Dari keterangan Camat Mojotengah, Drs Satriyatmo MM ketika ditemui seusai rakor penanggulangan bencana di ruang rapat Sekda, Senin (15/12), kejadian tanah longsor di wilayahnya menimpa 4 Desa, meliputi Deroduwur, Wonokromo, Mojosari, dan Slukatan. Selain tebing longsor dan menimpa jalan, di keempat desa tersebut juga terdapat rumah penduduk yang menjadi korban. Meski tak sampai menimbulkan korban jiwa, kerugian yang ditimbulkan akibat bencana di keempat desa tersebut ditaksir mencapau 38 Juta Rupiah. Atas kejadian tersebut, pihakya bersama unsur Muspika mengaku telah melakukan peninjauan lokasi, serta membuat laporan tertulis kepada Bupati dan Dinas/ Instansi terkait.
Di tempat yang sama, Camat Sapuran, Drs Tono Prihantono juga menjelaskan, bahwa bencana tanah longsor di wilayahnya terjadi di 3 Desa, yaitu Ngadikerso, Tempuran Duwur, dan Desa Glagah. Di Ngadikerso, Tono menyebut bahwa tanah longsor menimpa ruas jalan Dusun Galapan-Krajan sepanjang 40 Meter. Kerugian yang timbul ditaksir mencapai 50 Juta. Kerugian yang sama diperkirakan terjadi pula di Desa Glagah, dimana sebuah talud jalan Singopadu-Talunombo longsor sepanjang 20 meter. Sementara di Desa Tempuran Duwur, sebuah jalan selebar 2 meter yang menghubungkan dusun Bambusari-Krajan longsor sepanjang 8 meter, dan menimbulkan kerugian materi mencapai 125 Juta Rupiah.
Kejadian longsor di wilayah Sapuran, menurut Tono juga telah dilaporkan secara tertulis kepada Bupati dan Dinas maupun instansi terkait, agar dapat dilakukan tindak lanjut secepatnya.
0 Komentar