Lewati ke konten utama
1/2

Jaga Kondusifitas Daerah, Bupati Wonosobo dan Jajaran Forkompinda Gelar Apel Cipta Kondisi

Admin
190 kali dilihat

Berbagai unsur, mulai dari aparat keamanan hingga organisasi kemasyarakatan (ormas), berkumpul dalam apel bersama Cipta Kondisi Daerah Kabupaten Wonosobo. Apel yang dipimpin langsung oleh Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, bertujuan untuk memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Wonosobo. Apel ini diadakan di Gerbang Mandala Wisata Wonosobo dan dihadiri oleh perwakilan dari Kodim 0707/Wonosobo, Polres, Pemerintah Daerah (Pemda), instansi terkait, hingga berbagai ormas.

Dalam sambutannya, Bupati Afif Nurhidayat mengucapkan terima kasih atas kehadiran semua pihak yang menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga kondusivitas di tengah maraknya aksi anarkis di beberapa daerah lain. Beliau menekankan pentingnya sinergi dan semangat gotong royong agar Wonosobo tetap aman, tentram, dan nyaman.

"Melihat situasi yang berkembang di beberapa wilayah di tanah air kita, termasuk maraknya aksi-aksi anarkis, kita harus tetap menjaga Wonosobo dengan penuh rasa tanggung jawab. Kita tidak ingin provokator-provokator masuk dan mempengaruhi masyarakat kita untuk melakukan aksi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kita. Aksi yang baik, yang konstruktif, tetap perlu disampaikan, tetapi harus dilakukan dengan cara yang damai dan penuh rasa hormat," ujar Bupati Afif.

Beliau juga menekankan pentingnya pendekatan persuasif dan humanis dalam menjalankan tugas aparat. Dalam situasi yang penuh ketegangan, Bupati mengajak semua pihak untuk tetap menjaga kepala tetap dingin meskipun emosi mungkin terkadang meningkat. "Hati boleh panas, tetapi kepala harus tetap dingin. Kita tidak ingin terjebak dalam provokasi yang bisa merusak kedamaian yang sudah kita bangun," tambah Bupati.

Secara khusus, Bupati Afif meminta kepada tokoh-tokoh penting di Wonosobo, seperti Rektor UNSIQ, Ketua PC NU, dan Kepala Pimpinan Daerah Muhammadiyah, untuk ikut membantu menenangkan masyarakat, terutama generasi muda, agar tidak terpengaruh oleh pihak-pihak yang ingin memanfaatkan situasi untuk kepentingan tertentu.

Bupati juga mengingatkan agar jajaran pemerintah dan tokoh masyarakat bergerak cepat di wilayah masing-masing. “Mari kita bergerak bersama-sama di rumah tangga, di lingkungan kerja, hingga di wilayah desa dan kecamatan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban,” ujar Bupati.

Sebagai bagian dari langkah pencegahan, Bupati Afif mengingatkan pentingnya untuk terus memberikan bimbingan kepada masyarakat, terutama generasi muda, agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin menciptakan kerusuhan. "Kita harus menjadi contoh bagi generasi kita. Kita harus pastikan bahwa masyarakat kita tetap dapat menjalankan aktivitas mereka seperti biasa tanpa gangguan," tutup Bupati Afif.

Kapolres Wonosobo, Kapolres Wonosobo AKBP AKBP M Kasim Akbar Bantilan, yang turut hadir dalam apel ini, menyampaikan dukungannya terhadap upaya menjaga kondusivitas wilayah. Kapolres mengingatkan bahwa meskipun penyampaian pendapat itu diperbolehkan, segala bentuk tindakan anarkis yang dapat mengganggu ketertiban umum harus dihindari.

"Sesuai dengan aturan yang ada, setiap warga negara berhak menyampaikan pendapatnya. Namun, apa yang kita larang adalah tindakan anarkis yang dapat merusak ketertiban umum dan mengganggu keamanan. Kita harus menjaga Wonosobo tetap aman, tentram, dan nyaman. Apapun bentuk aksi atau kegiatan yang akan dilakukan, kita harapkan tetap berjalan dalam koridor yang sah dan aman," ujar Kapolres.

Kapolres juga menegaskan pentingnya kolaborasi antar semua elemen masyarakat, termasuk ormas, pemuda, tokoh agama, dan aparat keamanan, untuk menjaga kondusivitas wilayah. "Kami dari Polres Wonosobo tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan dari semua pihak. Saya mengapresiasi inisiatif Bapak Bupati untuk menyelenggarakan apel ini sebagai langkah awal untuk memperkuat koordinasi antar elemen masyarakat. Bersama-sama, kita bisa menjaga Wonosobo tetap aman," tambahnya.

Apel ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara aparat, ormas, tokoh agama, serta masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai. Dengan adanya kesepakatan dan komitmen dari seluruh pihak yang hadir, Wonosobo diharapkan tetap bisa mempertahankan kondusivitasnya meskipun situasi di beberapa wilayah menunjukkan eskalasi ketegangan.

Sementara itu, Dandim 0707/Wonosobo Letkol Inf Yoyok Suyitno dalam kesempatan yang sama, menegaskan bahwa dalam menghadapi situasi yang penuh tantangan ini, penting bagi seluruh aparat dan masyarakat untuk mengedepankan pendekatan yang persuasif dan humanis. Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi yang baik antar berbagai pihak untuk mencegah timbulnya konflik yang merugikan.

"Sebagai aparat, tugas kami bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk membina masyarakat agar tetap aman dan harmonis. Di tengah kondisi yang rawan seperti sekarang ini, kita harus berfokus pada pencegahan. Pendekatan yang lebih manusiawi dan persuasif harus menjadi prioritas, terutama dalam menghadapi potensi gangguan yang dapat memecah belah kita," ujar Dandim Yoyok.

Dandim Yoyok juga menekankan bahwa sinergi antara TNI, Polri, dan masyarakat sangat penting untuk menjaga ketertiban di wilayah Wonosobo. "Kami dari TNI siap mendukung setiap upaya untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Namun, ini harus menjadi kerja sama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Sinergi kita akan memperkuat upaya untuk menjadikan Wonosobo tetap aman, damai, dan penuh kedamaian," tambah Dandim.

Dengan semangat kebersamaan, sinergi antar pihak-pihak terkait, serta komitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban, Wonosobo diharapkan dapat tetap menjadi daerah yang aman, tentram, dan nyaman bagi seluruh warganya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan tanda *