Lewati ke konten utama

Pesawat AirAsia Hilang Kontak

Admin
40 kali dilihat

149 WNI di AirAsia yang Hilang Kontak

JAKARTA - Staf Khusus di Kemenhub, Hadi Mustofa, membenarkan telah terjadi loss contact Pesawat AirAsia jenis A320 yang dipiloti Iriyanto dari Bandara Juanda Surabaya ke Singapura, Minggu (28/12).

Diwawancarai MetroTV, Hadi menjelaskan, pesawat dengan nomor penerbangan AWQ 8501 itu berisi 155 orang.

Rinciannya, 149 warga Indonesia, satu orang warga Singapura, satu Inggris, satu Malaysia, dan tiga warga Korsel.

Jumlah itu sudah termasuk awak kabin yang terdiri dua pilot, 4 kru, dan satu teknisi.

"Belum ada kesimpulan pesawat hilang," ujar Hadi.

Saat ini, otoritas terkait masih terus berkoordinasi dengan pihak radar Makassar maupun Singapura.

AirAsia Diperkirakan Hilang Kontak saat di Teluk Kumai

SURABAYA - Pesawat AirAsia jenis A320 yang dipiloti Iriyanto dari Bandara Juanda Surabaya ke Singapura, Minggu (28/12), diperkiraan hilang kontak saat berada di atas Teluk Kumai.

Teluk Kumai terletak di sebelah selatan Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Kepala Jaga Harian Basarnas Fadli saat diwawancarai MetroTV menjelaskan, saat ini pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pihak sejumlah bandara, antara lain Tanjung Pandan, Supadio Pontianak, termasuk juga bandara di Banjarmasin.

Sudah ada informasi yang masuk dari Belitung. Hanya saja, Fadli belum berani mengambil kesimpulan bahwa pesawat naas ditemukan di sana.

Sementara, Pihak Angkasa Pura I di Bandara Juanda Surabaya, menyiapkan dua nomor telepon untuk para kerabat penumpang pesawat AirAsia jenis A320 yang hilang kontak. Yakni 031-8690945 da 031-8690855.

Pihak Bandara Juanda juga sudah menyiapkan ruangan khusus bagi para anggota keluarga penumpang yang ingin mendapatkan perkembangan informasi.

Ini Nama-nama Kru AirAsia yang Hilang Kontak

JAKARTA - Pesawat AirAsia jenis A320 yang dipiloti Iriyanto dari Bandara Juanda Surabaya ke Singapura, mengalami loss contact, Minggu (28/12).

Pesawat dengan nomor penerbangan AWQ 8501 itu berisi 155 orang. Rinciannya, 149 warga Indonesia, satu orang warga Singapura, satu Inggris, satu Malaysia, dan tiga warga Korsel.

Jumlah itu sudah termasuk awak kabin yang terdiri dua pilot, 4 kru, dan satu teknisi. Mereka adalah:

Pilot : Capt Iriyanto

First Officer : Remi Emmanuel Plesel.

Senior Fight Attendant : Wanti Setiawati

Flight Attendant : Khairunisa Haidar Fauzi

Flight Attendant : Oscar Desano

Flight Attendant : Wismoyo Ari Prambudi

Teknisi : Saiful Rakhmad.

Cari AirAsia Hilang Kontak, Boeing 737 Sisir Laut Jawa

JAKARTA - TNI AU bergerak cepat menyikapi hilang kontaknyaAirAsia jenis A320 yang terbang dari Bandara Juanda Surabaya ke Singapura, Minggu (28/12) pagi.

Kadispen TNI AU Marsma Hadi Tjahjanto mengatakan, TNI AU sudah menerbangkan pesawat Boeing 737 dari Makassar untuk melakukan pencarian pesawat berisi 155 orang itu.

Pesawat Boeing yang dilengkapi kamera berkemampuan melacak obyek di perairan itu akan menyisir kawasan sebelah barat Laut Jawa.

