Selain upaya perbaikan system pendafataran, Totok juga menyebut bahwa seringnya terjadi kerusakan koneksi antara Kemenag dengan pihak Bank Penerima Setora Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS-BPIH) juga menjadi salah satu yang disorot untuk diperbaiki. Pihak Kemenag, dikatakan Totok, tengah mengusulkan peningkatan system Siskohat di Kementerian Agama Pusat demi kelancaran layanan pendaftaran. Kendala lain yang juga menjadi bahan evaluasi terkait pelayanan umum kepada jamaah calon haji, menurut Totok adalah berbelitnya pengembalian BPIH yang batal karena berbagai sebab. Proses yang berbelit-belit dan lama itu, disebut Totok juga telah diprotes jamaah, dan kini tengah diupayakan untuk menyingkat proses agar lebih cepat, mudah dan aman. Untuk hal tersebut, Kemenag Wonosobo terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, terutama BPS –BPIH dan Kemenag RI.
Rapat evaluasi yang dibuka Kepala Kemenag dan dihadiri pihak-pihak terkait tersebut juga membahas berbagai hal lain yang dinilai memerlukan perbaikan demi mempermudah akses pelayanan bagi calon jamaah haji di Kabupaten Wonosobo. Permasalahan seperti kualitas tas koper yang kurang memadai dan mudah rusak, hingga banyaknya keluhan yang muncul saat pembuatan paspor juga dibahas. Untuk mempercepat proses pembuatan paspor, pihak Kemenag diakui Totok terus melakukan upaya intensif, melalui koordinasi intensif dengan pihak Imigrasi, KUA Kecamatan, dan Kantor Catatan Sipil. Sementara untuk kualitas koper barang untuk jamaah yang kurang berkualitas, pihaknya juga telah mengusulkan kepada pihak Garuda Indonesia untuk meningkatkan kualitas koper.
0 Komentar