Lewati ke konten utama
1/3

Tanam 10.000 Bibit Kopi, OJOL dan Jagat Tunas Bumi Bertekad Pulihkan Lingkungan

Superadmin
268 kali dilihat

Menggandeng Ojek Online (OJOL), Komunitas Jagat Tunas Bumi (Jatabu) menggalakkan gerakan penghijauan melalui penanaman 10.000 bibit kopi di kawasan Telaga Menjer, Kabupaten Wonosobo, Senin (19/1/2026). Hal ini, sebagai bagian dari kolaborasi lintas komunitas dalam upaya pemulihan lingkungan dan pencegahan bencana ekologis.


Perwakilan Wonosobo Driver Online Bersatu, Avat Fauzi, menyampaikan bahwa sekitar 350 driver OJOL lintas aplikator ikut terlibat langsung dalam kegiatan penanaman tersebut.


“Gerakan tanam 10.000 pohon ini lahir dari keprihatinan kami sebagai driver online terhadap bencana banjir dan longsor yang semakin sering terjadi. Dampaknya tidak hanya dirasakan masyarakat, tetapi juga kami para driver saat menjalankan aktivitas kerja,” ungkap Avat.


Ia menjelaskan, keterlibatan Jatabu bermula dari pencarian mitra yang memiliki perhatian terhadap kelestarian lingkungan. “Kami kemudian menemukan Yayasan Jagat Tunas Bumi yang memiliki visi sejalan. Dari situ terjalin komunikasi dan akhirnya berkolaborasi dalam kegiatan penanaman di kawasan Telaga Menjer,” tambahnya.


Avat berharap, melalui gerakan ini kerusakan lingkungan di Wonosobo dapat diperbaiki secara bertahap. “Jika lingkungan terjaga, infrastruktur aman dari banjir dan longsor, maka aktivitas masyarakat, termasuk kami para driver, bisa berjalan dengan lebih optimal,” ujarnya.


Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini bukan yang pertama dan terakhir, melainkan akan berlanjut secara berkesinambungan pada bulan-bulan berikutnya.


Sementara itu, Ketua Yayasan Jagat Tunas Bumi (Jatabu), Mantep Abdul Ghoni, menekankan bahwa penghijauan tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan menanam pohon semata, tetapi juga upaya mengembalikan fungsi strategis hutan.


“Gerakan ini diharapkan mampu memulihkan tutupan lahan, mengembalikan fungsi hutan sebagai penyangga ekosistem, pengatur tata air, serta paru-paru bumi yang vital bagi keberlanjutan kehidupan,” jelasnya.


Ia menambahkan, penanaman 10.000 bibit kopi ini dilakukan di lahan perkebunan milik Indonesia Power sebagai bentuk peralihan dari pola pertanian di kawasan hutan yang berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan. Ke depan, Jatabu juga mendorong penanaman pohon-pohon keras yang bernilai ekologis dan tidak untuk ditebang, seperti kayu putih, kayu manis, hingga beringin.


“Melalui pola perkebunan yang berkelanjutan, diharapkan daya serap air meningkat, erosi berkurang, dan aliran sungai, termasuk Kali Wanganaji, dapat terjaga dari kerusakan,” imbuhnya.


Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wonosobo, Endang Lisdyanti, menyatakan dukungannya terhadap gerakan kolaboratif tersebut. Menurutnya, upaya menjaga konservasi alam tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.


“Kami sangat mendukung setiap inisiatif pelestarian lingkungan. Menjaga alam membutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah, komunitas, dunia usaha, hingga masyarakat. Gerakan seperti ini menjadi contoh nyata bagaimana kepedulian bersama dapat memberi dampak positif bagi lingkungan dan generasi mendatang,” ujarnya.


Melalui semangat kolaborasi lintas organisasi dan kepedulian terhadap lingkungan, gerakan penghijauan yang dimulai dari kawasan Menjer ini diharapkan menjadi pemantik lahirnya aksi-aksi serupa di berbagai daerah, guna mencegah bencana ekologis dan menjaga keberlanjutan lingkungan hidup di Indonesia.


Kegiatan penanaman ini turut didampingi General Manager Indonesia Power, jajaran Pemerintah Daerah, serta Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) wilayah Menjer sebagai bagian dari upaya bersama mencegah terjadinya longsor susulan di kawasan tersebut.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan tanda *