Menurutnya hal ini patut disyukuri, karena meskipun tingkat kesulitan soal ditingkatkan, namun prosentase kelulusan siswa SMP/SMPLB/MTs di Kabupaten Wonosobo mengalami kenaikan yang sangat menggembirakan dibanding tahun sebelumnya.
Sebagai gambaran, pada tahun pelajaran 2008/2009 prosentase kelulusannya 79,46%, tahun pelajaran 2009/2010 prosentase kelulusannya 82,01%, tahun pelajaran 2010/2011 prosentase kelulusannya 98,88%, tahun pelajaran 2011/2012 prosentase kelulusannya 98,88%, tahun pelajaran 2012/2013 prosentase kelulusannya 99,79% dan tahun pelajaran 2013/2014 prosentase kelulusannya jadi 100 %.
Dari data diatas dapat diperoleh gambaran bahwa tingkat kelulusan dari tahun ke tahun selama kurun waktu enam tahun terakhir mengalami peningkatan cukup sigfinikan, dan tahun ini menjadi sempurna karena peserta ujian SMP/SMPLB/MTs lulus seratus persen.
Sementara untuk jumlah siswa yang tidak lulus ujian dalam enam tahun terakhir juga mengalami penurunan. Tahun pelajaran 2008/2009 yang tidak lulus 952 anak atau prosentasenya 20,54%, tahun pelajaran 2009/2010 yang tidak lulus 1851 anak atau prosentasenya 18,99%, tahun pelajaran 2010/2011 yang tidak lulus 181 anak atau prosentasenya 1,22%, tahun pelajaran 2011/2012 yang tidak lulus 127 anak atau prosentasenya 1,22 %, tahun pelajaran 2012/2013 yang tidak lulus 22 anak atau prosentasenya 0,21 % dan tahun pelajaran 2013/2014 tidak ada anak yang tidak lulus atau prosentasenya 0 %.
Yang menggembirakan lagi, menurut Slamet Faizi, adalah cukup banyaknya siswa yang mendapatkan nilai 10 pada Ujian Nasional tahun ini yakni sebanyak 146 anak, dengan rincian untuk mata pelajaran matematika 90 anak, Bahasa Inggris 7 anak, dan IPA 49 anak.
Prestasi membanggakan lainnya adalah pada ujian nasional tahun pelajaran 2013/2014 ini, dari ribuan SMP/MTs di Provinsi Jawa Tengah, SMPN 1 Wonosobo meraih rangking 3 hasil ujian nasional di tingkat Provinsi Jawa Tengah dan salah satu siswanya menduduki peringkat 14 tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Untuk 20 sekolah/madrasah yang menduduki 20 besar tingkat kabupaten Wonosobo dalam ujian nasional tahun ini adalah SMPN 1 Wonosobo dengan rata-rata nilai 9,04, SMPN 1 Kertek dengan rata-rata nilai 8,03, SMPN 2 Wonosobo dengan rata-rata nilai 7,77, SMPN 5 Satu Atap Sapuran dengan rata-rata nilai 7,53, SMPN 1 Mojotengah dengan rata-rata nilai 7,47, MTs Ar Risalah dengan rata-rata nilai 7,42, SMPN 1 Kaliwiro dengan rata-rata nilai 7,03, SMPN 2 Watumalang dengan rata-rata nilai 6,91, SMPN 2 Selomerto dengan rata-rata nilai 6,90, SMPN 3 Mojotengah dengan rata-rata nilai 6,88, SMPN 7 Satu Atap Kepil dengan rata-rata nilai 6,84, SMPN 8 Satu Atap Wadaslintang dengan rata-rata nilai 6,84, SMPN 3 Wadaslintang dengan rata-rata nilai 6,77, SMPN 3 Kepil dengan rata-rata nilai 6,76, SMPN 1 Kalikajar dengan rata-rata nilai 6,70, SMPN 3 Kalibawang dengan rata-rata nilai 6,70, SMPN 6 Satu Atap Kaliwiro dengan rata-rata nilai 6,68, SMPN 3 Kaliwiro dengan rata-rata nilai 6,66, SMPN 1 Wadaslintang dengan rata-rata nilai 6,63 dan SMP Bhakti Mulia Wonosobo dengan rata-rata nilai 6,62.
Slamet Faizi menambahkan, serentak secara nasional pengumumam kelulusan SMP/MTs dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 14 Juni 2014. Untuk menghindari hal-hal negatif, maka telah dibuat surat edaran agar pengumuman dilaksanakan sore hari mulai pukul 15.00 di tiap sekolah dan yang mengambil hasil pengumumannya adalah wali murid. Para siswa diperkenankan datang di sekolah/madrasah masing-masing namun tidak berseragam sekolah melainkan memakai pakaian bebas rapi dan paling disukai, sehingga diharapkan selesai pengumuman kelulusan siswa SMP/MTs di Kabupaten Wonosobo aman tanpa persoalan, tanpa aksi corat-coret dan konvoi sepeda motor.
Kerjasama yang baik dari banyak pihak utamanya komite sekolah, tokoh masyarakat, wali murid, sekolah, guru dan aparat kepolisian, menurutnya akan menjamin pengumuman kelulusan berlangsung tertib dan aman tanpa tindakan dan perilaku siswa yang destruktif karena keinginan merayakan keberhasilannya dalam menyelesaikan ujian nasional secara berlebihan.
Pada saat pengambilan pengumuman kelulusan di sekolah/madrasah masing-masing juga disampaikan sosialisasi dan himbauan agar para lulusan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, dan pihaknya optimis tahun ini angka transisi atau melanjutkan dari SMP/MTs ke SMA/SMK/MA akan mengalami kenaikan.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Wonosobo, One Andang Wardoyo, juga menyampaikan ucapan syukur dan apresiasinya, tidak hanya pada para siswa, tapi juga pada para guru dan orang tua siswa, yang mendukung keberhasilan angka kelulusan siswa SMP/SMPLB/MTs di Kabupaten Wonosobo pada tahun ini menjadi 100 persen.
Ia berharap agar orang tua siswa segera mempersiapkan anak-anaknya untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya sehingga program wajib belajar 12 tahun bisa berjalan sukses di Kabupaten Wonosobo.
0 Komentar