Perkuat Kesiapsiagaan Relawan, Pemkab Wonosobo Gelar Apel Dan Simulasi Bencana
Sekitar 200 relawan penanggulangan bencana dan kebakaran di Wonosobo mengikuti Apel Kesiapsiagaan dan Peningkatan Kapasitas (Capacity Building) Relawan Penanggulangan Bencana dan Kebakaran se-Kabupaten Wonosobo, yang diselenggarakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo. Apel dipusatkan di Desa Gambaran, Kecamatan Kaliwiro, Jumat (19/12/2025).
Selain relawan dari berbagai unsur, termasuk relawan penyandang disabilitas, apel juga diikuti BPBD Kabupaten Wonosobo, perangkat daerah terkait, TNI, Polri, serta komunitas relawan di tingkat desa dan kecamatan.
Dalam sambutannya, Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, menegaskan bahwa Kabupaten Wonosobo memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi. Oleh karena itu, kesiapsiagaan yang berkelanjutan dan terencana menjadi kebutuhan mutlak.
“Relawan memiliki peran strategis sebagai garda terdepan penanggulangan bencana di tingkat tapak. Relawan adalah wajah paling nyata dari kehadiran negara di tengah masyarakat. Ketika bencana terjadi, negara sering kali hadir melalui tangan-tangan relawan yang sigap, ikhlas, dan penuh empati,” tegas Bupati.
Menurutnya, apel kesiapsiagaan ini tidak dimaknai sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan sebagai ruang konsolidasi dan penguatan kapasitas relawan agar mampu bertindak cepat, terukur, dan selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap penugasan di lapangan.
Bupati juga mendorong agar kegiatan peningkatan kapasitas relawan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan terukur sebagai bagian dari sistem penguatan ketangguhan daerah.
“Saya berharap relawan terus menjaga semangat pengabdian, meningkatkan kompetensi, serta selalu mengutamakan keselamatan diri dan tim dalam setiap tugas, guna mewujudkan Wonosobo yang lebih aman, siaga, dan tangguh dalam menghadapi bencana,” imbuhnya.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kesiapan mental, meningkatkan keterampilan teknis, serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanganan kebencanaan.
Dalam kesempatan tersebut, Afif juga menyampikan bahwa guna memperkuat dan meningkatkan kemampuan dalam penanganan kebencanaan, Pemerintah Kabupaten Wonosobo melakukan penambahan satu unit mobil pemadam kebakaran, yang dibangun di atas chassis Mitsubishi Canter, dengan kapasitas tangki air 3.000 liter, double cabin serta dilengkapi pompa Maleco 500 GPM yang andal dan aman digunakan dalam kondisi darurat.
Kehadiran armada pemadam kebakaran tersebut diharapkan mampu memperkuat respons cepat pemerintah daerah dalam penanganan kebakaran dan keadaan darurat lainnya, khususnya di wilayah pedesaan dan daerah dengan tingkat kerawanan tinggi.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dilaksanakan pula simulasi penanganan bencana hidrometeorologi yang meliputi proses kaji cepat, koordinasi penanganan darurat, serta praktik lapangan. Dengan tujuan, untuk meningkatkan kesiapan dan ketanggapan relawan dalam menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama di wilayah rawan.
0 Komentar