"Kira-kira sebelah barat Laut Jawa, kemungkinan menuju Bangka Belitung," ujar Hadi saat diwawancarai MetroTV.

Dijelaskan, Boeing 737 itu yang melakukan pencarian itu berisi 15 orang.

AirAsia Sampaikan Keterangan Lewat Facebook

JAKARTA - AirAsia Indonesia membenarkan bahwa pesawatnya dengan nomor penerbangan QZ8501 dari Surabaya ke Singapura telah mengalami hilang kontak pada pukul 07.24 WIB Minggu (28/12). Hal itu disampaikan AirAsia dalam akun Facebooknya.

"AirAsia Indonesia dengan sangat menyesal menyampaikan penerbangan QZ8501 dari Surabaya ke Singapura telah hilang kontak," tulis AirAsia, Minggu (28/12).

Saat ini, AirAsia mengaku belum mendapatkan informasi mengenai status mengenai penumpang dan kru dalam penerbangan tersebut.

Namun mereka menjanjikan akan menginformasikan apabila mendapat informasi terbaru soal penerbangan QZ8501 dengan model pesawat Airbus A320-200 dan nomor registrasi PK-AXC.

"Saat ini, operasi pencarian dan penyelamatan sedang dilakukan dan AirAsia mendukung penuh proses itu serta ikut membantu pertolongan," tulis AirAsia.

AirAsia membuka Pusat Informasi dengan call centre dengan nomor 02129850801. Bagi mereka yang memiliki keluarga atau teman dalam penerbangan QZ8501 bisa menghubungi nomor tersebut.

AirAsia yang Hilang Kontak Kemungkinan di Babel

JAKARTA - Pesawat Air Asia Airbus A320-200 QZ 8501 yang hilang kontak saat akan menuju Singapura dari Bandara Juanda diperkirakan tengah berada di sekitar kepulauan Kalimantan dan Bangka Belitung (Babel).

"Diperkirakan pesawat ada di sekitar Kalimantan dan pulau Bangka Belitung," ujar Deops Basarnas, Mayjen TNI Tatang Zainuddin kepada wartawan Minggu (28/12).

Tatang menjelaskan informasi yang diperoleh dari Bandara Juanda di Surabaya, disebutkan bahwa sebelum hilang kontak pesawat AirAsia bernomor AWQ 8501 sempat meminta izin menaikkan ketinggian.

"Kemungkinan akibat cuaca ekstrim," ujar Tatang.

Pesawat berangkat dari Bandara Surabaya pukul 05.30 WIB. Dari manifes yang diperoleh pesawat membawa 155 orang.

AirAsia Hilang Kontak setelah 8 Menit Take Off

JAKARTA - Maskapai Asing Air Asia tujuan Surabaya -Singapura pagi tadi hilang kontak dengan Air Trafic Control (ATC). Hilang kontak tersebut terjadi setelah take off sekitar 8 menit dari Bandara Juanda.

Kapuskom Publik Kemenhub JA Barata saat dihubungi mengatakan pihaknya masih terus menelusuri keberadaan pesawat tersebut.

"Hilang kontak setelah 8 menit take off. Dan saat ini masih di telusuri," ujar Barata saat dihubungi, Minggu (28/12).

Hanya saja, dirinya enggan mengeluarkan informasi lebih lanjut soal penelusuran pesawat tersebut. Dia mengatakan hanya sebatas itu dia bisa memberi informasi.

"Sementara informasinya itu dulu, nanti detilnya lagi akan diinforkan," tukasnya.

Inilah Keterangan Resmi AirAsia

JAKARTA - Pihak AirAsia mengeluarkan keterangan resmi, terkait hilang kontaknya AirAsia jenis A320 yang terbang dari Bandara Juanda Surabaya ke Singapura, Minggu (28/12) pagi.

