Lewati ke konten utama

Pasar Klewer Terbakar, Ini Dampaknya Bagi Solo

Admin
32 kali dilihat

Menurut Ismet, bencana musibah kebakaran Pasar Klewer tidaklah berpengaruh terhadap laju inflasi. Namun, berpengaruh pada pergerakan ekonomi 2015. Terutama pada kwartal pertama. Sektor perdagangan Kota Solo diperkirakan sedikit menurun. Ini yang bakal terasa terjadi.

Kontribusi Pasar Klewer pada perekonomian Kota Solo selama ini, menurut Ismet Inono, bila dilihat transaksi perdagangan Pasar Klewer termasuk hal utama. Dalam sektor perdagangan, memang cukup signifikan besarnya dibanding dengan sektor lain.

''Namun kliring kita di Surakarta ini mencapai antara Rp 2,8 trilyun sampai Rp 3 trilyun. Sedang RTGS (/Real Time Gross Settlement/)-nya diatas Rp 3 triliun. Memang cukup besar dan aktivitas perdagangan terbesar ada di Pasar Klewer.n edy setiyoko

DPR: Pasar Klewer Terbakar Ada Dampak Negatifnya

SOLO -- Rasa simpati dan empati terhadap nasib pedagang korban kebakaran Pasar Klewer muncul dari DPR RI. Anggota dewan dari Komisi XI PAN, Muhammad Hatta, mengusulkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) Solo untuk bisa membantu meringankan beban pedagang melalui hapus buku.

Anggota dewan dari PAN ini berupaya, ''Kami berharap kepada BI dan OJK bisa memaksimalkan kewenangan yang dimiliki, agar membantu pedagang Pasar Klewer yang tertimpa musibah''. Misalnya, dengan kebijakan hapus buku. Pemberian kebijakan ini, persis seperti pada saat bencana Gunung Merapi dulu.

Menurut Muhammad Hatta, kebakaran menimpa Pasar Klewer merupakan kejadian luar biasa. Ini karena bisa mengakibatkan perekonomian Kota Solo terganggu. Adapun untuk mengurangi dampak negatif ditimbulkan, pemerintah dan pihak perbankan, bisa bersinergi membuat kebijakan terobosan.

''Kami akan coba terus mengkawal kasus ini sampai selesai, agar pedagang yang tertimpa musibah mendapatkan keringanan dari pihak perbankan dan BI,'' tutur anggota DPR RI dari Dapil V (Solo, Sukoharjo, Boyolali, dan Klaten) ini.

Kepala OJK Solo, Mulyadi, dalam kesempatan itu menyampaikan, pihaknya belum bisa memberikan kepastian terkait kebijakan perbankan. Namun demikian, dirinya mengaku hendak berusaha semaksimal mungkin dan berkoordinasi dengan pihak perbankan.

Rencananya, baru Senin (29/12) ini pihaknya mengumpulkan kalangan perbankan untuk menyikapi musibah ini. Terkait penghapusan buku, lanjut dia, ''Kami belum bisa memastikan. Namun, akan mendorong agar bisa ada kebijakan terobosan supaya membantu pedagang. Entah penjadwalan ulang, ataupun restrukturisasi utang''.

Mulyadi juga menyampaikan, agar dana Coorporate Social Responsibility(CSR) dari perbankan bisa difokuskan untuk membantu melakukan pemulihan Pasar Klewer.

Hidran Pasar Klewer Tidak Berfungsi

SOLO — Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kota Surakarta, Eko Nugroho mengatakan belum bisa menentukan penyebab kebakaran Pasar Klewer, Solo. Namun, salah satu akibat sulitnya pemadaman adalah tidak berfungsinya hidran di dalam pasar.

Saat kebakaran sekitar 20 mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan kebakaran di Pasar Klewer, Solo, Jawa Tengah. Jumlah tersebut termasuk bantuan mobil pemadam kebakaran dari luar Solo seperti Sragen dan Yogyakarta.

“Penyebabnya belum bisa dipastikan karena api langsung besar,” ujar Eko kepada wartawan usai mendampingi Gubernut Jateng, Ganjar Pranowo yang meninjau lokasi kebakaran.

Menurut Eko, hidran yang ada di Pasar Klewer diketahui tidak berfungsi. Kemungkinan, kata Eko, hidran tersebut kurang mendapatkan pengecekan.

Eko mengakui api sulit dipadamkan karena angin dan bahan yang terbakar berupa kain sehingga mudah menjalar. Berdasarkan pantauan hingga kemarin malam di beberapa titik kios, api masih tetap menyala.

