Lewati ke konten utama
1/3

Tarawih Keliling, Media Komunikasi Langsung Serap Aspirasi Masyarakat

Superadmin
67 kali dilihat

Tarawih Keliling (Tarling), yang diselenggarkan Pemerintah Kabupaten Wonosobo, bukan sekadar agenda rutin Ramadhan, melainkan media komunikasi langsung antara pemerintah dan masyarakat untuk menyerap aspirasi serta memperkuat kontribusi bersama dalam pembangunan daerah.


Demikian ditegaskan Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat dalam sambutannya saat Tarling Perdana di Masjid Jami’ Wonosobo, Kamis, (19/2/2026). Menurutnya, bulan suci Ramadhan merupakan momentum strategis untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus menebarkan kasih sayang dan kepedulian sosial.


“Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga wahana menempa diri, memperkuat integritas, keteguhan prinsip, serta menumbuhkan nilai-nilai positif yang tercermin dalam sikap dan tindakan sehari-hari,” ujarnya.


Ia mengajak seluruh takmir masjid di Kabupaten Wonosobo untuk memakmurkan masjid, baik yang bersifat ibadah wajib, maupun kegiatan produktif lainnya yang mampu menggerakkan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar.


“Kalau masjid sudah makmur, insyaallah bisa ikut menghidupi masyarakat di sekitarnya. Mari bersama-sama melanjutkan pembangunan daerah dengan semangat Ramadhan untuk mewujudkan Wonosobo yang berdaya saing, maju, dan sejahtera,” tegasnya.


Bupati juga mengungkapkan bahwa setiap pelaksanaan Tarling selalu menghadirkan suasana yang berbeda karena menjadi ruang silaturahmi dan dialog langsung dengan warga.


“Rasanya selalu berbeda ketika bisa bertemu, berjabat tangan, dan berbincang langsung selepas tarawih. Doa-doa masyarakat adalah energi terbesar bagi kami untuk terus bekerja lebih baik. Mohon doa dan dukungannya, semoga Wonosobo selalu dalam lindungan-Nya,” tuturnya.


Dalam kesempatan tersebut, Afif juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga situasi yang aman, damai, dan kondusif selama Ramadhan. Para kyai dan ustadz senantiasa menyampaikan pesan-pesan yang menyejukkan, menggembirakan, serta menghindari provokasi yang dapat memecah ukhuwah.


“Dengan menjaga ukhuwah islamiyah, kita bisa menciptakan kondisi Wonosobo yang semakin kondusif. Mari bersama-sama memastikan ibadah Ramadhan berjalan aman dan lancar, hingga rangkaian kegiatan menjelang maupun sesudah Lebaran dapat berlangsung tertib,” tambahnya.


Bupati menginstruksikan perangkat daerah untuk menjalankan tugas dan fungsi masing-masing selama Ramadhan dan menjelang Idulfitri. Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM diminta memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok; Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menjamin keamanan destinasi wisata serta kesiapan agenda festival balon udara menjelang Lebaran; Dinas Perkimhub mengantisipasi kelancaran lalu lintas; serta Satpol PP bersama Polres melakukan penertiban petasan yang berpotensi membahayakan.


Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Wonosobo, Harjanto, menjelaskan bahwa Tarling Pemkab tahun ini akan dilaksanakan di 15 masjid yang tersebar di 15 kecamatan hingga 12 Maret 2026.


“Forkopimda dan OPD dibagi menjadi empat tim, dengan tim utama dipimpin langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati. Selain menyampaikan informasi pembangunan, dalam Tarling ini juga akan diserahkan sejumlah bantuan sosial kepada masyarakat,” jelasnya.


Melalui Tarawih Keliling dan berbagai kegiatan sosial lainnya, Pemerintah Kabupaten Wonosobo berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, ulama, dan masyarakat. Dengan semangat kebersamaan di bulan suci Ramadhan, diharapkan tercipta lingkungan yang harmonis, penuh kepedulian, serta mampu mendorong pemerataan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Wonosobo.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan tanda *