Lewati ke konten utama
1/2

Tekan Angka Putus Sekolah, Penyuluh Agama Kemenag Wonosobo Sukseskan Program Asa Cita

Superadmin
200 kali dilihat

Upaya strategis Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam menekan angka putus sekolah dan meningkatkan motivasi melanjutkan pendidikan terus digalakkan, salah satunya melalui Program Wonosobo Asa Cita yang dilaksanakan di MTs Takhasus Al-Qur’an Selomerto Wonosobo, Kamis (15/1/2026). Kegiatan yang dilaksanakan di SMP/MTs se-Wonosobo ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk Penyuluh Agama dari Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo.


Tahap pertama, sebanyak 287 fasilitator diterjunkan ke 287 kelas, terdiri atas ASN (67 orang), Non ASN (12 orang), Guru (12 orang), Mahasiswa (41 orang), Masyarakat Umum (36 orang), serta 120 Penyuluh Agama.


Penyuluh Agama Islam KUA Selomerto, A. Muzaki, menyampaikan bahwa keterlibatan penyuluh agama dalam Asa Cita merupakan bentuk kepedulian terhadap persoalan sosial yang masih dihadapi Wonosobo, khususnya tingginya angka anak tidak sekolah.


“Angka putus sekolah di Wonosobo masih cukup tinggi. Karena itu pemerintah daerah hadir memberikan motivasi agar anak-anak jangan sampai berhenti sekolah. Kalau putus sekolah, peluang masa depan mereka menjadi sangat terbatas,” ungkapnya.


Ia menambahkan, program ini juga selaras dengan tugas penyuluh agama dalam menyosialisasikan pencegahan pernikahan dini serta membangun kesadaran akan pentingnya pendidikan formal. Setiap penyuluh agama di KUA Selomerto mendapat tanggung jawab mendampingi tiga sekolah, sehingga pesan yang disampaikan dapat lebih intensif dan berkelanjutan.


Menurut Muzaki, peran tokoh agama dan para kiai sangat strategis dalam menyukseskan Asa Cita. Dengan basis jamaah dan majelis taklim yang kuat, pesan-pesan tentang pentingnya pendidikan dapat disisipkan dalam setiap pengajian.


“Pesan-pesan baik ini harus digaungkan oleh semua lini. Misalnya, saat kiai mengisi pengajian, bisa diselipkan motivasi agar orang tua mendukung anak-anaknya menyelesaikan pendidikan,” jelasnya.


Ia juga mengakui bahwa tantangan terbesar di lapangan adalah masih kuatnya orientasi pendidikan nonformal dan pesantren salaf tanpa diimbangi pendidikan formal. Oleh karena itu, Asa Cita tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga kedepanya bisa menyasar orang tua dan lingkungan sekitar.


“Di era sekarang, ijazah formal tetap penting. Program Asa Cita akan berhasil jika disongsong semua pihak, tidak hanya anak sekolah, tetapi juga orang tua dan masyarakat,” tegasnya.


Sementara itu, Humas MTs Takhasus Al-Qur’an Selomerto, Kuat Susanto, menyambut positif pelaksanaan Program Asa Cita di lingkungan sekolahnya. Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak sekaligus kebutuhan dasar bagi setiap anak.


“Bagaimanapun juga, anak adalah generasi penerus bangsa. Mereka harus sekolah. Ini tidak bisa ditawar. Sekolah itu sangat penting,” ujarnya.


Menurutnya, konsep sekolah plus mondok menjadi pilihan ideal dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan akhlak.


“Sekolah memberi bekal pengetahuan duniawi, sedangkan mondok membentuk akhlak. Anak yang pintar tapi tidak dibarengi akhlak yang baik justru bisa menjadi perusak, baik bagi dirinya sendiri maupun masyarakat,” jelasnya.


Ia menambahkan, Program Asa Cita sangat relevan untuk memotivasi siswa agar tidak berhenti sekolah, mengingat kualitas sumber daya manusia sangat berpengaruh terhadap cara berpikir, berkomunikasi, dan berkontribusi di masyarakat.


Di MTs Takhasus Al-Qur’an Selomerto sendiri, terdapat sekitar 60 siswa kelas IX, terdiri dari 30 siswa putra dan 30 putri, yang menjadi sasaran penguatan motivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.


“Harapan kami, Program Asa Cita benar-benar mampu menjaring dan memotivasi seluruh putra-putri Wonosobo. Yang tadinya tidak mau sekolah, bisa kembali punya semangat untuk melanjutkan pendidikan,” pungkas Kuat Susanto.

Melalui keterlibatan lintas sektor mulai dari pemerintah daerah, penyuluh agama, tokoh masyarakat, hingga satuan pendidikan Program Wonosobo Asa Cita diharapkan menjadi gerakan bersama dalam membangun generasi Wonosobo yang berpendidikan, berakhlak, dan berdaya saing di masa depan.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan tanda *