Selain itu, Reza juga mengatakan, posko kesehatan dari Muhammadiyah direncanakan sampai enam bulan ke depan. Tidak hanya kesehatan namun juga dari psikolog juga akan mendampingi pengungsi sampai tahap rehabilitasi pasca longsor.
Pantauan Republika, relawan saat ini mulai berkurang. Sebab, evakuasi resmi dihentikan Ahad (21/12) siang.
Hujan Deras, Pencarian Korban Longsor Dihentikan
BANJARNEGARA - Proses pencarian korban longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah hari ini kembali dilanjutkan. Namun, baru berjalan sekitar empat jam hujan deras mengguyur lokasi longsor. Akibatnya pencarian pun dihentikan.
"Tidak ada yang ditemukan,cuma sebentar karena hujan berhenti," ujar petugas di posko induk, Sabtu (20/12).
Hingga pukul 13.30 WIB hujan belum reda. Saat Republika menanyakan kepada petugas evakuasi apakah akan dilanjutkan, ia menjawab menunggu instruksi.
Korban meninggal yang ditemukan belum bertambah yaitu 93 orang. Pencarian korban akan diakhiri Ahad (21/12) siang dengan upacara perpisahan antara relawan dan keluarga korban.
BNPB-UGM Pasang Lima Unit LEWS di Banjarnegara
BANJARNEGARA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Universitas Gajah Mada Yogyakarta memasang lima unit "landslide early warning system" (LEWS) di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
"Hari ini, UGM akan memasang peralatan di Banjarnegara. Dari 10 unit LEWS yang akan dipasang UGM terdistribusi di Banjarnegara sebanyak lima unit, serta Kulonprogo, Bandung Barat, Pekalongan, Banyumas, dan Magelang masing-masing satu unit," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui siaran pers yang diterima di Banjarnegara, Sabtu (20/12).
Selain dari UGM, kata dia, sebanyak 10 unit LEWS dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) Badan Geologi juga akan dipasang di sejumlah daerah, yakni Wonosobo sebanyak lima unit, Jawa Tengah bagian selatan sebanyak empat unit, serta Magelang satu unit.
Sebelumnya, lanjut dia, UGM bekerja sama dengan BNPB dan Pertamina telah memasang 14 unit LEWS di beberapa tempat, yakni Karanganyar sebanyak dua unit serta Banjarnegara, Situbondo, Sulawesi Utara, Tasikmalaya, Garut, Tanggamus, Argomakmur Bengkulu, Baturaja, Sungai Penuh, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan masing-masing.
Menurut dia, PVMBG juga telah memasang lima unit LEWS di beberapa lokasi, yakni Magelang sebanyak dua unit serta Karanganyar, Purworejo, dan Cilacap masing-masing satu unit.
Ia mengatakan bahwa Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah memasang LEWS di Agam dan Balikpapan masing-masing satu unit, serta Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memasang LEWS di Garut.
"Semua LEWS tersebut adalah karya anak bangsa Indonesia sehingga perlu diapresiasi dan digunakan. Bahkan, pemerintah Myanmar pernah membeli LEWS produk UGM untuk dipasang di Myanmar pada tahun 2012," katanya.
Sutopo mengharapkan pemerintah daerah yang memiliki daerah rawan longsor memanfaatkan peralatan LEWS karena sangat diperlukan masyarakat.
"Begitu juga dengan dunia usaha melalui program CSR (Corporate Social Reponsibility) dapat juga membangun sistem peringatan dini longsor atau bencana lainnya. Jika selama ini bantuan diberikan saat tanggap darurat maka dapat dialihkan dalam bentuk pencegahan bencana dengan peringatan dini," katanya.
Tanggap Darurat Banjarnegara Diperpanjang
BANJARNEGARA--Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan status tanggap darurat bencana longsor di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, akan diperpanjang selama 14 hari.
"Status tanggap darurat di Banjarnegara akan berakhir pada tanggal 21 Desember 2014. Rencananya akan diperpanjang selama 14 hari terhitung sejak tanggal 22 Desember 2014 hingga 4 Januari 2015," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan pers yang diterima Antara di Banjarnegara, Sabtu.
Ia mengatakan bahwa operasi penanganan darurat yang terdiri atas pencarian dan evakuasi jenazah, pelayanan pengungsi, dan persiapan relokasi warga yang berlangsung sejak tanggal 13 Desember 2014 telah berjalan dengan baik.
Menurut dia, pencarian jenazah korban pada hari Sabtu (20/12) berlangsung hingga pukul 12.00 WIB dan hasilnya nihil.
Dengan demikian, kata dia, secara keseluruhan jumlah korban yang berhasil ditemukan sebanyak 93 jenazah.
"Sesuai hasil rapat evaluasi tadi malam (Jumat, 19/12), pencarian jenazah akan dihentikan pada tanggal 21 Desember 2014," katanya.
Lebih lanjut, Sutopo mengatakan bahwa pengorganisasian posko dan koordinasi tim operasi telah dilaksanakan dengan baik.
Menurut dia, sistem pelaporan, rapat evaluasi harian, dan konferensi pers dilakukan secara rutin.
"Pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi pada titik-titik pengungsian di tiga kecamatan yang ada terus dilakukan. Besarnya bantuan dari masyarakat dan pihak swasta menyebabkan kebutuhan pengungsi dapat terpenuhi dengan baik dan persediaan logistik yang ada sangat berlebih," katanya.
Ia mengatakan bahwa relokasi bagi 22 keluarga asal Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, dan 36 keluarga dari Dusun Pencil, Desa Karangtengah, Kecamatan Wanayasa, sedang dikondisikan oleh Pemerintah Kabupaten Banjarnegara .
Menurut dia, Pemkab Banjarnegara saat ini sedang proposal usulan bantuan yang akan diajukan ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan BNPB.
"Semula, ada 43 keluarga asal Dusun Jemblung yang harus direlokasi namun ternyata hanya ada 22 keluarga, karena 21 keluarga lainnya telah meninggal semua sehingga tidak ada yang harus direlokasi," katanya.
Ia mengatakan bahwa lokasi relokasi sesuai rekomendasi Badan Geologi, yakni Desa Karangtengah dan Desa Ambal.
Sebelumnya, Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo mengatakan bahwa masa tanggap darurat bencana longsor di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah telah ditetapkan sejak tanggal 8-21 Desember 2014.
"Sebelum kejadian longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara sudah dalam masa darurat karena ada kejadian longsor di Kecamatan Wanayasa, Pejawaran, dan Sigaluh," katanya.
Dengan adanya longsor yang lebih besar di Dusun Jemblung, kata dia, konsentrasi penanganan darurat dialihkan di dusun itu.
Sumber : REPUBLIKA.CO.ID
0 Komentar