Lewati ke konten utama

Pemerintah Siapkan Relokasi Korban Tanah Longsor

Admin
21 kali dilihat

Ia menjelaskan relokasi menyeluruh akan meliputan penyiapan lahan dan juga pendidikan kepada masyarakat menyangkut lingkungan.

"Relokasi menyeluruh semuanya, kita siapkan lahan, program penjelasannya, pendidikan untuk peduli lingkungan. Itu program jangka panjangnya seperti itu," kata Ferry.

Untuk saat ini prioritas pemerintah adalah memindahkan warga ke tempat yang aman. Dalam jangka panjang selain memastikan lokasi yang aman juga lokasi yang tidak berpotensi terjadi tanah longsor lagi.

"Ini soal pilihan hidup, kita harus bicara pada mereka, mereka kan rata-rata petani, relokasi mereka ya harus bisa untuk tempat pertanian juga, bukan sekedar pindah rumah tetapi (juga memperhatikan-red) kehidupan mereka. Kalau sekarang ini yang penting aman dulu, kalau permanen ya harus dilihat dulu. Sawah jauh, dan lainnya juga jauh harus tanya dulu ke mereka," tegasnya.

Duh, 20 Pelajar Ini Jadi Korban Longsor di Banjarnegara

BANJARNEGARA-- Sebanyak 20 pelajar dilaporkan menjadi korban bencana tanah longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

"Dari 20 pelajar itu, enam di antaranya telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Namun, data masih terus berkembang," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan Kecamatan Karangkobar Poniran di Karangkobar, Banjarnegara, Rabu.

Menurut dia, enam pelajar yang ditemukan meninggal dalam bencana longsor tersebut, yakni Mudiono dan Feri Ade Setiawan, siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Sampang. Selanjutnya, Eka Aditya Ramadani dan Sefi Fitria Rohman, siswa SDN 1 Karangkobar, Dwi Endaryani, siswa SDN 2 Karangkobar, serta Ozi, siswa Sekolah Menengah (SMP) Maarif Karangkobar.

Sementara 14 pelajar yang belum ditemukan, kata dia, Ayu dan Farah, siswa Taman Kanak-Kanak (TK) Pertiwi Leksana, Cindi Ariyani Ayu Sukma, Fajar Mulyantoro, Fuad Mafturohman, Ratna Oktafiani, Khikmah, Indriyani Masaroh, Diana Damayanti, Janatun Karim, dan Anisa Nurin Ariandini, siswa SDN 1 Sampang, Dafa Setia Wahyudi, siswa SDN 2 Sampang, Vandy Yoga Pratama, siswa SDN 1 Karangkobar, serta Dea Anggraeni, siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Karangkobar.

Selain pelajar, lanjut dia, dua guru juga menjadi korban dalam bencana longsor itu, yakni Sukamto, guru SDN 2 Pasuruhan, serta Rohyati, guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tanggapan, keduanya telah ditemukan meninggal dunia.

"Data masih terus berkembang karena kami menerima informasi kalau masih banyak siswa yang belum ditemukan," katanya.

Sementara untuk siswa yang selamat, kata dia, sebanyak 133 orang yang tersebar di tujuh lokasi pengungsian. Dengan demikian, lanjut dia, para siswa yang selamat itu untuk sementara belajar di lokasi pengungsian.

"Sekolah tidak diliburkan meskipun tidak ada aktivitas belajar mengajar karena kegiatan tersebut dilakukan di pengungsian," katanya.

Relawan Longsor Tewas

BANJARNEGARA -- Seorang relawan warga Srumbung Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Ahmad Nurudin Yuhri (44) meninggal dunia akibat tertimpa alat berat dalam evakuasi bencana alam tanah longsor di Dusun Jemblung Desa Sampang Kabupaten Banjarnegara.

Suasana duka menyelimuti rumah duka di Dusun Sikepan, Desa Bringin, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Rabu. Kesedihan mendalam terlihat di wajah istri korban, Setyarahayu. Paman korban Muhammad Kholil mengatakan korban meninggal pada Selasa (16/12) setelah ekskavator yang dioperasikannya mengalami kecelakaan saat melakukan pencarian korban longsor.

Ia mengatakan korban meninggalkan seorang istri dan dua anak, yakni Sauki Ulul Hazmi (7) dan Daralukma Sahita Sari (6 bulan). Setyarahayu mengatakan tidak ada firasat apa pun sebelum suaminya meninggal.
Ia mengatakan dalam pencarian korban tanah longsor tersebut, suaminya bertugas sebagai operator ekskavator milik DPU Bina Marga Jawa Tengah.

