Lewati ke konten utama

'Sebaiknya Jangan Hura-Hura'

Admin
18 kali dilihat

Menurutnya, meski tanpa kembang api namun kemeriahaan perayaan tahun baru tetap akan terasa di Yogykarta. Di Yogyakarta sendiri menurutnya, pusat keramaian malam tahun baru akan terjadi di Malioboro dan Alun-alun Utara Yogyakarta. Haryadi sendiri akan turun lapangan meninjau keamanan dan ketertiban perayaan malam pergantian tahun tersebut.

Terkait pergantian tahun, seluruh hotel di Kota Yogyakarta dipastikan penuh terisi oleh wisatawan. Hanya beberapa hotel non bintang saja yang keterisiannya 90 persen.

"Di daerah ring I yaitu wilayah Malioboro tingkat keterisian sudah 100 persen," ujar Sekretaris BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono.

Menurutnya, banyak wisatawan yang ingin merayakan pergantian tahun di Kota Yogyakarta. Hal ini juga dimanfaatkan oleh hotel-hotel untuk membuat acara khusus menyambut tahun baru. "Malioboro masih menjadi magnet utama bagi wisatawan pada libur tahun baru," ujarnya.

Othok-Othok Gantikan Kembang Api Tahun Baru di Yogyakarta

YOGYAKARTA--Perayaan pergantian tahun di Kota Yogyakarta tidak akan dilakukan dengan gegap gempita nyala kembang api. Justru perayaan pergantian tahun akan dilakukan dengan membunyikan ratusan mainan tradisional, othok-othok di arena Sekaten Alun-alun Utara Kraton Yogyakarta.

“Othok-othok tersebut dibagikan gratis kepada pengunjung Sekaten pada malam pergantian tahun tersebut,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Eko Suryo Maharso, Selasa (30/12).

Dengan membunyikan mainan tradisional itu saat pergantian tahun, ujarnya, sekaligus melestarikan dan membudayakan mainan tersebut. Selain membunyikan othok-othok secara massal, pergantian tahun juga diawali dengan doa bersama.

Masyarakat juga dipersilahkan tampil di area panggung tahun baru yang telah disediakan di Malioboro.Selama libur tahun baru ini, pihaknya juga membuka posko informasi di depan UPT Malioboro.

Konsumsi Premium di DIY Meningkat Selama Liburan

YOGYAKARTA -- Selama libur akhir tahun ini konsumsi premium di semua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) naik signifikan.

"Kenaikan konsumsi bervariasi namun rata-rata kenaikan konsumsi mencapai 8 persen," ujar Ketua DPD Himpunan wiraswasta minyak dan gas (Hiswana Migas) DI Yogyakarta, Siswanta, Selasa (30/12).

Menurutnya, untuk SPBU yang dekat dengan titik pariwisata dan di jalur-jalur wisata kenaikan konsumsi premium naik signifikan. Namun di daerah yang jauh dari jaluh wisata kenaikan premium hanya biasa saja. Meski begitu seluruh SPBU di DIY mengalami kenaikan konsumsi premium.

Menurutnya, konsumsi rata-rata premium di DIY mencapai 1.500 kilo liter per harinya. Angka ini naik antara 5-8 persen setiap harinya selama libur akhir tahun. "Sejak menjelang natal kenaikan konsumsi terjadi," katanya.

Kenaikan konsumsi ini akan terjadi hingga pergantian tahun 2015 mendatang seiring berakhirnya musim libur pergantian tahun.

Sumber : REPUBLIKA.CO.ID

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan tanda *

Berapakah 9 + 6 ?