Lewati ke konten utama

Tim Tari Berkebutuhan Khusus, Tampil Memukau Berkat Pragati

Admin
116 kali dilihat

Sebuah pertunjukan luar biasa dari siswa berkebutuhan khusus tampil memukau membawakan Tari Ginanjar Mulyo pada acara penutupan Perkemahan Pramuka Berkebutuhan Khusus (PPBK) Nasional 2025 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta pada Senin (18/08/2025) lalu.

Mereka adalah tim tari dari Wonosobo yang terdiri dari siswi SLB/B Dena Upakara dan siswa SLB/B Karya Bakti.

Biasanya, penari berkebutuhan khusus (tuli) dalam sebuah pementasan selalu diberi kode oleh pelatihnya dari depan panggung, namun  kali ini berbeda, mereka tampil dengan penuh percaya diri tanpa dipandu pelatih karena mereka mengenakan alat yang diberi nama Pragati.

Pragati adalah sebuah inovasi alat bantu untuk memberikan kode perpindahan gerak berupa getaran yang dikenakan di lengan penari tuli. Alat ini diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan bekerjasama dengan Yulius Denny Prabowo dari Universitas Bina Nusantara, Reza Pahlevi dari Alpha Mechatronics, dan juga Mulyani selaku pelatih tari yang merupakan peraih Anugerah Kebudayaan Indonesia kategori Pelopor dan atau Pembaharu 2023.  

Mulyani menyatakan rasa terimakasih dan bahagia setelah menyaksikan anak didiknya tampil memukau tanpa kode darinya berkat pragati. “Saya berharap kedepan alat ini bisa diproduksi lebih banyak dengan tehnik yang lebih simpel sehingga bisa dipakai oleh penari dan pelatihnya di seluruh Indonesia,” imbuh Mulyani.

Dalam kesempatan terpisah, Suster Patricia PMY selaku Ketua Yayasan Dena Upakara juga menyambut baik perhatian pemerintah yang telah membuat alat bantu Pragati bagi anak didiknya, beliau berharap alat ini dapat lebih membantu dengan memberi ruang bagi anak anak berkebutuhan khusus terutama tuli, sehingga bisa ikut terlibat dalam pelestarian budaya.

Pendapat serupa disampaikan Kepala SLB/ B Karya Bakti Agustinus Suka Basuki yang menyambut positif atas diciptakannya Pragati bagi anak-anak tuli. “Kami merasa sangat bersyukur karena anak didik kami yang meski baru pertama belajar menari ini, bisa menggunakan alat pragati dan menyesuaikan diri dengan baik sehingga menghasilkan tarian yang memukau hadirin,” tandasnya.

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai dengan tanda *