SDN 1 Wonosobo. Dengan lagak layaknya peragawan peragawati profesional mereka berjalan berkeliling di dalam Taman Kartini di sepanjang jalan setapak, dengan diiringi tepuk tangan peserta, yang sebagian besar terhibur oleh gaya centil mereka, sambil menikmati sajian tempe kemul, geblek dan minuman ringan yang disediakan warga di sekitar Taman Kartini.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Wonosobo, Supriyanto, menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk mengkampayekan kesadaran lingkungan dan kehidupan berkelanjutan melalui delapan atribut kota hijau dalam bentuk aksi komunitas serta festival. Kegiatan ini juga berkolaborasi dengan program Duta Wisata yang merupakan agenda rutin untuk mempromosikan potensi wisata Kabupaten Wonosobo, melalui pemilihan Duta Hijau, yang baru tahun ini dilaksanakan.

Kegiatan ini sendiri merupakan tindak lanjut dari beberapa program dan kegiatan yang sudah dilaksanakan sebelumnya, khususnya sejak Bulan November 2012, yakni Wonosobo bersama 24 kabupaten/kota lain se-Indonesia berkomitmen dalam piagam pengembangan kota hijau.

Ada lima substansi dalam piagam ini, yang pertama, komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan dengan tetap melakukan perlindungan terhadap lingkungan alami yang mengacu Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Yang kedua, komitmen untuk mewujudkan secara bertahap standar lingkungan kota hijau mulai perencanaan dan perancangan ramah lingkungan, ketiga, komitmen penganggaran untuk rencana aksi kota hijau dan mekanisme koordinasi antar lembaga dan partisipasi aktif masyarakat, keempat, komitmen penganggaran memadai untukmerealisasikan Ruang Terbuka Hijau, dan kelima, memimpin segenap upaya realisasi kota hijau.

Dengan menandatangani piagam tersebut, Kabupaten Wonosobo memiliki tanggungjawab moral untuk mendorong implementasi 8 isu kota hijau kepada masyarakat dan berbagai elemen, yakni perencanaan dan perancangan kota yang ramah lingkungan, ketersediaan ruang terbuka hijau, konsumsi energi yang efisien, pengelolaan air yang efektif dan berkelanjutan, pengelolaan limbah dengan prinsip 3R, bangunan hemat energi atau bangunan hijau, penerapan sistem transportasi yang ramah lingkungan, dan peningkatan peran masyarakat sebagai komunitas hijau.

Untuk “Merdi Kota” kali ini Forum Komunitas Hijau Wonosobo yang melaksanakan aksi, berkolaborasi dengan berbagai elemen, untuk terus mengkampanyekan kota hijau, terutama pada aspek pemanfaatan ruang terbuka hijau. Kegiatan kali ini juga merupakan kelanjutan aksi komunitas yang sudah dimulai tahun 2013 dalam bentuk bersih-bersih sungai sepanjang Jalan Pemuda.

Sementara Wakil Bupati, Maya Rosida, didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Wonosobo dan pejabat Pemkab Wonosobo, sesaat setelah melakukan pembuatan bipori, menyampaikan “Merdi Kota” adalah bagian dari inisiatif mendorong kesadaran bersama untuk melakukan penataan lingkungan kota yang berkelanjutan. Inisiatif ini merupakan bagian dari proses Wonosobo untuk tetap konsisten dalam prinsip kepedulian terhadap lingkungan yang sudah dilaksanakan dalam 1 dekade terakhir.

Untuk tahun ini, tema utama aksi adalah pencanangan gerakan 1.000 biopori. Jumlah 1.000 biopori menurutnya tidak banyak, karena cukup dengan 50 sekolah atau kantor dan lembaga masing-masing membuat 20 biopori. Untuk itu, pihaknya menginstruksikan kepada SKPD terkait untuk melanjutkan program biopori ini sehingga tahun depan bukan lagi 1.000 biopori tetapi bisa 5.000 atau bahkan 10.000 biopori, serta diperluas ke segmen yang lebih besar termasuk masyarakat.

Jika sekolah dan kantor pemerintah sudah memberi contoh, maka praktek biopori bisa diadopsi oleh segenap elemen masyarakat, sebab manfaatnya sangat banyak, yakni mengurangi genangan air sekaligus menambah resapan, dan secara tidak langsung akan mengurangi limpahan air yang masuk ke jalan dan permukiman.

