Lewati ke konten utama

KTNA Panen Ubi Madu Asli Wonosobo

Admin
114 kali dilihat

Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Wonosobo menggelar panen bersama demplot budi daya ubi madu asli Wonosobo di lahan Balai RW Kenteng, Selasa (9/12/2025). Hadir dalam kegiatan tersebut, perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran pemerintah Kecamatan, serta kelompok-kelompok tani dari berbagai kecamatan.

Dengan mengusung tema “Gumregahe Petani Nyengkuyung Ketahanan Pangan”, mencerminkan semangat kebangkitan petani Wonosobo dalam mendukung kemandirian pangan daerah, sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pengembangan komoditas unggulan lokal.

Panen raya ubi madu dilaksanakan di dua titik, yakni di Desa Besani, Kecamatan Leksono, serta lahan sekitar Balai RW Kenteng Kelurahan Kejiwan, dengan total luas lahan 2 hektare. Dari demplot tersebut, petani berhasil mencapai produktivitas 12 hingga 14 ton per hektare. Hal ini, menunjukkan potensi besar ubi madu sebagai komoditas unggulan yang mampu mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan petani.

Ketua KTNA Kabupaten Wonosobo sekaligus pembudidaya ubi madu, Untungno, menyampaikan pentingnya menjadikan ubi madu sebagai gerakan kolektif yang melibatkan berbagai pihak.

“Pengembangan ubi madu harus dilakukan secara bersama petani, pemerintah, dan pelaku usaha. Ubi madu Wonosobo tidak hanya unggul dari segi rasa, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai penopang ekonomi petani. Melalui panen bersama ini, kami ingin mendorong pola tanam yang lebih tertib, terencana, dan berkelanjutan agar kualitas dan hasil panen terus meningkat,” tegasnya.

KTNA Kabupaten Wonosobo berkomitmen memperkuat sektor pertanian melalui peningkatan kualitas budidaya, pengembangan hilirisasi, serta perluasan akses pasar bagi petani lokal. Pemerintah Kabupaten Wonosobo menyambut baik langkah tersebut dan siap bersinergi untuk mewujudkan ketahanan pangan serta kesejahteraan petani yang lebih baik.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Wonosobo, Dwiyama, menyampaikan apresiasi kepada KTNA atas konsistensinya dalam mengembangkan komoditas lokal.

“KTNA telah menunjukkan kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Tema yang diusung hari ini mencerminkan semangat bersama agar petani semakin berdaya dan menjadi garda terdepan dalam menjaga ketersediaan pangan di Wonosobo,” ujarnya.

Saat ini, ubi madu Wonosobo telah memiliki 9 grade kualitas yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar mulai dari kelas ekspor hingga pasar lokal. Produk ini telah memasuki pasar Singapura, serta dipasarkan secara luas di kota-kota besar seperti Yogyakarta, Semarang, dan Solo.

Selain itu, ubi madu Wonosobo telah masuk ke berbagai kanal pemasaran, di antaranya supermarket, pasar raya, toko grosir, sentra penjualan ubi oven, hingga pabrik pengolahan keripik. Variasi produk dan saluran pemasaran tersebut membuka peluang bagi petani untuk meningkatkan nilai tambah dan memperluas jangkauan pasar.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan tanda *