Iriansyah memastikan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran itu. Ini karena, kios yang ada di Pasar Klewer dalam keadaan kosong. Ihwal jumlah kios yang terbakar, Iriansyah mengatakan lebih kurang 1.500 kios terbakar dalam kebakaran yang terjadi pukul 19.30 WIB tersebut.
Terkait lambatnya pemadaman api di Pasar Klewer, Iriansyah mengatakan api sebenarnya sudah bisa dipadamkan pada pukul 01.30, Ahad dini hari, Namun, karena isi kios yang terdiri dari plastik dan kain, menyebabkan api tidak juga padam.
Kebakaran Pasar Klewer, DPRD Evaluasi Kinerja BPBD
SOLO - Kritik terhadap kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo datang dari DPRD setempat. Ini dilakukan setelah terjadi kasus kebakaran dahsyat yang melumat pusat grosir tekstil dan produk tekstil terbesar di Jateng, Pasar Klewer.
Kinerja BPBD dinilai kurang maksimal, terutama dalam melakukan upaya pemadaman kebakaran Pasar Klewer. ''DPRD akan mengevaluasi kinerja BPBD,'' kata Teguh Prakosa, Ketua DPRD Kota Solo, Ahad (28/12) dinihari ketika meninjau lokasi kebakaran.
DPRD, kata Teguh, akan mengadakan evaluasi terhadap kinerja unit penanggulangan bencana ini. Ia menilai, personel regu pemadam kebakaran yang diturunkan kurang sigap. Sehingga kebakaran semakin menjadi-jadi. Wakil rakyat dari PDI Perjuangan ini juga mempertanyakan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dipakai dalam penanganan bencana kebakaran.
Di sini, lanjut dia, terlihat bahwa mereka seperti bekerja sendiri-sendiri. Malah, terkesan tidak terkoordinasi. SOP-nya juga kurang jelas. ''Semua orang memerintah. Dan, tidak satu komando,'' katanya.
Selain menyoroti soal kesiapan personel, Teguh juga mengamati kurangnya alat pemadam yang dimiliki. Menurutnya, untuk Kota Solo masih sangat dibutuhkan keberadaan alat pemadam berupa mobil tangki dan mobil pemadam.
''Untuk alat, kami juga akan melakukan melakukan evaluasi. Jika perlu tambahan akan kita lakukan penambahan,'' katanya.
Pedagang Pasar Klewer Pasrah
SOLO -- Ratusan pedagang Pasar Klewer, Solo, Jawa Tengah masih duduk termangu di sekitar lokasi. Sejak malam, hingga Ahad (28/12), mereka hanya duduk-duduk, memandang sisa-sisa bangunan, berikut abu bekas kain dan pakaian yang dilumat 'si jago merah'.
Pedagang yang dirundung kesedihan itu, hanya memandang dari kejauhan. Mereka tak bisa mendekat, apalagi mengecek lokasi kios mereka yang ludes. Pusat grosir tekstil dan produk tekstil terbesar di Jateng berada di sisi Barat Laut Keraton Kasunanan Surakarta itu, kini dipasang 'police line'.
Pedagang yang datang kebanyakan bersama suami isteri, tampak lemas. Wajahnya tampak kuyu pucat pasi. Mereka tak bisa menggambar kesedihan, karena kehilangan tempat mengais rejeki, termasuk kehilangan barang dagangan yang tak sedikit nilainya.
Ada sejumlah pedagang yang baru datang langsung lemas, begitu melihat Pasar Klewer tinggal kerangka runtuh, bangunan tembok menghitam akibat jilatan api kebakaran semalam. Ada juga pedagang yang datang dalam kondisi lemas, langsung jatuh pingsan. Mereka langsung dipapah dipijit, dikeroki. Teman pedagang lain memberi teh panas biar cepat sadar diri.
Memang, melihat kondisi Pasar Klewer sekarang mengenaskan. Pasar pusat grosir tekstil dan produk tekstil berlantai dua tersebut, kini luluh lantak. Menyisakan bekas bangunan yang menghitam. Beberapa titik lokasi masih mengeluarkan asap kecil. Pedagang langsung lemas begitu memandang kondisi demikian.