Berikut keterangan resmi dari AirAsia:

AirAsia Indonesia dengan menyesal mengonfirmasi bahwa pesawat dengan nomer QZ8501 dari Surabaya menuju Singapore hilang kontak dengan air traffic control pada pukul 07.24 waktu Singapore pagi ini.

Saat ini kami sedang melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk mengetahui kondisi terkini mengenai status penumpang dan crew member dari pesat tersebut, dan kami akan memberikan informasi terkini jika sudah mendapatkan informasi lebih lanjut.

Pesawat ini adalah Airbus A320-200 dengan nomer registrasi PK-AXC.

Saat ini, tim SAR (search and rescue) sudah beroperasi dan AirAsia telah berkooperasi dengan pihak-pihak terkait.

Bagi para keluarga dan kerabat dapat menghubungi nomer call Emergency Call Centre AirAsia di +622129270811.

AirAsia akan terus memberikan informasi lebih lanjut dengan situasi terkini. Informasi terkini juga tersedia di website AirAsia, www.airasia.com.

Note untuk Editor: Kami meminta para media untuk tidak menghubungi nomer AirAsia Emergency Call Centre, mengingat nomer ini hanya diperuntukkan bagi keluarga dan kerabat dari penumpang yang terkena dampak dari kejadian ini.

AirAsia Hilang Kontak, Mabes Koordinasi dengan Kemenhub

JAKARTA -- Mabes Polri langsung berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk tindakan lebih lanjut terkait kasus hilang kontaknya pesawat AirAsia nomor penerbangan QZ 8501 tujuan Surabaya-Singapura, di sekitar Kepulauan Kalimantan, Tanjung Pandan.

"Kita monitor dan sudah menginfokan kepada seluruh jajaran untuk koordinasi lebih lanjut dengan Kementerian Perhubungan guna langkah lebih lanjut," ungkap Kombes Agus Rianto, Karopenmas Mabes Polri, kepada JPNN, Minggu (28/12).

Pesawat AirAsia jenis A320 yang dipiloti Iriyanto dari Bandara Juanda Surabaya ke Singapura, mengalami loss contact, Minggu (28/12).

Pesawat dengan nomor penerbangan AWQ 8501 itu berisi 155 orang. Rinciannya, 149 warga Indonesia, satu orang warga Singapura, satu Inggris, satu Malaysia, dan tiga warga Korsel.

Jumlah itu sudah termasuk awak kabin yang terdiri dua pilot, 4 kru, dan satu teknisi.

Doakan AirAsia Hanya Hilang Kontak

JAKARTA - Plt Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Joko Atmodjo, berharap semua pihak ikut berdoa agar tidak terjadi ha-hal yang tidak diinginkan terhadap hilang kontaknya pesawat AirAsia jenis A320 yang terbang dari Bandara Juanda Surabaya ke Singapura, Minggu (28/12) pagi.

Joko menyatakan, sejauh ini pemerintah hanya sebatas menyampaikan ke publik bahwa pesawat mengalami hilang kontak.

Kita berdoa, mudah-mudahan hilang kontak tidak berlanjut ke hal-hal lain. Mudah-mudahan ada di tempat lain," ujar Joko saat memberikan keterangan pers diJakarta, Minggu (28/12).

Dijelaskan, pesawat berpenumpang 155 orang itu mengalami hilang kontak pukul 06.17 Wib, saat posisinya berada di antara Tanjung Pandan dan Pontianak.

Sebelumnya, pilot sempat menyampaikan pesawat menghindari awan dan minta naik ketinggian.

Basarnas 8 Kota Mencari AirAsia yang Hilang Kontak

JAKARTA - Badan Sar Nasional (Basarnas) sudah menerima laporan pesawat AirAsia dengan rute Surabaya-Singapura mengalami hilang kontak. Basarnas sudah berkoordinasi dengan beberapa Kantor SAR untuk melakukan pencarian.

