Lewati ke konten utama

Longsor Timbun 105 Rumah di Banjarnegara, Tiga Orang Tewas

Admin
33 kali dilihat

Menurut Sutopo, longsor terjadi di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara. Longsor ini terjadi karena hujan deras yang menimpa di wilayah tersebut.

Sutopo menjelaskan, data sementara tiga orang telah ditemukan tewas, tiga orang luka berat di rawat di rumah sakit, dan 13 orang luka ringan. Menurut Sutopo melalui siaran persnya, sekitar 105 unit rumah telah tertimbun longsor.

"Ini adalah data sementara yang diterima Posko BNPB," kata Sutopo. Sutopo menjelaskan, data ini akan terus berubah hingga esok. Menurutnya, data ini belum dipastikan karena saat ini kondisi di lapangan masih diguyur hujan dan tanah longsor pun masih terus terjadi.

BNPB mengaku merasa kesulitan untuk memperoleh data terbaru. Selain karena lokasi masih terkena bencana, komunikasi juga menjadi salah satu penyebab sulitnya proses pengevakuasian. Komunikasi menjadi hal yang sulit dilakukan karena tidak ada sinyal.

BNPB Kerahkan Tim Reaksi Cepat Evakuasi Korban Longsor Banjarnegara

BANJARNEGARA -- Kepala BNPB, Syamsul Maarif, telah memerintahkan Tim Reaksi Cepat BNPB menuju lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan BPBD. Saat ini personil BPBD Banjarnegara, BPBD Provinsi Jawa Tengah bersama TNI, Polri, relawan dan masyarakat sudah berada di lokasi melakukan evakuasi. Mereka telah diperintahkan agar merapat ke lokasi bencana untuk memberikan bantuan.

Selain itu, longsor juga telah terjadi di Kecamatan Wanayasa, Banjarnenagara pada Kamis (11/12). Longsor ini menyebabkan jumlah pengungsi bertambah menjadi 379 jiwa. Pengungsi ini tersebar di di Dusun Puncil, Dusun Karangtengah, Kecamatan Wanayasa. Di kecamatan ini jumlah pengungsi sekitar 139 jiwa.

Selain itu, di Dusun Wadas dan Dusun Pandansari, Kecamatan Wanayasa sekitar 72 jiwa. Kemudian jumlah pengungsi di Dusun Dawuhan, Kecamatan Wanayasa sekitar 70 jiwa.

Sutopo melaporkan, di Dusun Ngasinan, Kecamatan Pejawaran terdapat 46 pengungsi. Di Dusun Sijeruk Kecamatan Banjarmangu sendiri terdapat 52 pengungsi.

Sutopo juga mengungkapkan, satu orang tewas dari desa Sidengok, Kecamatan Pejawaran. Warga yang tewas tersebut bernama Suheri (65). Korban ini tewas akibat tertimpa longsoran.

Sementara itu, akibat tanah longsor pada Kamis (11/12), para petugas penyelamat pun telah menemukan satu korban tewas di Wonosobo. Korban tewas tersebut bernama Taroni (60 ). Korban tewas tertimbun longsor tebing di ladang. Korban dilaporkan berhasil ditemukan di tumpukan tanah yang terkena longsoran pada Jumat (12/12), pukul 10.00 WIB.

Longsor Banjarnegara, 8 Tewas 100 Hilang

SEMARANG -- Sedikitnya 100 warga Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, masih dalam pencarian. Mereka merupakan korban tanah longsor yang diperkirakan masih tertimbun di bawah material longsoran.

Proses evakuasi para korban tanah longsor ini terus diupayakan hingga saat ini oleh tim SAR gabungan BNPB, BPBD, TNI, Polri, Basarnas, PMI, Tagana, relawan dan warga.

"Data terus bergerak. Saat ini delapan korban telah ditemukan dalam kondisi tewas, 100 orang masih dilakukan pencarian," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Sabtu (13/12).

Ia juga mengungkapkan kondisi medan cukup berat. Alat-alat berat sangat diperlukan untuk membuka jalan yang tertutup longsor dan terjadi di sejumlah tempat di daerah ini.

"Kepala BNPB, Syamsul Maarif, telah melaporkan penanganan bencana tanah longsor di Banjarnegara ini kepada Presiden, Joko Widodo," tambahnya.

Tim SAR Temukan 12 Korban Tewas Longsor Banjarnegara

BANJARNEGARA -- Tim Search and Rescue (SAR) gabungan untuk sementara menemukan 12 jenazah korban bencana tanah longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

"Kemungkinan masih banyak korban yang belum ditemukan dan masih tertimbun tanah longsor," kata Kepala Kepolisian Resor Banjarnegara, Ajun Komisaris Besar Polisi Wika Hardianto, di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, Sabtu.

