Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kabupaten Wonosobo terasa lebih istimewa, dengan mendapatkannya penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas capaian penghimpunan ribuan hafiz dan hafidzah dalam kegiatan khataman dan semaan Al-Qur’an memperingati HSN 2026, Kamis, (22/10/2026) di Pendopo Bupati.
Panitia menyebut, jumlah peserta yang terlibat dalam rangkaian simaan mencapai sekitar 1.328 orang. Angka tersebut merujuk pada keterangan capaian rekor dan jumlah peserta yang dihimpun panitia. Momentum ini sekaligus memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an serta sinergi antara pemerintah daerah dan pondok pesantren.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat dalam sambutannya menyampaikan, peringatan Hari Santri tahun ini terasa lebih khidmat sekaligus meriah. Menurutnya, capaian tersebut bukan sekadar penghargaan, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.
Ia berharap kegiatan tersebut mendorong masyarakat untuk membiasakan membaca Al-Qur’an secara bersama-sama pada waktu-waktu yang telah ditentukan. Dengan demikian, semangat mencintai Al-Qur’an tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
Afif juga menegaskan bahwa santri memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah dan bangsa. Jika dahulu perjuangan santri lekat dengan peristiwa Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 dalam mempertahankan kemerdekaan, kini medan pengabdian santri semakin luas, mulai dari melawan kemiskinan dan ketertinggalan teknologi hingga mencegah kebodohan serta potensi perpecahan di tengah masyarakat.
Hal tersebut sejalan dengan tema Hari Santri Nasional 2026, “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.” Menurut Afif, kemajuan Wonosobo harus ditopang oleh sumber daya manusia yang berilmu, berkarakter, mandiri, serta mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.
“Pemerintah Kabupaten Wonosobo menempatkan pesantren sebagai mitra strategis dalam setiap arah kebijakan pembangunan daerah,” ujarnya.
Afif menambahkan, pemerintah daerah akan terus mendorong kolaborasi dengan pondok pesantren melalui berbagai program lintas sektor. Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat pendidikan agama dan pembentukan karakter, tetapi juga mendukung pemberdayaan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, mitigasi risiko di lingkungan pesantren, serta edukasi hukum dan kependudukan.
Ia mencontohkan, edukasi hukum dapat dikembangkan bersama kepolisian, sedangkan program edukasi kependudukan yang selama ini dilaksanakan di sekolah berpeluang diperluas ke lingkungan pesantren. Materinya antara lain mencakup perencanaan keluarga, kesiapan mental sebelum menikah, dan pemahaman tentang persoalan kependudukan.
Afif juga mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Menurutnya, pengabdian kepada bangsa juga diwujudkan melalui tanggung jawab menjaga alam sebagai warisan bagi generasi mendatang.
Sementara itu, Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja mengajak para santri untuk berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Ia menekankan pentingnya kebijaksanaan dalam menggunakan media sosial, menjauhi narkoba dan judi online, mematuhi aturan lalu lintas, serta ikut menciptakan lingkungan pesantren yang aman dan ramah anak.
“Polres Wonosobo ingin menjadi sahabat pesantren, bukan hanya hadir ketika ada masalah,” ujar Ricky.
Menurutnya, hubungan yang baik antara kepolisian dan pesantren menjadi salah satu modal penting dalam membangun lingkungan masyarakat yang aman dan kondusif. Peran ulama, pengasuh pondok pesantren, dan santri diperlukan untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan sekaligus mencegah berbagai persoalan sosial yang dapat merugikan generasi muda.
Sementara itu, Seksi Acara Hari Santri Nasional Kabupaten Wonosobo, Ahmad Yahya, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan HSN 2026 telah dimulai pada Minggu (18/10/2026) dan berlangsung selama lima hari hingga puncak peringatan pada Kamis (22/10/2026).
Berbagai kegiatan diselenggarakan untuk memeriahkan peringatan sekaligus meningkatkan kapasitas santri dan pengelola pesantren. Agenda tersebut meliputi perlombaan Duta Santri, Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ), Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK), Nadhoman, Film Dokumenter atau Profil Pondok Pesantren, Paduan Suara, serta Liga Santri Minisoccer tingkat Kabupaten Wonosobo.
Pada Senin (19/10/2026), panitia juga menggelar pelatihan musyrifah atau pengurus pondok pesantren putri. Pelatihan tersebut membahas penanganan persoalan seksual dan peningkatan keamanan di lingkungan pondok pesantren.
Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut dengan podcast Hari Santri pada Selasa (20/10/2026) dan malam tasyakuran pada Rabu malam (21/10/2026).
Puncak kegiatan pada Kamis (22/10/2026) diawali dengan simaan Al-Qur’an sejak pukul 06.00 WIB hingga sekitar pukul 08.00 WIB, sebelum dilanjutkan dengan upacara Hari Santri di Alun-Alun Wonosobo.
“Dari lima hari yang sudah terlaksana, Alhamdulillah berjalan dengan lancar,” kata Ahmad Yahya.
Ia menjelaskan, jumlah hafiz dan hafizah yang terlibat dalam kegiatan pencatatan rekor tersebut mencapai sekitar 1.328 orang. Para peserta berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Wonosobo, dengan pendataan dilakukan untuk memastikan keterlibatan para penghafal Al-Qur’an dalam kegiatan tersebut.
Meski demikian, pendataan hafiz dan hafizah di Wonosobo masih terus dilakukan bersama Kementerian Agama. Menurut Ahmad, masih terdapat penghafal Al-Qur’an yang belum tercatat karena belum bergabung dengan forum simaan Al-Qur’an.
Melalui rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026, panitia berharap capaian MURI tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga mendorong semakin kuatnya tradisi membaca dan menghafal Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Lebih dari itu, peringatan ini diharapkan menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara pemerintah daerah, kepolisian, ulama, pondok pesantren, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan pembangunan.
Dengan semangat Hari Santri, Wonosobo diharapkan mampu melahirkan generasi yang teguh memegang nilai-nilai keagamaan, terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, mandiri secara ekonomi, serta aktif menjaga persatuan dan kelestarian lingkungan demi mewujudkan Indonesia Emas.