Lewati ke konten utama

Tim JKPD Intensifkan Pengawasan Pangan Selama Ramadan

Superadmin
24 kali dilihat

Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Jejaring Keamanan Pangan Daerah (JKPD) melaksanakan kegiatan pengawasan, monitoring, dan pembinaan pangan di sejumlah pasar tradisional selama bulan Ramadan, guna memastikan keamanan, mutu, dan ketersediaan bahan pangan di masyarakat.


Tim JKPD yang terdiri dari unsur Dispaperkan, Dinas Kesehatan, DPMPTSP, Disdagkop UKM, Polres, serta Satpol PP memfokuskan pada pangan olahan maupun Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT).


Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Wonosobo, Etika Hayati, menyampaikan bahwa untuk PSAT dilakukan pemeriksaan secara sampling menggunakan rapid test guna mendeteksi potensi residu pestisida.


“Secara umum hasil pengawasan menunjukkan ketersediaan beras dan telur dalam kondisi cukup serta harga relatif terjangkau. Namun terdapat kenaikan signifikan pada komoditas cabai rawit merah,” ujarnya usai melakukan pengawasan di Pasar Induk, Selasa (3/3/2026).


Berdasarkan pemantauan harga eceran di pasar pada pagi hari, cabai rawit merah dijual dengan harga terendah Rp75.000- per kilogram dan tertinggi mencapai Rp90.000,- per kilogram. Sementara komoditas cabai lainnya relatif stabil dibanding hari sebelumnya.


Pengawasan dilaksanakan selama delapan hari dengan menyasar sejumlah pasar tradisional, antara lain Pasar Kertek, Pasar Kaliwiro, Pasar Selomerto, Pasar Desa Kumpul, Gadingrejo, Pasar Kalibeber, Pasar Jawar, dan Pasar Garung. Kegiatan ini juga bersinergi dengan Dinas Kesehatan yang melakukan pengawasan pangan olahan termasuk di pusat jajanan selama Ramadan.


Dari hasil pemeriksaan organoleptik, masih ditemukan indikasi residu pestisida pada beberapa komoditas seperti cabai dan tomat. Ciri yang dapat dikenali antara lain adanya bercak putih atau kebiruan pada permukaan produk.


Dihimbau, para petani dan kelompok tani agar tidak melakukan aplikasi pestisida mendekati masa panen. Idealnya, penyemprotan terakhir dilakukan 3–5 hari sebelum panen guna meminimalkan residu yang tertinggal pada hasil produksi.


Selain itu, masyarakat juga diharpkan lebih bijak dalam memilih komoditas pangan segar. Pilih produk yang terlihat segar dan tidak menunjukkan tanda paparan pestisida. Apabila ragu, lakukan pencucian dengan air mengalir sebelum pengolahan.


“Pencucian harus menggunakan air mengalir, bukan direndam dalam genangan air, agar residu pestisida dapat diminimalisir,” tambahnya.


Sebagai langkah pengendalian harga, Pemerintah Kabupaten Wonosobo telah menghadirkan cabai dengan harga petani melalui pasar murah sebelum Ramadan. Selain itu, distribusi cabai ke tingkat nasional juga dilakukan untuk membantu stabilisasi harga secara lebih luas.


Pemerintah Kabupaten Wonosobo berkomitmen menjaga keamanan, mutu, serta ketersediaan pangan bagi masyarakat, khususnya selama momentum Ramadan dan menjelang Idulfitri.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan tanda *