Ia mengatakan untuk membangun kembali Pasar Klewer tidak akan melibatkan pihak ketiga atau investor, tetapi akan diusahakan semaksimal mungkin menggunakan anggaran dari pemerintah baik daerah maupun pusat.
"Untuk pembangunan kembali Pasar Klewer ini akan diusahakan semaksimal mungkin menggunakan dana dari APBD Pemda setempat, APBD Provinsi Jawa Tengah dan bantuan dari Pemerinrah Pusat," katanya, Senin (29/12).
Menyinggung mengenai kapan akan dimulai pembangunannya, Budi Suharto mengatakan sekarang ini sedang dilakukan pembicaraan dan termasuk membuat pasar darurat untuk menampung sementara para pedagang yang kios/tokonya terbakar agar bisa berjualan.
Pembuatan pasar darurat ada dua pandangan yaitu pertama di Benteng Vastenburg dan kedua di Alun-Alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta. "Tetapi untuk pasar darurat ini kok tampaknya lebih mengarah ke Benteng Vastenbyurg," katanya.
"Untuk pembangunan pasar darurat ini Pemkot Surakarta ada alokasi dana Rp4,8 miliar. Jadi untuk pembangunan ini kalau sudah tempatnya pasti mengenai dana tidak ada persoalan," katanya.
Pembangunan pasar darurat ini akan dilakukan secepatnya. "Untuk pembangunan pasar darurat ini akan dilakukan secepatnya kasihan para pedagang, mungkin minggu kedua Januari 2015 sudah bisa dilakukan," katanya.
Kemendag Kucurkan Dana Renovasi Pasar Klewer
SOLO - Perhatian pemerintah terhadap bencana kebakaran Pasar Klewer mulai tampak. Sebelumnya ada kunjungan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Dirjen Kemendag), Kemendag, Srie Agustine, ke lokasi bencana.
Kementerian Perdaganagan Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, kata Srie Agustine, segera mengucurkan dana bantuan untuk renovasi Pasar Klewer Solo pascakebakaran yang terjadi Sabtu (27/12) malam lalu.
Srie Agustine namun tak merinci detail besaran dana yang bakal dikucurkan ke Solo. Yang jelas, kata dia, dana itu sudah menjadi program revitalisasi pasar yang disebabkan kebakaran.
Menurut Srie Agustine, ada dua hal mendesak dilakukan. Yakni, pendirian pasar darurat dan renovasi Pasar Klewer pascaterbakar. Namun, hal itu sudah tentu harus disesuaikan dengan kondisi APBN.
Kemendag, kata dia lagi, yang akan mengucurkan dana renovasi. Tetapi, pemerintah Kota Solo yang bertanggung jawab atas pembangunan pasar darurat yang bisa diambilkan dari Dana Alokasi Khusus (DAK).
Berdasarkan hasil pemaparan pemerintah Kota Solo, menurut Srie Agustine, dana dibutuhkan untuk pembangunan pasar darurat mencapai Rp 28 miliar. Angka itu sebetulnya terlalu tinggi. Soalnya, jika dibanding kasus serupa, seperti halnya pasar di Kabupaten Wonosobo, tidaklah sebesar itu.
''Karena itulah, kami minta pemerintah Kota Solo untuk mengkaji kembali,'' pinta Srie Agustin. Dia mengingatkan kembali, pentingnya pembangunan pasar darurat, dan pembangunan kembali Pasar Klewer.
Polisi Fokus Amankan Aset Berharga Pasar Klewer
SOLO -- Kepolisian Resor Kota Surakarta fokus untuk mengamankan aset berharga milik para pedagang yang masih bisa diselamatkan dari lokasi paskakebakaran Pasar Klewer Solo, Jawa Tengah, Senin (29/12).
Menurut Kepala Polresta Surakarta Kombes Pol. Iriansyah melalui Kasat Reskrim Kompol Guntur Saputro, aset berharga yang diamankan yakni brankas dan toko emas baik milik pedagang maupun bank atau koperasi pasar yang masih bisa diselamatkan.
