Lewati ke konten utama

Kebakaran Hebat Landa Pasar Induk Wonosobo, Pemkab Segera Siapkan Tempat Penampungan

Admin
25 kali dilihat

Amukan jago merah diketahui pada Senin dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB, diperkirakan dari arah lantai dasar di bagian barat laut. Api dengan cepat merambat ke los lain di pasar berlantai tiga yang cukup megah itu. Dalam waktu sekitar empat jam, seluruh los di lantai dasar, I dan II sebelah barat pasar induk habis dilalap api. Kobaran api di lantai I sendiri terus berlangsung sampai siang hari.

Walau api berkobar hebat, seluruh toko yang berada di lantai dasar dan menghadap ke arah Jalan A Yani ataupun menghadap Jalan Pasar I dan Jalan Pasar II, selamat dari musibah tersebut.

Adapun lantai dasar dan I yang menjadi sumber api, merupakan bangunan yang paling ramai dan terpadat. Lokasi lantai tersebut untuk usaha pakaian, grabah, buah, kelontong, roti, sandal/sepatu, elektronik dan sebagainya. Sebagian besar barang dagangan di lantai dasar II dan III, sulit diselamatkan.

Meski pemadaman dilakukan oleh tujuh mobil pemadam kebakaran dari Wonosobo, Banjarnegara, dan Temanggung, baru pukul 13.00 WIB api dapat dipadamkan, meski masih ada bara api kecil-kecil di lokasi kebakaran.

Untuk mengantisipasi dan menjaga keamanan sekitar lokasi kebakaran, puluhan anggota kepolisian Polres Wonosobo dan TNI dikerahkan. Arus lalu lintas yang menuju ke pasar induk sepanjang hari ditutup untuk kendaraan bermotor. Arus lalu lintas disalurkan melalui jalan lain.

Bupati Kholiq Arif, Kapolres AKBP Agus Pujianto, dan Dandim Letkol Inf Agus Muchlis Latif bersama Sekretaris Daerah, Eko Sutrisno Wibowo, meninjau ke lokasi sejak pagi.

Kapolres Agus Pujianto menyatakan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Sejumlah saksi, pedagang ataupun petugas satpam yang berjaga di pasar induk sudah dimintai keterangan.

Menurut salah satu pedagang, Ari, yang berjualan baju, menjelang pukul 02.00 WIB, terlihat api di lantai dasar Pasar Induk. Melihat hal itu, ia bersama satpam dan pedagang yang kebetulan ada di lokasi mencoba masuk ke dalam pasar namun api dengan cepat menyambar barang-barang yang mudah terbakar di atas kios. Pada umumnya bangunan kios pedagang di pasar tersebut terbuat dari papan.

Salah satu koordinator Paguyuban Pedagang Pasar Induk Wonosobo (PPPIW) Abud Basyir mengatakan, musibah itu merupakan pukulan berat yang memilukan bagi pedagang. Untuk itu, diperlukan suatu jalan keluar atas penderitaan mereka.

Abud berpendapat, sudah saatnya pihak terkait melakukan proteksi terhadap sistem pengamanan pasar. Apalagi kasus pasar terbakar di Wonosobo sudah terjadi sampai beberapa kali.

Kepala DISPERINDAG, Sumedi menjelaskan, jumlah pedagang sebanyak 2.960 orang yang berjualan di 2.891 los dan 69 kios, dari total 4.884 pedagang di Pasar Induk, atau hampir 60% pedagang tidak bisa berjualan.

Setelah kejadian Bupati langsung menginstruksikan kepada seluruh pedagang, yang dikumpulkan di Balai Kelurahan Wonosobo Barat, untuk tidak berjual beli lapak dan yang membandel sembari tetap mengkapling di sembarang jalan akan diproses di kepolisian. Untuk penyebab kebakaran agar tidak terjadi spekulasi atau buruk sangka akan diserahkan sepenuhnya ke POLRES, sedang untuk pasar penampungan akan ditempatkan di Jl.Pasar I, Pasar II dan parkiran bawah sisi timur Pasar Induk.

Selama korban kebakaran tidak bisa berdagang karena terbakar, akan dibuatkan lapak oleh pemerintah, tapi khusus bagi pedagang yang punya abunemen dan aktif berjualan yang diprioritaskan sedang yang lain akan diskemakan kemudian.

Selain itu Pemerintah membentuk tim terpadu yang dikoordinir Asisten I Sekda untuk melakukan pengamanan selama proses penempatan pasar penampungan. Untuk pembangunan Pasar Induk sendiri akan dilakukan sembari menunggu kajian teknis di tahun 2015.

Asisten I Sekda, Aziz Wijaya, menyampaikan untuk penempatan angkutan umum dari hasil rapat dengan instansi terkait akan akan diletakkan di Jalan Pramuka untuk angkot jurusan Kertek, Sawangan, Leksono, Selomerto dan Pacarmulyo.

Untuk angkot jurusan Garung, Mojotengah, Gondang, Wonolelo dan Mudal akan ditempatkan di depan Masjid Jami, sedangkan untuk kendaraan pick up akan ditempatkan di stasiun atau di Sumberan dan dokar di Jalan Resimen.

Pengamanan kawasan Pasar Induk sendiri akan dilakukan tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, DISHUBKOMINFO dan POLRI dengan sistem 3 ship tiap harinya.

Dari pemantauan sendiri, banyak pedagang yang langsung mengkapling jalan di sekitar pasar sampai ke arah alun-alun dan Jl.A.Yani dengan alasan mereka takut tidak bisa berjualan dan kehilangan mata pencaharian. Bahkan sempat terlihat kericuhan antar sesama pedagang memperebutkan kapling untuk berjualan sehingga petugas kepolisian terpaksa ikut melerai mereka.

Pasar Induk Wonosobo pernah terbakar habis pada 30 September 1994 dan telah dibangun kembali menjadi pasar berlantai tiga yang cukup megah. Pasar itu diresmikan penggunaannya pada 24 Juli 1997 atau bersamaan dengan peringatan hari jadi Wonosobo dan kembali terbakar pada 11 Maret 2004. Sedangkan kebakaran terakhir berupa kebakaran kecil terjadi di kios bakso yang menyambar 7 bangunan kios lain di sekitarnya, pada 28 Februari 2014.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan tanda *

Berapakah 4 + 2 ?