Seminar Peringatan Hari AIDS Sedunia 2025, Perkuat Komitmen Menuju Ending AIDS 2030
Pemerintah Kabupaten Wonosobo menggelar Seminar Peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) Tahun 2025, Selasa, (2/12/2025), di Pendopo Bupati Wonosobo. Kegiatan dihadiri lebih dari 250 peserta, terdiri dari perangkat daerah, organisasi keagamaan, fasilitas kesehatan, organisasi profesi, guru BK SMP/MTs, serta LSM penjangkau dan pendamping.
Mengusung tema nasional “Bersama Hadapi Perubahan, Jaga Keberlanjutan Layanan HIV”, menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen lintas sektor dalam mendukung percepatan Ending AIDS 2030 di Kabupaten Wonosobo.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam upaya penanggulangan HIV dan AIDS di Kabupaten Wonosobo. Juga kepada PT Geo Dipa Energi atas dukungan dan kontribusi konkret dalam penyelenggaraan seminar edukatif.
“Peringatan Hari AIDS Sedunia adalah momentum untuk meneguhkan kembali komitmen kita. HIV dan AIDS masih menjadi tantangan yang berdampak langsung pada kualitas SDM dan menimbulkan persoalan sosial ekonomi. Kita harus memperkuat layanan, memperluas jangkauan, dan memastikan tidak ada satu pun masyarakat yang tertinggal,” ujar Bupati.
Berdasarkan data tahun 2025, diperkirakan terdapat 915 kasus HIV di Wonosobo, dengan 664 orang yang masih hidup. Hal ini, menunjukkan ada 72,57 persen dari target nasional 95 persen, orang dengan HIV mengetahui statusnya.
“Perjalanan kita masih panjang. Untuk mencapai Ending AIDS 2030, kita harus bekerja keras mewujudkan Tiga Nol, Nol infeksi baru, nol kematian akibat AIDS, dan nol stigma serta diskriminasi,” tegas Bupati.
Stigma dan diskriminasi adalah hambatan terbesar dalam penanggulangan HIV. Banyak penderita menunda memeriksakan diri karena takut penolakan sosial. Karena itu, Afif mengajak sektor pendidikan dan agama untuk mengambil peran lebih aktif dalam edukasi dan pendampingan kelompok rentan, terutama remaja.
“Remaja adalah kelompok yang rentan. Guru BK memiliki peran strategis sebagai sahabat dan pelindung siswa. Pendidikan yang benar dan pendampingan yang hangat akan membantu mereka terhindar dari perilaku berisiko,” jelas Afif.
Mengakhiri sambutannya, Bupati berharap semua komponen untuk saling memperkuat komitmennya dalam mewujudkan Wonosobo yang sehat dan bebas AIDS.
“Mari kita bersinergi, berkolaborasi, dan bergerak bersama. Wonosobo harus menjadi daerah yang aman, sehat, produktif, dan bebas dari HIV dan AIDS. Langkah kecil kita hari ini adalah bagian dari perjalanan besar menuju Wonosobo Bebas AIDS 2030,” pungkas Afif.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Dr. Jaelan, menyampaikan bahwa seminar ini bertujuan untuk meningkatkan komitmen dan dukungan pemangku kepentingan dalam penanggulangan HIV, menginformasikan perkembangan program Pencegahan dan Pengendalian HIV di Kabupaten Wonosobo, dan meningkatkan pemahaman masyarakat terkait HIV dan pencegahannya. Selain itu, juga untuk menguatkan peranguru BK SMP/MTs sebagai pendamping siswa dalam upaya pencegahan HIV pada remaja.
Dinas Kesehatan menekankan bahwa kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, komunitas, dunia pendidikan, dan sektor swasta menjadi kunci keberhasilan percepatan Ending AIDS 2030 di Wonosobo.
“Seminar menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Ikatan Psikologi Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Wonosobo dan PT Geo Dipa Energi Unit Dieng. Adapun materi yang disampaikan meliputi Analisis Situasi Program HIV di Kabupaten Wonosobo, Kenali dan Cegah HIV, Guru BK sebagai Sahabat Remaja dalam Pencegahan HIV dan Edukasi Geothermal,” papar Jaelan.
0 Komentar