Perkuat Sinergi dan Jaga Kondusivitas Daerah, Bupati Gelar Rakor Lintas Sektoral
Antisipasi meningkatnya dinamika sosial dan ekonomi dibulan Ramadan 1447 H, Pemerintah Kabupaten Wonosobo menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral, Penanggulangan Peredaran Minuman Beralkohol, Penertiban Petasan, serta Pengendalian Ketersediaan Bahan Pokok Penting (Bapokting), Senin (23/2/2026) di Pendopo Selatan.
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, dalam arahannya menegaskan bahwa rakor ini merupakan langkah antisipatif menghadapi lonjakan aktivitas masyarakat sejak awal Ramadan.
“Biasanya rakor kita laksanakan di akhir, namun kali ini kita lakukan di awal Ramadan. Karena pantauan kami, lalu lintas sudah padat, pusat perbelanjaan ramai, pasar induk dan pasar kecamatan sudah meningkat aktivitasnya. Ini harus kita antisipasi agar tidak terjadi lonjakan harga maupun gangguan ketertiban,” tegasnya.
Menurut Afif, kondisi inflasi Kabupaten Wonosobo saat ini masih terjaga di angka 2,51 persen (year on year), bahkanJanuari 2026 tercatat deflasi sebesar -0,51 persen. Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan agar tidak terjadi gejolak akibat panic buying maupun gangguan distribusi.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga ketertiban umum, khususnya terkait peredaran minuman keras, petasan, hingga potensi gangguan kamtibmas selama Ramadan.
“Kita ingin Ramadan dan Idulfitri tahun ini berjalan aman, nyaman, dan penuh kekhusyukan. Tidak boleh ada ruang bagi miras dan petasan yang membahayakan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Wonosobo, AKBP M. Kasim Akbar Bantilan, menyampaikan bahwa di awal Ramadan telah terjadi tiga kasus petasan yang menyebabkan korban luka serius, dua di antaranya anak di bawah umur yang harus dirawat di rumah sakit.
“Petasan bukan tradisi yang harus dilestarikan, tetapi aktivitas berbahaya yang mengancam keselamatan jiwa. Kami akan melakukan operasi secara intensif dan berharap masyarakat aktif melaporkan jika mengetahui adanya peredaran petasan maupun miras ilegal,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Wonosobo, One Andang Wardoyo, menekankan pentingnya edukasi publik secara masif.
“Kita ingin Wonosobo tanpa mercon. Namun masyarakat harus diberikan pemahaman. Bagian Hukum bersama Diskominfo diminta membuat sosialisasi yang menarik dan mudah dipahami, serta Forkompimca melakukan edukasi langsung di lapangan,” ujarnya.
Rakor ini juga menginstruksikan kepada seluruh Camat, Kepala Desa, dan Lurah untuk menyampaikan pesan ketenangan kepada masyarakat bahwa stok pangan aman, serta mengaktifkan jalur laporan cepat jika ditemuka ngangguan distribusi maupun potensi gangguan kamtibmas.
Melalui sinergi lintas sektoral ini, Pemkab Wonosobo berkomitmen menjaga stabilitas daerah sebagai wujud ikhtiar bersama dalam menciptakan Ramadan yang amandan kondusif.
0 Komentar