Sementara para pedagang hanya duduk termangu memandang bagian demi bagian pasar yang roboh. Seorang wanita yang langsung pingsan begitu melihat lokasi. Sementara pedagang yang lain, Ridwan Saputro (56), tampak lemas. Ia pasrah, tak sanggup berbuat apa-apa.
''Tidak apa-apa mas. Namanya saja musibah. Saya serahkan semua kepada Gusti Allah. Cuma tubuh saya langsung lemas saja melihat kios saya terbakar. Saya dan keluarga tidak bisa berbuat apa-apa,'' katanya lemas.
Sejak Ahad petang, kondisi Pasar Klewer jadi tontonan masyarakat. Berita kasus kebakaran semalam, mendorong warga sekitar ingin melihat musibah ini. Terutama masyarakat yang setiap Ahad pagi mengadakan aktivitas //Car Free Day// (CFD) menyempatkan mampir ke sana. Tak aneh, sejak pagi lalu-lintas dari Alun-Alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta ke arah Barat cukup padat.
Petugas polisi, Satpol PP, dan Hansip Pasar Klewer, masih berjaga-jaga disekitar lokasi kebakaran. //Police line// yang dipasang melintasi lokasi musibah, menghalangi pedagang tidak bisa memasuki lokasi.
Hidran Pasar Klewer tak Berfungsi Maksimal
SOLO -- Satu demi satu fasilitas penanggulangan bencana kebakaran menjadi titik lemah. Bencana kebakaran Pasar Klewer, Sabtu (27/12) malam sulit dipadamkan, salah satu penyebab hidran yang ada kurang berfungsi maksimal.
Petugas pemadam kebakaran terlihat tak bisa memanfaatkan kran hidran. Kran hidran yang berada di sebelah Barat, Selatan, bangunan Pasar Klewer tidak berfungsi sama sekali. Sedang air yang mengalir pada kran hidran sebelah Utara tidak lancar.
Petugas pemadam, polisi, Satpol PP, juga sempat was-was ketika melakukan upaya pemadaman. Sebab, banyak ditemukan barang rawan terbakar tersimpan dalam kios. Seperti, mesin generator atau genset.
''Yang dikawatirkan justru mesin diesel yang ada di sejumlah toko meledak. Itulah yang saat ini sedang diupayakan untuk dikeluarkan,'' tutur Kabag Humas Polresta Solo, AKP Sis Raniwati.
Sementara, area kebarakaran yang semula berada di tengah utara telah merambah ke atas dan ke selatan. Bagian atas sebagian telah ambrol.
Pedagang Tuding Petugas Lamban Tangani Kebakaran Pasar Klewer
SOLO -- Lemahnya kinerja petugas pemadam kebakaran dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Solo menjadi kambing hitam kasus kebakaran yang melanda Pasar Klewer.
Hampir sebagian besar pedagang Pasar Klewer menuding petugas dalam penanganan kebakaran Pasar Klewer yang terjadi Sabtu (27/12) malam.
''Kinerja lembek seperti itu, menjadi penyebab kebakaran tidak tertangani dengan baik,'' ujar seorang pedagang.
H Wibowo (56), salah seorang pedagang Pasar Klewer yang menjadi saksi melihat lemahnya kinerja petugas pemadam kebakaran.
''Saya ini saksi mata saat pertama kali api itu masih kecil. Saya dari posisi luar pasar masuk, dan berusaha memadamkan api bersama petugas keamanan pasar,'' ujarnya.
Wibowo mengatakan telah berusaha menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berkali-kali, namun tidak ada respon sama sekali. Telpon berkali-kali dihubungi, tapi tidak ada yang mengangkat. Baru beberapa puluh menit, bisa kontak. Mobil pemadam datang, kobaran api terus membesar. Dan, merembet kemana-mana.
Sosok Wibowo berjibaku ikut melakukan pemadaman jilatan api. Ia dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) itu sampai habis sekitar 10 tabung. Namun, kobaran api belum bisa padam. Sedang pemadam belum juga datang.
Pemadam kebakaran baru datang setelah pihak Pasar Klewer menghubungi pimpinan BPBD Kota Solo. Kasus semacam ini sering terjadi setiap ada kasus kebakaran.