“Titik api di blok empat masih ada di pinggir sendiri, ada yang selamat sisi utara, sisi barat utuh, di dalam ada dua kios yang selamat,” katanya, Ahad (28/12).

Sebelumnya, kebakaran sendiri terjadi pada Sabtu (27/12) malam. Hampir seluruh bangunan pasar tradisional bersejarah tersebut ludes dilalap api.

Kebakaran Pasar Klewer, 1.532 Kios Rusak Parah

SOLO -- Kepala Dinas Pengelola Pasar Solo, Subagyo mengatakan, sebanyak 1.532 kios mengalami rusak parah akibat kebakaran yang menimpa Pasar Klewer Sabtu (27/12) malam. Kerusakan tersebut termasuk barang dagangan dari para pedagang.

“Kerugiannya belum bisa dipastikan, sekarang penyelamatan dulu, nanti akan diakan dibahas semua mulai dari penyebabnya, sampai kerugian dan kedepannya,” kata Subagyo, usai mendampingi Gubernur Jateng yang meninjau langsung lokasi, Ahad (28/12) petang.

Menurut Subagyo, pihaknya juga akan segera mencarikan lokasi pasar darurat agar para pedagang bisa berjualan kembali. Namun, hal tersebut akan dibacarakan dengan para pedagang. Sebab, beberapa pedagang mengusulkan tempat pasar darurat disekitar Pasar Klewer.

Ia menambahkan, setidaknya untuk pasar darurat dibutuhkan luas tanah sekitar 2-3 hektar. Pasalnya, pasar darurat tidak mungkin dibuat bertingkat melainkan melebar atau memanjang. “Untuk anggaran belum nanti bisa diambil darimana saja,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo pada Ahad (28/12) petang tiba ke lokasi kebakaran. Usai meninjau sekitar satu jam, Ganjar mengatakan, sudah meminta kepada wali kota Solo untuk merinci semua anggaran apa saja yang dibutuhkan untuk pasar Klewer kedepannya.

Menurutnya, anggaran bisa diambil mana saja baik dari daerah, provinsi maupun pusat. “sekarang bagaimana diberikan kesempatan lagi pedagang yang ada disini untuk berjualan lagi segera,” katanya, usai meninjau lokasi kebakaran.

Segera Relokasi Pasar Klewer

SOLO -- Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Kota Solo segera membangun pasar darurat. Langkah ini untuk menampung pedagang Pasar Klewer yang terkena musibah kebakaran, Sabtu (27/12) malam hingga Ahad (28/12).

Menurut kepala DPP, Subagyo, membangun pasar darurat diperuntukan menampung 1.660 pedagang korban kebakaran. Hanya saja, saat ini DPP masih berkonsentrasi dalam penanganan kebakaran, keselamatan barang dagangan dan keselamatan aset pemerintah. ''Saat ini kami masih berkonsentrasi pada pemadaman api dan penyelamatan aset pedagang. Setelah itu nanti akan dikoordinasikan lagi tentang pembentukan pasar darurat,'' kata Subagyo, Ahad (28/12).

Walikota Solo, Hadi Rudyatmo, juga mengatakan segera mencari solusi untuk penanganan pedagang. ''Segera kami bangun pasar darurat. Namun, kami belum menemukan lahan yang pas untuk pasar sementara itu,'' kata Rudy, panggilan akrab walikota.

Ada sejumlah pilihan untuk membangun pasar darurat. Diantaranya, pelataran Benteng Vastenburg menjadi opsi terkuat untuk dibangun pasar darurat pascakebakaran Pasar Klewer. Nanti, kata Rudy, keputusan diberitahukan seusai menggelar rapat dengan dinas terkait.

Rudy mengungkapkan, selain Benteng Vastenburg, pihaknya juga menentukan alternatif lain, yaitu Alun Alun Utara Kota Solo sebagai opsi cadangan pembangunan pasar darurat. ''Namun, kami belum berkomunikasi dengan pihak Keraton Kasunanan Surakarta. Akan segera kami lakukan koordinasi dulu. Tapi, yang paling memungkinkan adalah Benteng Vastenburg,'' kata dia.

Ganjar Sanggup Cari Dana Pembangunan Pasar Klewer

SOLO -- Kebakaran yang melanda Pasar Klewer, Solo, Jawa Tengah, mengundang perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyatakan siap membantu mencarikan dana untuk membangun kembali pasar tersebut.