"Basarnas sudah berkoordinasi dengan Kantor SAR Pangkalpinang, Jambi, Tanjungpinang, Palembang, Pontianak, Jakarta, Banjarmasin, dan Lampung untuk melakukan pencarian," tulis Basarnas dalam keterangannya, Minggu (28/12).

Basarnas menyatakan pesawat AirAsia itu mengalami hilang kontak di sekitar Teluk Kumai pukul 06.17 WIB.

Berdasarkan keterangan petugas ATC Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, koordinat terakhir kontak pesawat pada 03 09 15 S – 111 28 21 E.

"Pesawat dengan nomor penerbangan AWQ 8501 tersebut harusnya memasuki wilayah udara Singapura pukul 06.52 WIB," tulis Basarnas.

Seperti diberitakan, pesawat AirAsia ‎dengan jenis Airbus itu berisi 155 orang. Rinciannya, 149 warga Indonesia, satu orang warga Singapura, satu Inggris, satu Malaysia, dan tiga warga Korsel.

Jumlah itu sudah termasuk awak kabin yang terdiri dua pilot, 4 kru, dan satu teknisi.‎ Pesawat itu dibawa oleh Capt. Iriyanto.

Pesawat AirAsia Hilang, Ini 5 Nomor Call Center yang Bisa Dihubungi

SURABAYA - Ruang crisis center di Bandara Juanda mulai disesaki para keluarga penumpang pesawat Air Asia AWQ 8501 dan puluhan wartawan.

Para petugas tak kalah sibuk menerima kedatangan para keluarga untuk mencocokkan data penumpang.

Sembari menunggu digelarnya konferensi pers, sejumlah wartawan dan keluarga terlihat memantau papan pengumuman. Dimana di papan tertulis daftar nama penumpang awak pesawat.

Bahkan nomor call center juga tertulis jelas. Nomor itu siap memberikan informasi kepada keluarga penumpang yang belum bisa datang ke ruang crisis center di Terminal 2 Bandara Juanda Surabaya.(mas/jpnn)

Berikut nomor call canter Air Asia AWQ 8501:

0318690945
0318690856
0312986790
0312986791
0312986793

Jonan: AirAsia Diperkirakan di Sekitar Belitung dan Tanjung Pandan

SURABAYA - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menggelar konferensi pers di depan wartawan dan keluarga Air Asia AQW 8501 di ruang crisis center Terminal 2 Bandara Juanda Surabaya.

Dia mengatakan untuk sementara posisi pesawat yang hilang itu diperkirakan di Belitung dan Tanjung Pandan.

"Sekarang sedang dilakukan pencarian. Pencarian dilakukan sesuai prosedur. Dari daerah terkecil dan terus diperluas jika belum ditemukan," kata Jonan.

Hingga saat ini Johan belum berani memastikan apakah pesawat yang diisi 149 penumpang WNI untuk terbang ke Singapura itu mengalami kecelakaan atau tidak.

"Kami akan terus berusaha. Jajaran TNI, Polri, SAR dan pihak terkait masih berusaha," kata Jonan.

Cuaca Buruk, Pilot AirAsia Sempat Minta Bergeser ke Kiri

JAKARTA - Beberapa spekulasi mulai mencuat mengenai hilangnya pesawat AirAsia jenis A320. Pesawat yang hilang kontak 8 menit usai terbang dari Bandara Juanda Surabaya ke Singapura, Minggu (28/12) pagi itu dikabarkan kekurangan bahan bakar.

Namun kabar tersebut dibantah oleh Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan, Djoko Murjatmodjo saat menggelar jumpa pers di Bandara Soekarno, Hatta, Tangerang. Ia menegaskan bahwa pesawat AirAsia berkondisi layak terbang.

"Pesawat jelas baik, nggak benar itu (kehabisan bahan bakar)," jelasnya.

Menurutnya, sebelum hilang kontak cuaca sempat tidak bersahabat. Hal itu diperkuat dengan pilot yang meminta pindah posisi untuk menghindari awan tebal.

