Pelatihan AI Ready ASEAN Hadir di MAN 1 Wonosobo, Bekali Siswa Keterampilan Kecerdasan Artifisial
Suasana penuh semangat dan rasa ingin tahu tampak memenuhi Aula MAN 1 Wonosobo, Sabtu, (1/10/2025) lalu. Para siswa terpilih, mulai dari anggota OSIS, MMC hingga Duta Anti Hoaks (DA), mengikuti kegiatan Implementasi Pelatihan AI Ready ASEAN, sebuah program penguatan literasi kecerdasan artifisial bagi generasi muda.
Program ini merupakan bagian lanjutan dari kemitraan ASEAN Foundation dan Google.org yang menyasar 10 negara di Asia Tenggara. Melalui konsep AI for All, AI Ready ASEAN menargetkan pemberdayaan lebih dari 5,5 juta warga ASEAN agar siap menghadapi transformasi digital dan perkembangan teknologi kecerdasan artifisial yang semakin pesat.
Di Indonesia, pelatihan ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan berbagai Learning Implementation Partner (LIP) seperti Mafindo, Ruang Guru, Kaizen, Coding Bee, dan Bebras. Salah satunya adalah Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) yang menjadi fasilitator pada kegiatan di Wonosobo.
Ketua Mafindo Wonosobo, Astin Mei mengaku terkesan dengan antusias peserta. Selama empat materi disampaikan, mulai dari konsep dasar AI hingga etika dan keamanan digital, para siswa tetap fokus dan aktif memberikan tanggapan.
“Kami dari Mafindo Wonosobo bangga sekali melihat antusiasme siswa MAN 1 Wonosobo. Mereka tetap semangat dan memahami bagaimana penggunaan AI dapat mendukung proses belajar. Terima kasih kepada pihak madrasah yang telah membuka ruang kolaborasi ini,” ungkapnya.
Pelatihan juga memberikan akses kepada peserta untuk mengembangkan kemampuan secara mandiri melalui platform LMS institute.mafindo.or.id, sehingga pembelajaran dapat berjalan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala MAN 1 Wonosobo, Sunaryo, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada madrasahnya sebagai tuan rumah pelatihan tingkat ASEAN ini.
“Anak-anak yang mengikuti pelatihan ini adalah siswa pilihan. Selain mampu menerapkan AI untuk pembelajaran, mereka juga diharapkan menjadi agen edukasi di sekolah, khususnya dalam menangkal hoaks dan penyalahgunaan teknologi,” tegasnya.
Sunaryo menambahkan, kemampuan literasi digital dan kecerdasan artifisial kini menjadi kebutuhan penting untuk menyiapkan masa depan para pelajar dalam era yang serba terhubung dan cepat berubah.
Pelaksanaan program AI Ready ASEAN di MAN 1 Wonosobo menjadi bukti komitmen daerah dalam mendukung pengembangan kualitas sumber daya manusia, terutama dalam hal literasi teknologi.
Dengan semakin banyaknya pelajar yang diberdayakan, harapan besar tumbuh agar Wonosobo menjadi daerah yang siap menyongsong masa depan inovasi digital dan keamanan informasi, serta melahirkan generasi yang cerdas, kritis, dan beretika dalam memanfaatkan kecerdasan artifisial.
0 Komentar