Lewati ke konten utama

Shalat Idulfitri 1447 H di Garung Wonosobo, Rayakan Kemenangan dengan Panorama Gunung Sindoro yang Memukau

Superadmin
60 kali dilihat

Menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, masyarakat Dusun Garung, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo kembali menggelar Shalat Idulfitri berjamaah di Lapangan Garung, sebuah lokasi ikonik dengan latar panorama alam lereng Gunung Sindoro yang menawan.

Kegiatan ini telah menjadi tradisi yang kerap viral di media sosial setiap tahunnya. Perpaduan antara hamparan jamaah, udara pagi yang sejuk, dan lanskap pegunungan menciptakan suasana ibadah yang khusyuk sekaligus memikat perhatian publik, baik dari dalam maupun luar negeri.

Mengusung tema “Rayakan Kemenangan dengan Pemandangan Menawan”, pelaksanaan Shalat Idulfitri tahun ini diharapkan menjadi momentum untuk merayakan hari kemenangan dalam suasana alam terbuka yang tenang, sejuk, dan penuh kekhidmatan.

Ketua panitia, Yakup Ari Wibowo, menyampaikan bahwa kegiatan akan dilaksanakan pada Jumat, 20 Maret 2026, pukul 06.00 WIB, bertempat di Lapangan Garung, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, Wonosobo, yang berlokasi dekat jalur pendakian Gunung Sumbing via Garung.

Bertindak sebagai imam dan khatib adalah Abdul Aziz Ma’arif yang akan menyampaikan khutbah bertema makna kemenangan setelah menjalani ibadah Ramadan.

Untuk meningkatkan kenyamanan jamaah, panitia bersama Pemerintah Desa Butuh telah memperluas area shalat dengan kapasitas yang diperkirakan meningkat hingga 50% dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, sistem portal masuk akan diberlakukan dan ditutup tepat pukul 06.00 WIB. Oleh karena itu, jamaah diimbau untuk datang lebih awal.

Sebagai alternatif, panitia juga menyiapkan sejumlah masjid di sekitar lokasi, seperti Masjid Al Amin, Al Falah, dan Al Mansyur bagi jamaah yang tidak dapat memasuki area lapangan.

Camat Kalikajar, Aldhiana Kusumawati, mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menyambut tamu dengan sikap ramah, menjaga kebersihan, serta menciptakan suasana yang aman dan tertib. Ia juga mengimbau agar jamaah tidak memaksakan diri masuk setelah portal ditutup demi menjaga kekhusyukan ibadah.

Selain menjadi sarana ibadah, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah serta memperkuat kebersamaan antarwarga.

Rangkaian kemeriahan Lebaran di kawasan Kalikajar akan berlanjut dengan festival balon udara tradisional yang digelar keesokan harinya di Lapangan Garung dan beberapa desa lain seperti Kembaran, Lamuk, Simbang, Tempelsari, dan Mangunrejo.

Tak hanya itu, pada 22–23 Maret 2026, Lapangan Garung juga akan menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan Festival Mudik 2026 bertema “Mabur Bareng Komunitas Balon Wonosobo”. Kegiatan ini menjadi daya tarik khas daerah sekaligus bentuk pelestarian tradisi lokal.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Fahmi Hidayat, menyampaikan bahwa Lapangan Garung kini berkembang tidak hanya sebagai lokasi ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan wisata berbasis alam, budaya, dan religi.

“Momentum Idulfitri ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga kesempatan untuk memperkenalkan potensi wisata Wonosobo secara lebih luas,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh pengunjung untuk bersama-sama menjaga kebersihan, ketertiban, dan kelestarian lingkungan agar keindahan kawasan tetap terjaga.

Dengan perpaduan nilai religius, keindahan alam, dan kekayaan budaya, Shalat Idulfitri di Garung Wonosobo diharapkan menjadi pengalaman berkesan bagi setiap jamaah dan wisatawan yang hadir.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan tanda *