Lewati ke konten utama

Kapolres Banjarnegara: 61 Jenazah yang Ditemukan

Admin
21 kali dilihat

Dia menambahkan jumlah tersebut berdasarkan data sementara dari tempat identifikasi.
Menurut dia, proses identifikasi jenazah korban melibatkan tim Disaster Identification Victim (DVI) Kepolisian Daerah Jawa Tengah.

Kendati demikian, dia mengatakan bahwa tidak semua jenazah yang ditemukan merupakan warga Dusun Jemblung.

Dalam hal ini, kata dia, jumlah warga Dusun Jemblung yang tertimbun longsor diperkirakan sebanyak 108 orang.

"Masalahnya begini, setelah diidentifikasi, orang yang (ditemukan) di mobil kemarin ternyata bukan orang Jemblung, orang luar," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya juga akan mengidentifikasi mobil maupun sepeda motor yang ditemukan dalam timbunan longsor.

Kapolres mengharapkan kondisi cuaca tetap cerah dan tidak turun hujan agar proses pencarian jenazah korban dapat berlangsung cepat.

"Harapannya, alat berat bisa masuk ke lokasi longsor untuk mempercepat proses pencarian korban namun sekarang belum bisa," katanya.

Dandim Banjarnegara Akses Tertimbun Longsor Sudah Dibuka

BANJARNEGARA--Komandan Komando Distrik Militer 0704/Banjarnegara Letnan Kolonel Infanteri Edy Rochmatullah mengatakan akses jalan Banjarnegara-Karangkobar yang tertimbun longsor telah dibuka.

"Tinggal jembatan yang harus dibenahi. Kami akan cek dulu," kata Edy saat memantau proses pembukaan jalan tertimbun longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa.

Kendati demikian, dia mengatakan ruas jalan yang telah dibuka itu harus dibersihkan karena masih ada sisa-sisa longsoran yang menempel di aspal.

Menurut dia, sebanyak 15 alat berat dikerahkan untuk membuka akses jalan yang tertimbun longsor itu.

"Ada 15 alat berat, yakni sembilan ekskavator, satu bulldozer, dan lima loader," kata dia selaku Komandan Lapangan Operasi Penanggulangan Bencana Banjarnegara.

Selain jalan, kata dia, pihaknya juga melakukan normalisasi aliran Sungai Petir.

Menurut dia, normalisasi akses jalan dan sungai dilakukan untuk memudahkan proses evakuasi korban longsor Dusun Jemblung."Biar proses evakuasi gampang," katanya.

Berdasarkan data sementara dari Badan "Search and Rescue" Nasional (Basarnas) Kantor SAR Semarang, hingga Selasa (16/12), pukul 11.56 WIB, jumlah jenazah korban longsor yang telah ditemukan sebanyak 64 orang.

Hujan Deras Hambat Pencarian Korban Longsor Banjarnegara

BANJARNEGARA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa operasi pencarian korban longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, terpaksa dihentikan sementara lebih awal, Selasa pukul 13.00 WIB karena terjadi hujan lebat.

"Kondisi tanah menjadi lumpur dan membahayakan tim gabungan. Hingga hari Selasa, pukul 17.15 WIB, korban yang berhasil ditemukan adalah 64 orang tewas, terdiri 41 laki-laki dan 23 perempuan, sedangkan korban yang masih dicari 44 orang," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui siaran pers, Selasa petang.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa pada hari Selasa, tim gabungan berhasil menemukan delapan jenazah dan satu potongan kaki perempuan.

Menurut dia, korban tersebut adalah Kalimah (47), Giarti binti Partono (27), Fatih bin Agus (2,5), Supiah binti Tursino (22), Supono bin Marmo (27), Cindy Ariani Ayu Sukma (12), dan seorang perempuan yang belum teridentifikasi.

"Hingga saat ini dari 64 korban, ada enam orang yang belum dapat diindentifikasi," katanya.

Ia mengatakan bahwa berdasarkan identitas alamat korban tewas, dari 64 korban yang telah ditemukan, ada 45 orang yang berasal dari Kecamatan Karangkobar, 13 korban dari luar Kecamatan Karangkobar, dan 6 korban belum dapat diidentifikasi.

Menurut dia, korban dari luar Kecamatan Karangkobar berasal dari Pejawaran, Banjarmangu, Wanayasa, Cirebon, Bawang, Susukan, dan Purwodadi.

"Jumlah pengungsi saat ini ada 1.146 jiwa tersebar di 10 lokasi. Terjadi penurunan jumlah pengungsi dari hari sebelumnya yaitu dari 1.886 jiwa," katanya.

Ia mengatakan bahwa pengungsi yang telah pulang kembali ke rumahnya itu berasal dari desa sekitar lokasi kejadian yang pada saat terjadi longsor, mereka panik dan ikut mengungsi.

"Kebutuhan dasar pengungsi tercukupi. Kebutuhan mendesak adalah makanan, pakaian, pakaian anak, susu anak-anak, selimut, obat-obatan, dan sanitasi," katanya.

Menurut dia, kerugian dan kerusakan akibat longsor masih dihitung.

"Rencana relokasi masih disiapkan. Sedang dicarikan lahan yang aman dan lokasinya tidak jauh dari desa asal," katanya.

Oleh karena curah hujan diperkirakan akan meningkat hingga bulan Januari, kata dia, masyarakat diimbau untuk selalu waspada.

PNS Semarang Galang Donasi untuk Korban Longsor Banjarnegara

SEMARANG -- Jajaran pegawai negeri sipil (PNS) di lingkup Pemerintah Kota Semarang menggalang donasi untuk membantu korban tanah longsor di Desa Sampang, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Dengan membawa kardus bertuliskan "Penggalangan Dana Korban Longsor Banjarnegara", Selasa, para PNS mengumpulkan bantuan dana yang sudah terkumpul dari masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

Berdasarkan hasil penghitungan, sumbangan yang berhasil dikumpulkan dari jajaran PNS lingkup Pemkot Semarang untuk membantu para korban tanah longsor Banjarnegara berjumlah Rp 129 juta rupiah.

Sekretaris Daerah Kota Semarang Adi Trihananto mengatakan, sumbangan yang sudah dikumpulkan itu akan dibawa tim relawan yang dikirim oleh Pemkot Semarang dan langsung diberikan kepada korban tanah longsor.

"Para relawan ini akan terus disiagakan dan diganti setiap tiga hari hingga masa tanggap darurat yang ditetapkan Kabupaten Banjarnegara berakhir," kata Adi yang memimpin pelepasan tim relawan.

Menurut dia, penggalangan dana tersebut sebagai bentuk kepedulian jajaran PNS Pemkot Semarang terhadap saudara-saudara yang tengah terkena musibah tanah longsor di Dusun Jemblung, Sampang, Banjarnegara.

Setidaknya, Adi mengatakan ada 55 personel relawan yang dikirimkan Pemkot Semarang untuk membantu menangani korban tanah longsor Banjarnegara, termasuk membantu proses evakuasi pencarian korban bersama tim lain.

Sebanyak 55 personel relawan itu, terdiri atas 30 personel dari satuan polisi pamong praja (PP), 10 petugas media, dan sebanyak 15 personel tim SAR (search and rescue) dari BPBD Kota Semarang.

Sumber : REPUBLIKA.CO.ID

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan tanda *

Berapakah 1 + 6 ?