Guntur Saputro menjelaskan telah mengamankan barang berharga sebanyak lima toko mas, sedang hari sebelumnya ada sembilan toko emas yang berhasil selamatkan dari lokasi kebakaran.
Bahkan, sejumlah brankas milik bank, koperasi, dan pedagang di Pasar Klewer yang selamat dari kebakaran sudah dipindahkan dari lokasi kebakaran.
"Jumlah bank di Pasar Klewer totalnya ada sembilan yakni Mandiri, Mayapada., BRI, Buana, Mutiara, Windu, BCA, BNI, dan BPR Bank Solo," kata Kasat Rekrim.
Menyinggung soal penyebab kebakaran, Kasat Rekrim mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan sejumlah saksi. Jumlah saksi yang dimintai keterangan hingga saat ini, sudah sebanyak sembilan orang dan tujuh orang di antaranya, petugas Satpam Pasar Klewer.
Selain itu, pihaknya juga telah mengambil sebanyak15 titik hasil rekaman dari alat Closed Circuit Television (CCTC) yang terpasang di sejumlah sudut di Pasar Klewer.
"Sebanyak 15 titik CCTV itu, dipasang delapan titik di lantai atas dan tujuh lainnya di lantai dasar. CCTV baru dipindahkan oleh ahlinya untuk bisa melihat rekaman sebelum terjadi kebakaran," katanya.
Menurut Kasat Reskrim, pihaknya belum bisa menyebutkan penyebab kebakaran di Pasar Klewer, karena harus menunggu hasil dari tim Laboratorium Forensik Mabes Polri yang rencana melakukan olah di tempat kejadian perkara, Selasa (30/12).
"Tim Labfor belum memungkinkan turun ke lokasi kebakaran, Senin ini, karena kondisi di dalam masih panas dan kini masih dilakukan penyemprotan oleh petugas pemadam kebakaran untuk pendinginan," kata Kasat Rekrim.
Brankas Emas Pedagang Pasar Klewer Rawan Dijarah
SOLO -- Pedagang Pasar Klewer mulai menyelamatkan barang berharga miliknya. Setelah kondisi lokasi kebakaran mulai dinyatakan ''aman'', pemilik kios sudah berhasil menyelamatkan brangkas tempat menyimpan uang dan perhiasan emas.
Memasuki hari ketiga usai kebakaran, menurut catatan sementara Dinas Pengelola Pasar (DPP) Pemkot Solo, petugas sudah mengevakuasi 15 brangkas, dan sejumlah mesin ATM (Anjungan Tunai Mandiri). ''Masih ada beberapa buah yang belum kita amankan,'' kata Subagyo, Kepala DPP Pemkot Solo, Selasa (30/12) pagi.
Pengambilan brangkas dan mesin ATM, kata Subagyo, harus dilakukan ekstra hati-hati. Pengambilan barang juga harus dikawal aparat kepolisian. Dan, pemilik harus menunjukkan SHP (Surat Hak pengelola) kios, surat keterangan lain, minta bantuan petugas untuk mengambil brangkas yang tertanam dalam kios. Setiap pengambilan brangkas dibantu 10 petugas Brimob.
Jadi, pemilik sendiri yang mengambil brangkas dengan bantuan pengawalan petugas. Pemilik tidak bisa menunjukkan bukti kepemilikan, kata Subagyo, tak bisa sembarangan mengambil brangkas. Ketatnya pengawalan ini, untuk menghindari penjarahan tempat menyimpan barang berharga.
Seperti diketahui, sebagian besar brangkas tersimpan di kios toko emas berada di lantai bawah. Di sana, ada deretan khusus toko emas. Sebagian besar dagangan emas disimpan dalam brangkas. Mengingat benda yang dievakuasi termasuk barang berat, dan kuat ditanam, harus dilakukan ekstra hati-hati.
Sumber : REPUBLIKA.CO.ID
0 Komentar