Proses pengamanan kegiatan gereja ini mendapatkan dukungan dari Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama. Puluhan elemen Banser tersebut ikut bergabung di bawah koordinasi aparat Kepolisian dan TNI yang mengamankan pelaksanaan natal di gereja ini.
“Ini investasi dan modal sosial yang harus terus dibangun,” ungkap Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, saat memantau misa.
Menurut gubernur, keguyuban dalam kehidupan beragama seperti ini harus menjadi tradisi dan dilestarikan di Jawa Tengah. Tak hanya seperti pada perayaan Natal bagi umat Kristiani, namun juga pada saat Hari Raya Idul Fitri bagi umat Muslim.
“Saya saja, ketika merayakan Idul Fitri, saudara dari agama lain juga berdatangan dengan tulus sebagai bentuk rasa hormat,” kata Ganjar.
Jika suasana seperti ini terus ditradisikan di masyarakat, tambahnya, maka kedamaian antar pemeluk agama yang berbeda akan terus tercipta. Sehingga, suasana aman yang tercipta akan memberikan satu keindahan pada setiap perayaan hari raya agama apapun.
Politikus PDIP tersebut sangat menyayangkan jika sampai terjadi ancaman seperti teror ataupun hal lain yang mengganggu kelancaran perayaan hari besar agama. “Akan semakin indah ketika seluruh pihak menunjukkan sikap yang toleran untuk menjaga kerukunan dan perdamaian antar sesame dan antar pemeluk agama,” tambahnya.
Sementara itu, ribuan umat Nasrani mengikuti Misa Natal di gereja Katedral Semarang. Misa dipimpin langsung oleh Uskup Agung Semarang, Romo Mgr Yohannes Pujasumarta. Kapolrestabes Semarang, Kombes Djihartono sebelumnya menegaskan tidak akan bermain-main dengan pihak yang berupaya mengacau perayaan Natal kali ini.
Aparat kepolisian telah melaksanakan pengamanan di sejumlah gereja agar perayaan Natal di Kota Semarang dapat berjalan lancar dan aman. “Semua dapat berjalan sesuai dengan harapan, baik harapan seluruh warga kota Semarang maupun warga yang merayakan Natal,” ujarnya.
Sumber : REPUBLIKA.CO.ID
0 Komentar