Berdasarkan data Posko Induk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara di Kantor Koperasi Pegawai Republik Indonesia, jumlah korban meninggal dunia yang telah ditemukan sebanyak 12 orang. Tujuh orang di antaranya telah teridentifikasi.

Tujuh korban meninggal dunia yang berhasil diidentifikasi, yakni Ruliyah (30), warga Desa Karangkobar; Joko Adi Purnomo (18), warga Desa Gumelar, Karangkobar; Misman (25), warga Desa Gumelar; Sukirno (20), warga Desa Gumelar; Bahrun (70), warga Dusun Jemblung; Andi (30), warga Desa Grogol, Karangkobar; dan Hadi (60), warga Dusun Jemblung.

Warga: Longsor Terjadi Sangat Cepat

BANJARNEGARA -- Sejumlah warga sekitar lokasi tanah longsor Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, mengatakan, terjadinya bencana itu sangat cepat.

"Kemarin (Jumat), sekitar pukul 17.30 WIB, cuaca mendung tetapi tiba-tiba terdengar suara gemuruh yang makin lama semakin membesar," kata Johan, warga Desa Karangkobar, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, Sabtu (13/12).

Beberapa saat kemudian, kata dia, terdengar suara seperti ledakan yang cukup keras. Dia pun segera menuju ke arah suara yang berada di bawah Desa Karangkobar dan ternyata bencana tanah longsor menimpa Dusun Jemblung, Desa Sampang, Karangkobar.

"Ada sekitar 40-an rumah yang tertimpa longsor," katanya.

Bahkan, kata dia, sejumlah mobil dan sepeda motor yang sedang melintas di ruas jalan Banjarnegara-Karangkobar tertimbun material longsor.

Setelah kejadian tersebut, dia mengaku mendengar teriakan warga Dusun Jemblung yang meminta tolong.

Sementara itu, salah seorang warga Dusun Krakal, Desa Slatri, Karangkobar, Agus mengatakan, material longsoran yang menimpa puluhan rumah warga Dusun Jemblung hingga akhirnya masuk ke Sungai Petir seperti suara air terjun.

"Suaranya sangat keras seperti air terjun dan ledakan," katanya.

Menurut dia, longsoran tersebut berasal dari bukit Telaga Lele yang berjarak sekitar 300-400 meter.

Ia mengatakan, warga Dusun Krakal yang berada di bawah Dusun Jemblung segera diungsikan karena dikhawatirkan terkena material longsoran.

"Kondisi tadi malam pascalongsor, gelap gulita karena aliran listrik putus," katanya.

Sebelumnya, puluhan rumah yang dihuni sekitar 300 jiwa dari 53 keluarga di Dusun Jemblung RT 05 RW 01, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, dilaporkan tertimbun tanah longsor yang terjadi pada Jumat (12/12) sekitar pukul 17.30 WIB.

Berdasarkan data sementara Posko Induk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, jumlah korban meninggal dunia yang telah ditemukan sebanyak 12 orang. Tujuh di antaranya telah teridentifikasi, jumlah korban luka-luka sebanyak 15 orang.

Hingga Sabtu siang, upaya pencarian korban bencana tanah longsor Dusun Jemblung terus dilakukan karena diperkirakan masih banyak warga yang tertimbun material longsoran.

Sebuah Mobil Tertimbun Longsor Banjarnegara

BANJARNEGARA -- Tim Search and Rescue (SAR) gabungan untuk sementara menemukan 12 jenazah korban bencana tanah longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Kepala Kepolisian Resor Banjarnegara, Ajun Komisaris Besar Polisi Wika Hardianto, mengatakan kemungkinan masih banyak korban yang belum ditemukan dan masih tertimbun tanah longsor.

Dia mencontohkan sebuah mobil tertimpa longsor saat melintas di ruas jalan Karangkobar-Banjarnegara saat bencana longsor tersebut terjadi.

Pihaknya menerima informasi mobil itu ditumpangi lima orang. ''Dua di antara telah dievakuasi sehingga ada tiga orang yang tertimbun longsor dan belum ditemukan,'' katanya di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, Sabtu.

Terkait material longsoran yang menutup ruas jalan Karangkobar-Banjarnegara, dia mengatakan bahwa material tersebut belum bisa disingkirkan karena dikhawatirkan tanah dari atas kembali turun.

Sumber : REPUBLIKA.CO.ID

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan tanda *

Berapakah 9 + 7 ?