Ganjar mengatakan Pemprov Jateng siap membantu penanganan pascakebakaran baik dalam hal pembangunan pasar darurat maupun pembangunan total pasar bursa tekstil dan produk tekrtil terbesar di Indonesia itu. Pemprov Jateng juga siap menjembatani komunikasi dengan pemerintah pusat terkait kebutuhan anggaran.

Ia menilai untuk membangun kembali Pasar Klewer membutuhkan dana yang besar, sehingga Pemkot Solo kemungkinan tak bisa menanggung sendiri dana tersebut.

"Sudah nggak kuat ini. Nanti, akan kami bantu bicara dengan pemerintah pusat. Kan ada APBN Perubahan (APBN P) yang dibahas Februari. Itu kesempatan yang bisa kami dorong. Darimanapun yang memungkinkan. Intinya kami siap membantu," katanya.

Menurutnya melihat kondisi bangunan Pasar Klewer yang sudah prorak poranda, dan konstruksi sudag runtuh, praktis pasar harus dibangun total. Saat ini, pemerintah fokus pada upaya penyediaan pasar darurat. Ini agar pedagang bisa segera berjualan kembali. Pemprov menunggu Pemkot Solo untuk mencari lokasi bagi pembangunan pasar darurat.

Gubernur menyatakan, pembangunan pasar darurat dan pembangunan total Pasar Klewer diupayakan secepatnya. Terlebih, kebakaran Pasar Klewer bisa dikategorikan sebagai bencana.

Walikota Solo, Hadi Rudyatmo, mengatakan, pemkot telah melakukan komunikasi dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pekerjaan Umum. Seluruh anggaran pembangunan pasar didanai pemerintah tanpa melibatkan investor.

''Jadi, tidak pakai investor. Seluruhnya didanai pemerintah. Kalau investorengko malah mawut (nanti malah morat-marit),'' kata Rudy, panggilan akrab Walikota.

Memang, apa yang dikatakan Rudy ada benarnya, tanpa invesotor atau lelang proyek. Soalnya, musibah kebakaran Pasar Klewer termasuk post mayor. Jadi, pemerintah tinggal menunjuk atau melaksanakan pelaksanaan proyek pembangunan pasar sendiri tanpa melalui lelang rekanan.

Api di Pasar Klewer Akhirnya Padam Total

SOLO -- Pasar Klewer Solo yang merupakan pusat perdagangan tekstil terbesar kedua di Indonesia setelah Pasar Tanah Abang Jakarta, yang terbakar Sabtu malam (27/12) pada Senin (29/12) pukul 06.30 WIB api baru bisa dipadamkan secara menyeluruh.

"Lamanya waktu untuk memadamkan api yang melalap Pasar Klewer itu karena banyaknya dagangan kain yang menumpuk di kios/toko," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkot Surakarta Eko Nugroho di sela-sela pemadaman kebakaran Pasar Klewer tersebut, Senin (29/12).

Ia mengatakan untuk memadamkan kobaran api yang melalap Pasar Klewer itu mengerahkan sebanyak 13 unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkot Surakarta dan ini juga masih kurang dan meminta bantuan dari daerah-daerah tetangga.

Dikatakan untuk memadamkan kebakaran api yang melalap Pasar Klewer ini juga meminta bantuan beberapa unit mobil pemadam kebakaran dari daerah lain yakni Kabupaten Semarang, Wonogiri, Sukoharjo, Boyolali, Klaten, Karanganyar, Sragen dn Bandara Adisumarmo Solo.

Eko Nugroho mengatakan meskipun api sudah bisa dipadamkan secara menyeluruh, tetapi juga belum bisa dilakukan olah kejadian perkara oleh kepolisian, karena masih dalam proses pendinginan.

"Ya api itu memang secara menyeluruh tadi sekitar pukul 06.30 WIB sudah sudah bisa padam, tetapi untuk melakukan olah kejadian perkara oleh pihak kepolisian tidak bisa dilakukan sekarang, karena sisa-sisa kebakaran itu masih panas dan menunggu dingin baru bisa dilakukan, untuk mencari sebab-sebab terjadinya kebakaran tersebut," katanya.

Kebakaran di Pasar Klewer itu melanda sebanyak 1.542 kios/toko, 750 pedagang oprokan dan 500 pedagang pelataran.

BI-OJK Bahas Solusi Hutang Bagi Pedagang Pasar Klewer

SOLO--Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Surakarta bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumpulkan 10 perusahaan bank pemberi pinjaman terhadap pedagang Pasar Klewer.

Langkah ini dilakukan untuk membahas nasib nasabah yang baru saja tertimpa bencana kebakaran pasar tekstil.

