TP PKK Jadi Mitra Strategis Penanggulangan Stunting, Kemiskinan, dan Kekerasan Anak di Wonosobo
Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) menjadi mitra strategis pembangunan daerah, khususnya dalam penanggulangan stunting, kemiskinan, serta kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Demikian ditegaskan Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, dalam acara Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Pelantikan Ketua TP PKK Kecamatan, TP Posyandu Kecamatan, serta Pengukuhan Bunda PAUD dan Ayah Bunda Genre, yang digelar di Pendopo Selatan, Selasa (07/04/2026).
“Sebagai garda terdepan dalam pembangunan keluarga dan masyarakat, saya berharap TP PKK terus memperkuat sinergi dengan program prioritas pemerintah daerah maupun nasional,” pinta Afif.
Menurutnya, masalah terkait stunting, kemiskinan, kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta ketahanan pangan keluarga membutuhkan peran aktif dan nyata dari PKK, utamanya di tingkat akar rumput. Termasuk sejumlah program unggulan seperti Posyandu Ketuk Pintu, PANDU CINTA, PAAREDI, AKU HATINYA PKK, serta Gerakan Keluarga Sehat dan Tangguh Bencana.
Pembangunan daerah yang kuat selalu berawal dari keluarga yang tangguh. Oleh karena itu, penguatan peran PKK menjadi sebuah keharusan agar manfaatnya semakin dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Peringatan HKG PKK ke-54 perlu dimaknai sebagai ajang refleksi untuk mengevaluasi sejauh mana program PKK telah menjawab kebutuhan masyarakat serta memberikan dampak nyata di lapangan.
“Gerakan yang kuat tidak dibangun oleh satu pihak saja, melainkan dari kerja bersama, konsistensi, dan kepedulian yang terus dijaga,” tambahnya.
Selain itu, Bupati juga menyoroti tantangan perkembangan teknologi, khususnya penggunaan gawai dalam keluarga. Ia mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan teknologi secara bijak dan tetap menjaga kedekatan serta komunikasi dalam keluarga.
“Wonosobo yang sejahtera, adil, dan makmur berawal dari keluarga yang sehat, mandiri, dan tangguh,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Wonosobo, Dyah Afif Nurhidayat, menyampaikan komitmennya untuk terus mendorong PKK menjadi organisasi yang adaptif, solutif, dan kolaboratif.
“Kami siap memperkuat sinergi dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat guna mewujudkan keluarga berkualitas dan masyarakat Wonosobo yang lebih sejahtera,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk dalam penguatan pelatihan paralegal untuk perlindungan perempuan dan anak.
Peringatan HKG PKK ke-54 tahun ini mengusung tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045”. Tema ini menjadi pengingat bahwa PKK bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi merupakan gerakan pemberdayaan yang menyentuh langsung kehidupan keluarga.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, TP PKK Wonosobo juga akan melaksanakan Safari Pelayanan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) bekerja sama dengan Dinas PPKBPPPA Wonosobo. Program ini bertujuan mendekatkan layanan keluarga berencana kepada masyarakat, khususnya pasangan usia subur.
Dyah menegaskan bahwa PKK adalah ruang pengabdian dan gotong royong yang memberikan kesempatan bagi setiap kader untuk berkontribusi dalam pembangunan, dimulai dari lingkungan keluarga.
“PKK harus hadir tidak hanya dalam kegiatan formal, tetapi juga dalam kepekaan sosial terhadap lingkungan sekitar,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada desa dan kelurahan binaan yang telah menunjukkan kinerja baik dalam evaluasi 10 Program Pokok PKK Tahun 2025, serta menyambut desa binaan baru tahun 2026.
“Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten akan membawa perubahan besar. Mari kita terus bergerak bersama untuk Wonosobo yang lebih baik,” pungkasnya.
0 Komentar