Di mana kontak terakhir antara ATC terjadi pada 6.12 menit, ketika pilot minta bergeser ke sebelah kiri dan minta naik ke ketinggian 38 ribu kaki.

"Cuaca di sana memang sedang tidak baik, kenapa pilot minta life track ke kiri untuk menghindari awan. Posisi cuaca di daerah itu sedang tidak baik," katanya.

Kemenhub Kirim Kapal ‎Cari AirAsia QZ8501

JAKARTA - Berbagai instansi mulai dari Kementerian Perhubungan, Badan SAR Nasional, dan TNI Angkatan Udara sudah mulai bergerak untuk mencari pesawat AirAsia ‎jurusan Surabaya-Singapura yang hilang kontak, Minggu (28/12) pagi tadi.

"Sekarang teman-teman ‎sudah mulai di lapangan. Dari Perhubungan Laut sudah mengirim kapal-kapal ke lokasi, pesawat dari Kalibrasi juga sudah berjalan, teman-teman TNI AU juga sudah bergerak, Basarnas juga sudah bergerak," kata Plt Dirjen Perhubungan Udara, Djoko Murjatmodjo saat dihubungi, Minggu (28/12).

Djoko menambahkan pihaknya saat ini masih meyakini pesawat AirAsia berpenumpang 155 orang itu hilang kontak bukan jatuh. "Kita posisi saat ini masih mendeclare pesawat hilang kontak," ujarnya.

Djoko menjelaskan pesawat yang mengalami hilang kontak pukul 06.17 WIB itu berada di antara Tanjung Pandan dan Pontianak.‎ "‎Sekarang semua unit sedang bergerak," tandasnya.

Seperti diberitakan, pesawat AirAsia ‎itu berisi 155 orang. Rinciannya, 149 warga Indonesia, satu orang warga Singapura, satu Inggris, satu Malaysia, dan tiga warga Korsel.

Jumlah itu sudah termasuk awak kabin yang terdiri dua pilot, 4 kru, dan satu teknisi.‎ Pesawat itu dibawa oleh Capt. Iriyanto.

‎Pilot Iriyanto Sudah Terbang 20.537 Jam

JAKARTA - Pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan QZ8501 dengan rute Surabaya-Singapura hilang kontak tadi pagi. Pesawat itu dikemudikan oleh Capt. Iriyanto dengan didampingi oleh seorang first officer.

Berdasarkan keterangan tertulis yang disampaikan AirAsia, ‎Capt. Iriyanto memiliki total jam terbang selama 20.537 jam. Sementara dengan AirAsia, Capt. Iriyanto memiliki jam terbang selama 6.053 jam.

"First officer memiliki jam terbang selama 2.247 jam," tulis AirAsia dalam akun Facebooknya, Minggu (28/12).

AirAsia menyatakan pilot sempat meminta perubahan arah karena pengaruh cuaca. Permintaan itu dilakukan sebelum pesawat tersebut hilang komunikasi dengan Air Traffic Control di Indonesia.

Dalam keterangan tertulis dinyatakan bahwa pesawat AirAsia berjenis Airbus A320-200 dengan nomor registrasi PK-AXC itu menjalani perawatan terakhir pada 16 November 2014 lalu.

Selain dua pilot, ada lima orang kru kabin yang ikut serta dalam penerbangan pesawat yang berangkat dari Bandara Juanda, Surabaya. Dalam pesawat itu, terdapat 155 penumpang yang terdiri diri 149 warga Indonesia, satu warga Singapura, satu warga Inggris, satu warga Malaysia, dan tiga warga Korea Selatan.

TNI Kerahkan 5 Pesawat dan 3 KRI

JAKARTA - Kapuspen TNI, Mayjen TNI M Fuad Basya mengatakan TNI mengerahkan lima pesawat dan tiga KRI guna membantu pencarian Pesawat Air Asia QZ-8501 berpenumpang 155 orang yang hilang kontak dari Surabaya ke Singapura.

