Selain itu melalui kegiatan ini diharapkan juga bisa menumbuhkan kesadaran seluruh komponen bangsa tentang wawasan kebangsaan, cinta tanah air serta persatuan dan terjalinnya keakraban dan kemanggulangan antara prajurit KODIM 0707 Wonosobo dan komponen bangsa.
Untuk lomba baca puisi, yang diikuti 13 siswi dan 21 siswa, setiap peserta lomba membawakan satu puisi wajib berjudul “Diponegoro” karya Chairil Anwar serta satu puisi pilihan dari empat puisi pilihan yang disediakan panitia, yakni “kupu-kupu dalam buku” karya Chairil Anwar, “Pelajaran Tata Bahasa dan Mengarang” karya Taufik Ismail, “Prajurit Jaga Malam” karya Chairil Anwar dan Senja di Pelabuhan” karya Chairil Anwar.
Sedang untuk lomba paduan suara, yang diikuti 10 kelompok, setiap kelompok memilih salah satu lagu nasional dari 16 lagu yang disiapkan panitia dan salah satu lagu daerah dari 16 lagu yang juga disiapkan panitia. Tiap kelompok sendiri terdiri dari 17 orang terdiri dari 15 orang penyanyi, 1 orang konduktir dan 1 orang pengiring. Untuk alat musik dan operator pengiring lomba berasal dari masing-masing sekolah. Paniti sendiri menyiapkan Keyboard Yamaha S 950.
Juri sendiri tiga orang berasal dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, dengan kriteria penilaian, untuk lomba baca puisi berdasar aspek vokal, aspek penampilan dan aspek penjiwaan, dan untuk lomba paduan suara aspek yang dinilai adalah materi suara, teknik, penghayatan dan penampilan.
Bagi juara terbaik satu akan maju di tingkat KOREM pada 18 Desember di Gedung Aula Serbaguna KOREM 072/Pmk Yogyakarta, dan jika tampil sebagai juara satu dan dua di tingkat KOREM akan diikutsertakan dalam ajang serupa di tingkat KODAM pada 23 Desember di Tugu Muda Semarang.
Sementara itu Wakil Bupati, Maya Rosida, saat membuka lomba menyampaikan, acara ini punya korelasi positif antara seni dengan upaya menumbuhkan semangat cinta tanah air di dalam jiwa setiap anak bangsa.
Menurutnya anak-anak muda perlu didekatkan dengan usaha memelihara semangat berbangsa dan bernegara, dengan tidak memperolok bangsa sendiri dengan banyak ungkapan dan anekdot, meski hal ini tidak bisa lepas dari kondisi bangsa, yang saat ini juga tengah belajar berdemokrasi dan merangkak menjadi bangsa yang lebih maju.
Melalui budaya memperdengarkan, improvisasi, dan membaca puisi serta menyanyikan lagu-lagu perjuangan kepada para pelajar, anak-anak muda, pegawai, dan seluruh lapisan masyarakat, ia yakin sedikit banyak akan mempengaruhi hasrat dan jiwa untuk senantiasa ingat akan identitas kebangsaan, nilai-nilai kecintaan pada tanah air, mengingat perjuangan para pahlawan di masa lalu, serta memupuk rasa persatuan dan kesatuan bangsa.
Tampil sebagai juara pertama, untuk lomba baca puisi putra, Padma Adhi Sanjaya dari SMA Muhammadiyah 1 Wonosobo, juara pertama putri, Avifah Nur Masita dari SMA Negeri 1 Wonosobo dan juara 1 lomba paduan suara kelompok paduan suara SMAN 1 Wonosobo.
0 Komentar