Ia menuturkan sebelum meninggal, suaminya sempat pulang ke rumah pada Senin (15/12) dan pada Selasa siang ekskavator yang dioperasionalkan tergelincir karena medan licin dan korban meninggal setelah tergencet alat berat.

Korban tiba di rumah duka pada Selasa malam dan dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat.

Relawan Meninggal Tertimpa Alat Berat

BANJARNEGARA--Seorang relawan warga Srumbung Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Ahmad Nurudin Yuhri (44), meninggal dunia akibat tertimpa alat berat dalam evakuasi bencana alam tanah longsor di Dusun Jemblung Desa Sampang, Kabupaten Banjarnegara.

Suasana duka menyelimuti rumah duka di Dusun Sikepan, Desa Bringin, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Rabu. Kesedihan mendalam terlihat di wajah istri korban, Setyarahayu.

Paman korban, Muhammad Kholil, mengatakan korban meninggal pada Selasa (16/12) setelah ekskavator yang dioperasikannya mengalami kecelakaan saat melakukan pencarian korban longsor.

Ia mengatakan korban meninggalkan seorang istri dan dua anak, yakni Sauki Ulul Hazmi (7) dan Daralukma Sahita Sari (6 bulan).

Setyarahayu mengatakan tidak ada firasat apa pun sebelum suaminya meninggal.

Ia mengatakan dalam pencarian korban tanah longsor tersebut, suaminya bertugas sebagai operator ekskavator milik DPU Bina Marga Jawa Tengah.

Ia menuturkan sebelum meninggal, suaminya sempat pulang ke rumah pada Senin (15/12) dan pada Selasa siang ekskavator yang digunakannya tergelincir karena medan licin dan korban meninggal setelah tergencet alat berat.

Korban tiba di rumah duka pada Selasa malam dan segera dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat.

Kunjungi Korban Longsor Istri Gubernur 'Ngojek'

BANJARNEGARA -- Kunjungi korban bencana tanah longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, isteri Gubernur Jawa Tengah, Siti Atiqoh Ganjar Pranowo naik ojek, Rabu (17/12).

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah ini datang ke lokasi bencana untuk menyerahkan bantuan kepada para pengungsi, di Dusun Bandingan.

Namun karena kendaraan rombongan bantuan PKK ada yang bermasalah akibat terperosok dalam jalan yang rusak, akhirnya diputuskan untuk naik ojek untuk mempercepat waktu sampai di Posko Induk Penanganan Bencana Tanah Longsor Karangkobar di Bandingan.

"Dari pada terlalu lama menunggu, lalu saya putuskan naik ojek," ujar Atiqoh, beberapa saat setelah tiba di Posko Bandingan, Desa Sampang.

Namun ia tidak menyebutkan berapa ongkos ojek yangbharus ia bayar. "Lumayan jauh, dari pertigaan di bawah (pertigaan Desa Slatri)," tambahnya.

Pada kesempatan ini, Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Tengah juga meninjau lokasi tanah longsor sekaligus melihat proses pencarian para korban yang masih tertimbun di Dusun Jemblung.

Atiqoh juga menyempatkan mngunjungi warga Dusun Jemblung yang beradabdi pos pengungsian TPQ Alian Ambal.

Bersama- sama Dirut Utaman PT Sido Muncul, Irwan Hidayat ia memberilan bantuan berupa family kit serta obat- obatan kepada 166 jiwa penghuni penampungan pengungsi ini.

"Kami dengar, family kit seperti bedak bayi, sabun dan beberapa perlengkapan keluarga kurang di sini. Makanya PKK membantu apa yang masih kurang," jelasnya.

Pada kesempatan ini, PT Sido Muncul dan Berlico Farma menyerahkan bantuan berbagai produk dan uang tunai langsung kepada para ahli waris korban.

Sebelumnya juga diserahkan bantuan uang tunai Rp 300 juta dan obat obatan senilai Rp 150 juta, yang diterima langsung Wakil Bupati Banjarnegara, Hadi Supeno.

"Bantuan ini akan kami sampaikan kepada para korban, sesuai dengan amanah yang diberilan kepada Pemkab Banjarnegara," kata Supeno.

Sumber : REPUBLIKA.CO.ID

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan tanda *

Berapakah 1 + 8 ?