Mengenai kegiatan Forum Komunitas Hijau, Maya berpesan, untuk terus giat dalam aktifitas untuk mendukung kota hijau, dengan memperbanyak gerakan berbasis komunitas dalam berbagai segmen, baik dalam pengelolaan sampah menjadi barang produktif, penambahan vegetasi atau penanaman, upaya kampanye kesadaran dalam berbagai bentuk, maupun upaya-upaya dalam menjaga pengelolaan air yang berkelanjutan serta kampanye budaya bertaman.

Menurutnya, masih banyak bentuk kegiatan yang bisa dikembangkan, tidak hanya dalam wujud kampanye namun aksi nyata, serta mengajak lebih banyak lagi individu maupun komunitas untuk bergabung ke dalam Forum Komunitas Hijau.

Pihaknya merasa senang bahwa kehadiran ruang terbuka hijau Taman Kartini ini ternyata mulai disambut berbagai aktifitas masyarakat, termasuk dengan penetapan visi “Wonosobo Oase Nusantara, Sumber Kesejukan Indonesia” oleh Forum Komunitas Hijau Wonosobo.

Ia mendukung visi ini untuk dipopulerkan dan diwujudkan melalui berbagai inisiatif berbasis komunitas maupun program pemerintah, sebab Wonosobo berpotensi untuk menjadi daerah unik, dengan fitur yang menarik, sehingga bisa menjadi daerah tujuan bagi wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.

Maya menambahkan, visi ini harus didukung secara serius, karena untuk mewujudkan oase, Wonosobo harus tetap sejuk sehingga menanam dan menjaga hutan adalah prasyarat. Selain itu, melalui panorama yang indah, obyek wisata alam menakjubkan, kota tertata rapi dan masyarakat yang santun, wisatawan yang berkunjung ke Wonosobo akan mendapatkan suasana yang sejuk seperti oase.

Untuk itu, disini juga perlu harmonisasi antara program-program pro lingkungan untuk kehidupan berkelanjutan dengan progam pengembangan kota hijau, juga dengan program-program penataan kota serta pembangunan sosial budaya masyarakat.

Maya juga mengingatkan, aspek spiritualitas dan peran agama dalam mengembangkan tata kehidupan sosial, agar tidak dilupakan, sehingga pihaknya mendorong peran aktif Forum Komunikasi Umat Beragama untuk ikut melalukan internalisasi nilai-nilai kepedulian lingkungan dalam P2KH ini kepada pemeluk agama, sebab jika kesadaran lingkungan sudah menjadi iman, hal itu akan mempengaruhi cara berperilaku manusianya pada laku kehidupan sehari-hari, termasuk dalam kesadaran lingkungan termasuk merawat ruang publik kota.

Setelah melakukan pembuatan biopori, puluhan siswa siswi SDN 1 Wonosobo menerbangkan puluhan burung merpati, sebagai simbol harmonisasi semua elemen masyarakat untuk ikut menciptakan Wonosobo hijau yang sejuk dan nyaman.

“Merdi Kota” ditutup oleh pawai dokar wisata berkeliling kota Wonosobo, yang diikuti oleh siswa siswi SDN 1 Wonosobo dan finalis Duta Wisata dan Duta Hijau, sambil menyebarkan informasi seputar Wonosobo Kota Hijau di sepanjang jalan yang dilewati kepada masyarakat.

Terkait pawai dokar wisata ini, Wakil Bupati juga memberikan apresiasinya, sebab kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran tentang green transportation atau transportasi yang ramah lingkungan. Di masa lalu dokar wisata pernah menjadi icon tersendiri di Wonoosbo,

Untuk itu pihaknya mengajak semua pihak, khususnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dan Dinas Perhubungan, untuk mengembangkan lagi dokar wisata yang bersih, dengan kelengkapan kantong kotoran sehingga tidak tercecer di jalan. Maya mengajak kepada para kusir dokar wisata, untuk bisa menginspirasi kusir dokar lainnya, dengan cara menjadi relawan kota hijau, sebab dokar wisata yang bersih akan menarik minat wisatawan ketika berkunjung di Wonosobo.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan tanda *

Berapakah 3 + 3 ?