Penghapusan sistem kuota ini sebaiknya didahului dengan merubah sistem penetapan harga BBM bersubsidi menjadi Sistem Subsidi Tetap dengan mengacu kepada harga patokan yang disepakati oleh Penerintah dan DPR.
Dengan begitu harga BBM bersubsidi akan naik/turun secara otomatis, namun harga BBM yang dibayar rakyat akan selalu lebih rendah dari harga patokan.
"Harga patokan bisa berupa Biaya Pokok BBM atau Harga Keekoniaman," jelasnya.
Politikus NasDem yang mendapatkan gelar doktor di Colorado School of Mines ini memandang sistem kuota BBM menghambat kebutuhan rakyat dan itu jelas menghambat aktivitas perekonomian.
"Dengan harga jual sekarang sudah tdiak ada lagi subsidi. Sehingga tidak perlu dibatasi, berapa kebutuhan rakyat berikan saja, agar rakyat tidak terhambat aktivitas ekonominya, kecuali masih disubsidi," tegasnya.
Nah, penghapusan kuota ini bsia segera dibahas pemerintah dengan DPR dalam perubahan APBN 2015. Sehingga ke depan kita tidak lagi disibukkan oleh pro kontra yang tidak produktif saat terjadi perubahan harga," tandasnya.
Sumber : jpnn.com
0 Komentar