"Kelima pesawat TNI tersebut masing-masing tiga dari TNI AU satu Boeing 737 Surveilance, berangkat dari Lanud Halim PK, satu pesawat diberangkatkan dari Makassar dan satu pesawat Helly dari Pontianak. Dua pesawat lainnya yaitu pesawat patroli dari TNI AL," kata M Fuad Basya, Minggu (28/12).

Di samping itu lanjutnya, TNI juga mengerahkan tiga kapal perang (KRI) menuju lokasi dan bersama-sama dengan komponen yang lain untuk mencari pesawat yang sempat terpantau radar milik TNI AU yang berada di Korhanudnas HAS Hanandjoeddin, Bangka Belitung.

"Kendati demikian, TNI belum dapat memastikan apakah pesawat itu hilang di perairan. TNI telah mengirimkan tim pencari untuk membantu melacak keberadaan pesawat Airbus 320 milik maskapai penerbangan Air Asia tersebut," ungkapnya.

AirAsia Hilang Jadi Evaluasi Perbaikan Penerbangan

JAKARTA - Anggota Komisi Perhubungan DPR Umar Arsal berharap Kementrian Perhubungan serta Basarnas segera menemukan pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan QZ8501, yang hilang kontak, Minggu (28/12) pagi.

Dia mengatakan, berikan kepercayaan kepada pemerintah dalam hal ini Kemenhub dan Basarnas untuk melakukan pencarian pesawat naas tersebut.

"Tentunya kita berdoa agar pesawat tersebut bisa ditemukan. Paling tidak menemukan kondisi pesawat agar keluarga para korban tidak resah," kata Umar Arsal, Minggu (28/12), saat dihubungi wartawan.

Ketua Divisi Tanggap Darurat DPP Partai Demokrat itu mengatakan kejadian hilangnya kontak pesawat Air Asia ini juga harus menjadi evaluasi pemerintah dalam mengatasi penerbangan di tanah air.

Salah satu yang perlu dilakukan yakni mengutamakan keselamatan para penumpang. Terlebih dalam mengatasi dan menghadapi cuaca buruk yang menjadi alasan pesawat AirAsia hilang kontak.

"Kalau alasan cuaca, seharusnya pihak bandara sudah dapat mendeteksi kondisi cuaca. Bagi kita ke depan DPR akan terus mendorong bagi keselamatan para penumpang khususnya bagi yang mengunakan maskapai penerbangan," katanya.

Terpenting, kata dia, pemerintah jangan hanya mengejar volume atau pasar, tapi mengutamakan keselamatan para penumpang.

"Sekali lagi kita harapkan intansi terkait dapat memberikan yang terbaik bagi para penumpang. Jangan sampai menjadi presiden buruk bagi penerbangan tanah air kita dikemudian hari," kata politisi asal Sulawesi Tenggara tersebut.

Rumors Terkait AirAsia Berseliweran

JAKARTA - Kabar menyesatkan mulai muncul secara berantai. Salah satunya, menyebutkan Pesawat AirAsia QZ-8501 yang mengalami hilang kontak, berhasil mendarat mulus di daerah Belitung Timur.

"Amin 3x, YRA, ada kabar pesawat mendarat darurat di Belitung Timur, semua penumpang selamat, amin," begitu bunyi pesan berantai itu.

"Indahnya mukjizat Tuhan," tutup pesan dalam kabar burung itu.

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Tatang Kurniadi pun mengetahui mulai beredarnya kabar menyesatkan itu.

"Pesawat belum ditemukan. Saya dengar berbagai rumors, itu tidak benar. Ada yang menyebut pesawat ditemukan, dengan serpihan. Tidak benar," ujar Tatang saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Minggu (28/12).

Sumber : jpnn.com

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan tanda *

Berapakah 3 + 6 ?