“Ada 10 bank pemberi pinjaman kepada nasabah pedagang Pasar Klewer. Jadi, kami sendiri tidak bisa mengambil keputusan sendiri. Terserah nanti putusan apa yang ditempuh BI bersama OJK dengan dunia perbankan,'' ujar Direktur Institutional Banking Bank Mandiri, Abdul Rachman, Senin (29/12).

Intinya, pihak Bank Mandiri sepakat dengan langkah BI dan OJK untuk mencari solusi terbaik bagi semuanya. Hanya saja, ada sejumlah pilihan yang bakal ditempuh nanti.

Misalnya, usulan restrukturisasi hutang. Ini bisa dilakukan penjadwalan ulang hutang, atau penundaan pembayaran hutang maupun penundaan pembayaran bunga.

Ketua Kamar Dagang dan Industri Kota Solo Haryanto, mendukung upaya pencarian solusi bagi nasib hutang pedagang Pasar Klewer. Ia berharap pedagang yang baru saja terkena musibah jangan diburu hutangnya.

''Jangan sampai sudah jatuh tertimpa tangga,'' katanya.

JK Targetkan Perbaikan Pasar Klewer Setahun

SOLO -- Pasar Klewer Solo ludes terbakar pada Sabtu (27/12) malam. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) pun sore ini meninjau lokasi terbakarnya pasar Klewer di Solo, Jawa Tengah usai mengunjungi Crisis Center Air Asia di Bandara Juanda, Surabaya, Jawa Timur.

Dalam kunjungannya, JK meminta agar pemerintah kota dan provinsi setempat segera membangun pasar yang ludes terbakar si jago merah. "Saya minta kepada pemkot dan pemprov untuk secepatnya membangun kembali," kata JK saat meninjau Pasar Klewer di Solo, Jawa Tengah, Senin.

Ia menargetkan, proses perbaikan akan selesai dalam waktu setahun. "Perbaikan setahun. Dalam waktu dua tiga minggu ini pasar daruratnya," tambahnya.

Terkait dana anggaran perbaikan, lanjutnya, pemerintah pusat akan bertemu terlebih dahulu dengan pemerintah kota dan pemerintah provinsi menentukan besar anggarannya.

Menurutnya, perbaikan Pasar Klewer tidak membutuhkan dana yang cukup besar. Sehingga ia optimistis pemerintah kota dan pemerintah provinsi dapat membangun kembali pasar Klewer dengan bantuan dari pemerintah pusat.

"Menurut saya, ini tidak terlalu besar biayanya sehingga pemkot dan pemprov bisa membantu walaupun pusat tetap akan berikan dukungan," jelasnya.

Menurutnya, pembangunan kembali Pasar Klewer harus dilakukan dengan bergotong royong. JK mengatakan pasar tradisional ini memiliki kegiatan perekonomian yang luar biasa karena menyediakan berbagai tekstil dan batik.

Kebakaran yang terjadi di Pasar Klewer mengakibatkan kerugian para pedagang hingga triliunan rupiah. Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo pun berencana akan membangun pasar darurat untuk para pedagang.

Rencananya, terdapat tiga pilihan lokasi untuk pembangunan pasar darurat itu. Yakni di halaman Benteng Vastenburg, Pusat Grosir Solo, dan Beteng Trade Center.

Ganjar Imbau Pedagang se-Jawa Tengah Asuransikan Usaha

SOLO—Hanya sebanyak 10 persen pedagang Pasar Klewer yang mengasuransikan usahanya. Tak pelak, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengimbau mereka segera membuka asuransi agar usahanya terjamin.

''Kesadaran ini, harus memunculkan, bahwa nampaknya semua usaha yang dimiliki sangat penting untuk menggunakan asuransi. Biar kalau ada musibah kerugian bisa dibagi dengan penjamin,'' tambah Ganjar, Senin (29/12).

Padahal, dari total 2.320 kios di Pasar Klewer, sebanyak 1.532 kios luder terbakar. Maka, Ganjar mengemukakan, evaluasi perlu dilakukan secara menyeluruh oleh para pedagang se-Jawa Tengah.

''Pasar di Purworejo kebakar, Pasar di Kabupaten Semarang tahun lalu, juga kebakar. Nampaknya, kita harus disiplin betul. Dari arsitektur, dari safety system-nya. Sehingga harapannya tidak terjadi hal seperti ini lagi,” jelasnya.

Sumber : REPUBLIKA.CO.ID

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan tanda *

Berapakah 9 + 9 ?