Pengakuan petugas pemadam kebakaran, Dono, api sulit dipadamkan karena hembusan angin yang terlalu besar. Kencangnya tiupan angin justru membuat kobaran api kian membesar.
''Anginnya sangat besar. Kami belum bisa menyentuh titik api, karena titik api berada ditengah pasar,'' kata Dono.
Hujan yang mengguyur Kota Solo sejak Magrib, juga tak mampu memadamkan api. Kobaran api malah membesar dan menjalar ke seluruh area Pasar Klewer.
Pedagang Pasar Klewer Diberi Kesempatan Selamatkan Barang
SOLO -- Kepolisian Resor Kota Surakarta memberikan kesempatan para pedagang di Pasar Klawer Solo, Jawa Tengah, untuk mengambil barangnya di kios-kios yang selamat dari kebakaran, Ahad pagi (28/12).
Para pedagang Pasar Klewer terlihat melakukan evakuasi barang-barang dagangannya yang masih bisa diselamatkan dan dibawa ke keluar dari kios-kios, setelah itu polisi memasang garis polisi melarang semua masuk ke lokasi pasar karena masih membahayakan.
Kondisi kebakaran di Pasar Klewer, api mulai padam sekitar pukul 06.00 WIB, tetapi bara dan asap hitam masih mengepul ke atas sehingga puluhan mobil pemadam kebakaran dari berbagai daerah di eks Keresidenan Surakarta masih berupaya melakukan pembasahan.
Bahkan, dua alat berat "backhoe" milik Pemerintah Kota Surakarta sejak Sabtu malam hingga Ahad pagi diturunkan untuk membantu petugas pemadam menjinakkan api yang membakar tempat perbelanjaan kain terbesar di Indonesia itu.
Kepala Polresta Surakarta Kombes Pol Iriansyah di lokasi kebakaran, mengatakan sengaja memberikan kesempatan para pedagang untuk menyelamatkan barangnya di lokasi kios yang sudah padam.
"Kami beri kesempatan para pedagang untuk mengambil barang yang masih bisa diselamatkan. Setelah itu, dipasang police line untuk menjaga keamanan," katanya.
Menurut Kapolresta, api memang sudah padam sekitar pukul 06.00 WIB, tetapi bara dan asap masih ada sehingga mobil pemadam masih bekerja termasuk mobil water canon untuk membasahi.
Menurut Humas Himpunan Pedagang Pasar Klewer Solo, Kusbandi, jumlah kios di Pasar Klewer Solo sebanyak 2.100 unit, sedangkan yang mengalami kebakaran sekitar 1.660 unit.
Menyinggung soal kerugian, Kusbandi belum bisa memastikan, tetapi diperkirakan mencapai triliunan rupiah.
Korsleting Listrik, Penyebab Kebakaran Pasar Klewer
SOLO--Kebakaran Pasar Klewer, Solo diduga disebabkan oleh arus pendek listrik.
''Dugaan sementara, akibat korsleting listrik,'' kata juru bicara Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK) Kusbani, Ahad (28/12).
Dugaan tersebut disimpulkan dari percikan api yang terlihat saat kejadian pada Sabtu (27/12) pukul 20.00 WIB. Percikan tersebut membakar atap pasar di bagian sisi Timur Pasar Klewer. Api cepat membesar dan merembet lantaran diterpa angin yang bertiup kencang.
Kobaran api terus cepat membesar, karena hembusan angin. Petugas pemadam kebakaran terlambat datang, sementara kondisi api sudah merembet kemana-mana. Dalam tempo sekitar enam jam, pasar yang menjadi pusat perdagangan tekstil dan garmen itu ludes terbakar.
Salah seorang pedagang, Wibowo mengatakan, instalasi listrik di pasar tersebut memang sudah tua. ''Tahun lalu, juga pernah korsleting,'' katanya. Pada saat itu, kebakaran bisa dicegah serta kabel yang rusak segera diperbaiki.
Wibowo menjelaskan, pasar tersebut memang rawan korsleting saat musim hujan. ''Kondisi bangunan banyak atap yang bocor,'' ucapnya.
Sumber : REPUBLIKA.CO.ID
0 Komentar