Ketua TP PKK Kertek, Nur Cahyani Najib, ketika ditemui di sela-sela pelatihan membatik di aula Kecamatan, menjelaskan, bahwa pihaknya sengaja mengundang kembali para kader TP PKK Desa dan Kelurahan se-Kecamatan Kertek untuk mengisi momen Hari Ibu dengan meningkatkan skill membatik motif kembang keli. Pelatihan tersebut, menurut Nur merupakan yang kedua kalinya, setelah setahun lalu, atau tepatnya pada 21-22 Desember 2013, TP PKK Kertek juga mengadakan pelatihan serupa tingkat dasar. Masih dengan instruktur yang sama, yaitu Yohana Wiera, karena selain merupakan penemu asli Kembang Keli, Yohana juga dinilai mumpuni dalam menularkan ilmunya kepada para kader.
Terkait bagaimana nantinya implementasi setelah para kader tersebut mahir mengoleskan canting berisi malam di atas kain, Nur mengaku berharap, dengan mengikuti pelatihan membatik tersebut, selain meningkatkan keterampilan setiap kader, juga akan dapat dipraktekkan di desa masing-masing. Hal itu menurut Nur dapat dicapai bila para kadernya tak berhenti berlatih, hingga benar-benar menguasai teknik-tekni membatik sesuai standard yang ditetapkan oleh Yohana Wiera.
Bagi Yohana Wiera sendiri, selaku penemu sekaligus pengusaha dan desainer batik Kembang Keli, mengaku sangat mengaku bangga dapat menularkan ilmu membatik kepada para kader PKK Kertek. Dalam pelatihan kedua tersebut, Yohana lebih menekankan pada teknik-teknik pembuatan pola, nyanting dengan malam atau lilin cair di atas kain berpola, hingga berlanjut pada pewarnaan dan penghilangan malam. Langkah-langkah tersebut dikatakan Yohana wajib dikuasai sebelum kemudian dilakukan penjemuran kain yang telah dibatik. Menurut desainer yang telah puluhan tahun menekuni Kembang Keli tersebut, pasar batik dengan motif-motif khas seperti Kembang Keli masih terbuka luas.
0 Komentar