Lewati ke konten utama

Hujan Es dan Angin Ribut di Lereng Gunung Merapi

Admin
20 kali dilihat

Kendati hujan eas da angin ribut bukan fenomena baru, Wisnu mengatakan, ''butiran hujan es tetap menarik perhatian warga untuk mengambil. Dulu pernah hujan es seperti ini, jadi kami tidak kaget lagi''.

Sementara, hujan deras disertai angin kencang menerpa Desa Talun dan Desa Panggang. Akibatnya, sebuah tiang listrik ambruk dan sebuah rumah warga mengalami rusak berat karena tertimpa pohon tumbang. ''Untung saja tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Saat ini, puing-puing reruntuhan pohon dan rumah sudah dibersihkan warga,'' ucap Cahyo Saputro (42), warga Desa Talun.

Informasi dihimpun, bukan hanya pohon tumbang dan rumah rusak, hujan deras juga berimbas pada tiga unit truk terjebak di sungai Desa Bumiharjo, Kemalang. Ketiga sopir berhasil menyelematkan diri saat truk terseret air dari aliran sungai ini. Kemungkinan, air di sungai ini mengalir karena di puncak Merapi hujan cukup lebat. Kejadian seperti ini jarang terjadi di sini.

Banjir Lahar Dingin Merapi Mengintai Penambang Pasir

BOYOLALI -- Tingginya intensitas hujan di kawasan puncak Gunung Merapi berpotensi bencana banjir. Terutama terjadi hulu sungai-sungai diatas. Melihat kondisi demikian, warga yang melakukan aktivitas penambangan pasir dan batu diimbau untuk waspada ancaman banjir lahar dingin.

Imbauan kewaspadaan itu disampaikan petugas Pos Pemantau Gunung Api Jrakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Tri Mujianto. Hujan masih terus menguyur kawasan lereng dan puncak Gunung Merapi. ''Bila hujan terus mengguyur intensitas tinggi, timbunan material di puncak berpotensi meluncur kebawah. Dan, menimbulkan banjir lahar dingin ke sungai berhulu di puncak,'' katanya, Selasa (23/12).

Ancaman banjir lahar dingin, kata Tri, sangat besar. Untuk itu, pihaknya mengimbau warga dan penambang pasir beraktivitas sepanjang sungai berhulu di Gunung Merapi, agar meningkatkan kewaspadaan. Seperti di Kali Apu, penambang diminta segera meninggalkan lokasi penambangan bila mendapati puncak Gunung Merapi mendung tebal. Masyarakat menggunakan dam sebagai akses jalan penghubung juga jangan nekat melintas.

Sumber : REPUBLIKA.CO.ID

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan tanda *

Berapakah 6 + 7 ?