Lewati ke konten utama

Sukses Raih Predikat PSM Terbaik Nasional, Suyatno Ahmad Waryanto Ingin Perluas Jaringan Pengabdian Sebagai Pekerja Sosial

Admin
42 kali dilihat

Ketika ditemui di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Wonosobo, Rabu (24/12) Suyatno masih menampakkan gurat kelelahan, mengingat baru sehari sebelumnya kembali dari Jambi. Namun di balik wajah lelahnya, pria 45 Tahun yang juga menjabat sebagai Kaur Umum itu tak henti menyunggingkan senyuman, terutama ketika mendapat ucapan selamat dari Kadinsos Agus Purnomo beserta para pejabat, hingga para staf Dinsos yang sudah seperti keluarga sendiri. Sambutan hangat jajaran Dinas Sosial disebut pria yang akrab disapa Pak Yatno itu semakin semringah. “Saya bersyukur dan senang sekali, telah berhasil membawa kedua benda ini ke Wonosobo”, demikian ungkapan Pak Yatno ketika ditanya bagaimana perasaanya. Kedua benda yang dimaksudnya adalah selembar piagam penghargaan dalam bingkai warna emas, dan sebuah trophy berlogo Kementerian Sosial RI, dan telah berplakat namanya sebagai PSM Terbaik Nasional.

Wajarlah bila kebanggaan begitu membuncah di benak Pak Yatno. Berjuang menjadi seorang pekerja sosial masyarakat yang tak menghasilkan rupiah, diakuinya tak mudah. Di awal menyandang status PSM pada Tahun 2001, Bapak 2 anak itu bahkan merasa begitu berat untuk melanjutkannya. Mendampingi penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) dengan beragam jenis keluhan, menjadi kegiatan sehari-hari. “Paling sering ditemui adalah pasien miskin yang tak mampu melanjutkan pengobatan lantaran terkendala biaya”, kata Pak Yatno menjelaskan jenis-jenis PMKS yang ditemui dan didampingi. Kepada keluarga pasien yang seringkali datang langsung ke rumahnya di RT 7 RW 2 Dusun Kalicecep, Desa Bejiarum, Kecamatan Kertek, Suyatno mengaku tak pernah mengucap tidak terhadap permintaan bantuan yang diminta. Mengurus adminsitrasi jaminan sosial, hingga kartu miskin ke Dinas dan Instansi terkait, hingga mengantar mereka ke Rumah Sakit dijalaninya tanpa mengeluh. Bahkan, meski harus mengurus rujukan ke luar kota, seperti ke RS Sardjito Jogjakarta, RS Karyadi Semarang, hingga RS Margono Purwokerto, koordinator Khotib se-Kecamatan Kertek itu tetap berangkat. “Naik motor agar lebih efisien dan lebih cepat sampai dan tidak kena macet”, ujar Pak Yatno ketika ditanya Kadinsos tentang kendaraannya selama menjalankan pengabdian sebagai PSM.

Dengan motor keluaran 1994 itu pula, Suyatno mengaku telah menyusuri jalanan, tak hanya di wilayah kerjanya di Kecamatan Kertek, melainkan sampai wilayah Selomerto, Mojotengah, Kaliwiro, Sapuran, Watumalang, dan Kalibawang. Pasien yang dibantunya memang tak sebatas Bejiarum dan Kertek, karena banyak pula yang dari wulayah-wilayah tersebut. “Mungkin karena gethok tular, alias tahu dari mulut ke mulut, sehingga jaringan pasien makin meluas” ujarnya menjelaskan ihwal aktivitasnya merambah ke luar wilayah kerja. Diakuinya, tidak mudah membagi waktu antara pekerjaan sebagai seorang perangkat Desa dan PSM. Terlebih, diapun masih memiliki kewajiban sebagai seorang suami dan ayah. Namun dengan pengertian dan pemahaman penuh dari pihak Pemerintah Desa dan seluruh anggota keluarga, Pak Yatno makin percaya diri untuk menjalani aktivitas sebagai pengabdi masyarakat. Setelah menerima penghargaan sebagai PSM Terbaik, pria yang berprinsip Lillahi Ta’ala dalam bekerja itu mengaku tidak akan mengendurkan semangat. Bahkan ke depannya, Pak Yatno ingin agar jaringan kerjanya semakin meluas.

Menanggapi semangat Suyatno, Kadinsos Agus Purnomo SH SSos MSi pun mengaku sangat bangga dan bersyukur. Pak Yatno disebut Agus memang layak menjadi teladan bagi siapapun. Tak hanya bagi sesame PSM, keteladanan tersebut juga seharusnya dicontoh masyarakat Wonosobo, terutama dalam rangka meningkatkan kepedulian mereka terhadap pemasalahan sosial di sekelilingnya. Keberadaan PSM, menurut Agus benar-benar telah menunjukkan kontribusi sangat positif bagi kinerja Dinsos Kabupaten, mengingat saat ini jumlah PMKS di Wonosobo masih cukup tinggi. Ke depan, Agus juga berharap agar muncul Suyatno lain yang akan menorehkan prestasi serupa.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan tanda *

Berapakah 5 + 8 ?